
Jia terbangun dari tidurnya lalu langsung keluar dan mencari dua sahabatnya, dia sampai diruang tengah ia melihat emy dan yumna yang tertidur dengan tv yang masih menyala, "Hey bangun, sana tidur kekamar" ucap jia membangunkan kedua sahabatnya yang tertidur diruang tengah, tapi kedua orang itu tak mau pindah dari sana, dia kedapur dan memasak, sambil memasak ia terus berpikir apa yang sebenarnya berada diperusahaan itu yang menyebabkan seseorang melakukan aksi yang berbahaya dan membahayakan orang-orang yang berada disana, dia berpikir hiingga lupa dengan telur yang ia masak, ia langsung cepat-cepat mematikan kompornya, "Ais gosong lagi" gumamnya lalu membuang telur gosong yang ia masak, lalu ia mengambil ramyon instan yang berada dilemari atas, "Hm sudahlah mie instan lagi" ucap jia mengambil panci dan mengisi air dan memasak air, dia mengambil hpnya lalu dia membuka beberapa pesan yang belum dibaca, ia melihat pesan dari ranvi, "Kau baik-baik saja? tadi aku bertemu dengan raka dia bilang kau diserang oleh seseorang" Pesan itu dikirim berkali-kali, "Aku tidak apa-apa" balas jia, lalu hpnya berbunyi, dia mengangkat telpon dari ranvi, "Hallo iya ada apa?" tanya jia saat mengangkat telpon dari ranvi, "Kau tidak apa-apa kan? aku terus mencoba menghubungimu, tapi kau tak mengangkat" ucap ranvi, "Aku tidak apa-apa, tenang saja kau tak perlu khawatir aku jia bukan gadis yang lemah" ucap jia, "Baguslah kau tidak apa-apa, kalau begitu istirahatlah" ucap ranvi, "Iya, kalau begitu aku tutup dulu ya" ucap jia lalu mematikan telponnya.
__ADS_1
Ranvi yang belum sempat menjawab ucapan dari jia yang mematikan telpon, dia tersenyum lalu ingin keluar dari ruang tempat dia menelpon, saat ia bepaling ia hampir bertabrakan dengan aryan yang menguping pembicaraan jia dan ranvi, "Ada apa?" tanya ranvi pada aryan, "Tidak apa-apa" ucapnya lalu dia pergi begitu saja, ranvi bingung dengan seniornya yang memang selalu berkelakuan aneh, ranvi berjalan mengikuti aryan dari belakang, aryan berbalik kearah ranvi yang berjalan dibelakangnya, "Ada apa?" tanya ranvi yang terkejut saat aryan berbalik melihat kearahnya, "Tidak apa-apa" ucapnya lalu berbalik lagi meninggalkan ranvi, ranvi pun pergi kearah lain agar tak dipelototi oleh aryan, raka yang memperhatikan perilaku aryan yang aneh pun membuat raka berinisiatif menggodanya, "Hey aryan, kau tak ingin taku kabar jia?" tanaya raka pada aryan, "Hm tidak perlu, lagi pula tak ada hubungannya denganku" ucap aryan lalu melanjutkan kesibukannya, "Baik kalau begitu padahal aku ingin mengajak kamu menelusuri hutan yang berada dibelakang rumah tempat jia diserang" ucap raka, "Hm pergi saja aku sedang sibuk" ucapnya dengan cetus, "Baiklah kalau begitu aku akan mengajak ranvi saja" ucap raka lalu pergi dari ruangan aryan.
__ADS_1
Jia melihat hpnya dan ternyata tertulis nama ranvi dilayar ponselnya, "Ada apa?" tanya jia saat menjawab panggilan dari ranvi, "Kau sedang dimana? aku ada beli pizza ni" ucap ranvi, "Aku dimarkas" jawab jia, "Kirimkan alamatmu, aku akan berangkat kesana" ucapnya, "Hm ok nanti aku kirim" ucapnya lalu mematikan panggilan dan mengirimkan alamat dan juga mengirimkan map lokasinya, "Siapa?" tanya yumna pada jia, "Ranvi" jawabnya lalu melanjutkan makannya, "Ada apa? kenapa dia tiba-tiba menghubungimu?" tanya emy, "Dia bilang dia ada beli pizza" jawab jia dengan santai, "Dia benar-benar mengejarmu?" ucap raka, "Apa maksud mu?"tanya jia, "Ya dia berusaha mendapatkan hatimu" ucap tian, "Bagaimana dia menurutmu?" tanya raka, "Hm lumayan baik" jawab jia, emy yang memperhatikan raut wajah aryan pun langsung menyela, "Tapi aku lebih setuju jia dengan aryan" ucap emy, "Aryan sudah punya yang lainkan? kemarin perempuan itu datang"ucap tian,yumna yang menyaddari ekspresi jia sudah mulai tak nyaman pun langsung menyela, "Tian jika kau datang hanya untuk mengejek lebih baik kau pergi saja"ucap yumna, tian pun diam dia tak mengerti apa yang terjadi sebenarnya, "Sudahlah lagi pula kalian berduakan sudah memutuskan utnuk tidak bersama, tidak ada salahnya kan aryan dengan wanita lain dan jia dengan pria lain" ucap raka, "Aku tak setuju jia dengan ranvi"ucap emy, "Aku bisa dengan siapa pun" ucap jia, "Dengan aryan juga?" tanya tian, "Tidak, kalau dengannya aku tak bisa" jawabnya lalu bangun dari tempat duduk dan masuk kekamarnya, namun ketika dia akan memasuki kamarnya terdengar suara bel rumah, jia pun berbalik dan membukakan pintu, "Tara ini pizzanya" ucap seseorang dengan semangat, "Masuklah ada yang lain juga" ucap jia mempersilahkan ranvi untuk masuk kedalam rumah yang mereka jadikan markas, "Hai semuanya aku membawakan kalian Pizza" ucapnya menaruh pizza dihadapan aryan,raka,tian,emy dan juga yumna.
__ADS_1