
"Kalian dari tadi hanya membuat keributan" Ucap Jia dengan kesal lalu mengeluarkan sesuatu dari tasnya dan meletakkannya diatas meja.
"Apa ini?" tanya Tian mengambil sebuah benda bulat seperti piringan yang Jia letakkan diatas meja.
"Benda ini aku ambil dari ruangan kakek Lin, aku hanya merasa penasaran dengan benda asing ini, apakah kalian pernah melihat benda seperti ini sebelumnya?" tanya Jia menatap satu persatu rekannya.
"Aku pernah melihathnya, tapi dimana ya?" ucap Tian masih memperhgatikan benda tersebut.
"Ah aku tau benda ini seperti piring terbang" ucap Yumna meyakinkan para rekannya.
"Benar aku baru ingat aku melihatnya difilm" ucap Tian.
"Sepertinya ini hanya pajangan biasa" ucap Aryan.
"Tidak ini bukan pajangan biasa, aku merasakan energi yang berbeda" ucap Emy membuat para rekannya menatapnya kecuali Jia yang terus memperhatikan benda tersebut.
"Benar sepertinya aku juga merasakan energi yang lumayan dominan" ucap Jia.
"Mereka mulai menjadi dukun lagi"ucap Tian.
"Dukun,dukun, kami berbeda ya, eh bukan kami maksudku Jia dan Emy" ucap Yumna.
"Jangan mulai lagi" ucap Jia menghentikan Yumna dan Tian yang hampir saja memulai perdebatan.
__ADS_1
"Dia duluan"ucap Yumna.
"Aku merasa kalau benda ini tidak ada hubungannya dengan kasus yang kita tanggani" ucap Jia.
"Namun aku merasa sebaliknya" ucap Emy menatap Jia
"Aku tidak mengerti apa yang kalian katakan" ucap Aryan, Jia dan Emy menatap ke arah Aryan lalu menggeleng.
"Dengar kan saja aku sedang malas untuk menjelaskan" ucap Jia lalu memasukkan kembali barang tersebut kedalam tasnya.
"Sudahlah lebih baik kita kembali ke TKP" ucap Jia lalu berdiri.
"Jia tolong pelankan langkah mu dan jangan terlalu terburu-buru" Ucap Tian meminta Jia untuk tidak terburu-buru.
"Tapi" belum selesai Tian berbicara ia sudah tertinggal jauh.
"Percepat langkahmu"ucap Raka menepuk pundak Tian dan mendahului Tian.
"Kalian sepertinya benar-benar ingin menyiksa ku" ucap Tian lalu menyusul teman-temannya.
******
Akhirnya mereka pun sampai di TKP seperti biasanya Jia akan berjalan lebih dulu dari teman-temannya.
__ADS_1
Ketika sampai didalam ruangan Jia langsung menemukan jejak kaki misterius seakan-akan tempat itu baru saja didatangi oleh beberapa orang.
"Berhenti" ucap Jia memberhentikan teman-temannya yang berada dibelakangnya.
"Jejak kaki? sepertinya ada orang lain yang masuk ke tempat ini" ucap Emy memerhatikan jejak kaki tersebut.
"Apakah ini petunjuk? atau hanya orang-orang yang penasaran?" ucap Raka yang juga berjongkok dan mengambil gambar jejak tersebut.
"Tetapi jejak kaki ini hanya berada ditengah, seakan-akan mereka muncul langsung ditengah ruangan" ucap Jia.
"Kamu yakin?" tanya Emy.
"Hm saat aku masuk tidak ada jejak satu pun, jejak kaki ini hanya berada ditengah sampai ke ruangan itu" ucap Jia menunjuk sebuah ruangan.
"Kalau orang tersebut dari luar tentunya jejaknya akan terlihat dari pintu sampai ketitik ini, namun jejaknya hanya terlihat ditengah-tengah" ucap Yumna.
"Apa jangan-jangan ini jejak hantu" ucap Tian ketakutan dan berpegangan pada Aryan.
"Mana ada hantu yang bisa meninggalkan jejak" ucap Aryan dengan kesal.
"Apa jangan-jangan orang itu terbang" ucap Tian.
"Tidak ada manusia yang dapat terbang" ucap Raka dengan kesal.
__ADS_1
"Siapa tau dia sedang bewreksperimen" ucap Tian.