
Jia yang mendengar pengakuan kakek Lin pun tersenyum sinis dan kembali duduk, dan ia pun mulai duduk dengan gaya khasnya, jika Jia sudah duduk dengan gaya khasnya para sahabatnya akan langsung mengeluarkan laptop dan perekam suara, mereka tau bahwa Jia pasti akan menanyakan hal-hal yang pastintya mereka butuhkan untuk menyelesaikan kasus yang mereka tangani.
Emy fokus dengan laptopnya dan mendengarkan apa yang jawaban yang diberikan oleh kakek Lin, sedangkan Yumna sibuk dengan perekam suara yang ia keluarkan dari tas kecil yang ia bawa, "Kalian memang benar-benar profesional"Ucap Raka kagum melihat apa yang dilakukan oleh ketiga wanita yang berada dihadapannya.
Jia kembali bertanya dan juga dijawab oleh kakek Lin, setelah Jia merasa cukup dengan jawaban dari kakek Lin ia pun mengubah cara duduknya, Emy dan Yumna yang sudah terbiasa pun mengakhiri mengetik dan merekam, "Sudah?" tanya Raka bingung dan dijawab anggukan dari Emy, "Kalian sebenarnya siapa?" tanya Raka bingung.
__ADS_1
"Bukankah aku sudah memperkenalkan kami adalah detektif" jawab Yumna menatap kesal Raka, "Dan bakat, bakat apa yang diturunkan pada Jia?" tanya Raka lagi, "Bakat melihat hantu, dan mengetahui kebohongan seseorang" jawab Yumna yang membuat Raka ketakutan, "Kalian Dukun?" tanya Raka yang semakin membuat Yumna kesal.
"Kami detektif bukan dukun" jawab Yumna dengan kesal ia merasa kesal pada Raka yang mengklaim bahwa mereka adalah dukun, padahal sudah dengan jelas Yumna dan yang lainnya memperkenalkan diri sebagai detektif.
Raka menatap Yumna ragu lalu bertanya lagi pada Yumna "Kamu Juga bisa melihat hantu?" tanya Raka pada Yumna, "Sebenarnya aku tidak bisa melihat hantu tetapi setelah berteman dengan mereka aku bisa melihat hantu" jawab Yumna, "Raka kamu bertukar kepribadian dengan Tian?" tanya Emy bimngung melihat pacarnya yang tiba-tiba menjadi banyak bertanya bahkan bertingkah konyol.
__ADS_1
"Bagaimana cara kita mencari tau?" tanya Raka pada Jia, "Bukankah kalian polisi? seharusnya kalian tau kan cara mencari seseorang" jawab Jia, "Benar juga" ucap Raka sambil mengangguk, "Aku merasa Raka dan Tian bertukar kpribadian" ucap Emy lagi.
Jia menatap bingung kearah Emy lalu tersenyum, "Aku rasa Tian sedang menyembunyikan sesuatu" ucap Jia tersenyum tipis sambil menatap kearah Tian, "Jangan-jangan Kakek Jhonny itu kakek mu ya" tanya Raka pada Tian, Tian melotot mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Raka, "Ku rasa kamu salah minum obat" ucap Tian pada Raka.
Raka memandang Tian lalu menyipitkan matanya, "Kurasa benar kan kakek Jhonny itu kakek mu" ucap Raka lagi membuat Tian memnghela nafas kasar, "Raka dengar ya aku tidak kenal dengan kakek Jhonny, bagaimana bisa dia menjadi kakek ku" ucap Tian lalu mengusap wajahnya, "Benar juga kalau kamu tidak kenal bagaimana bisa dia menjadi kakek mu" ucap Raka yang membuat orang-orang yang berada disana menggelengkan kepala.
__ADS_1
****************************************
Mereka semua keluar dari kantor kakek Lin dan menuju kendaraan yang mereka naiki, Aryan memberikan helm kepada Jia, Jia yang melamun pun mengambil dan langsung memasang kekepala tanpa melihat keadaan helm yang ia pegang, "Aaaaaaaaaaa, kenapa gelap? apakahg mataku buta?" teriakan histeris Jia membuat Aryan terkejut dan langsung melepas helm yang berada dikepala Jia.