
Aryan menatap kearah ranvi dengan tatpan sinis membuat ranvi merasa tak nyaman, dia melihat kearah aryan, aryan pun mengalihkan pandangannya kearah lain, Ranvi yang sangat paham kalau dia sedang ditatap dengan tatapan tak suka pun langsung berbicara, "Jia apa kita bisa bicara sebentar?" tanya ranvi, "Bicara saja" ucap jia, "Aku ingin membicarakan pernikahan denganmu" ucapnya membuat mereka yang berada disana langsung terdiam menatap kearah jia dan ranvi, "Ah itu kita bicarakan ditempat lain" ucap jia berdiri dan pergi keruangan lain diikuti oleh ranvi, "Emy, kau dengar yang dikatakan ranvi? pernikahan? apakah jia berubah pikiran? dan akan menikah dengan ranvi?" tanya yumna, "Entahlah sepertinya dia berubah pikiran" ucap emy, "Teman kalian sepertinya memang tidak mau dengan aryan, makanya dia menolak" ucap tian, "Kau tak punya otak?" ucap raka, "Aku hanya berbicara fakta" ucapnya, "Kau tak memikirkan perasaan teman kita, kau seharusnya memikirkan perasaannya" ucap raka, mereka semua melihat kearah aryan yang sedang melahap pizza, ia berhenti dan melihat ke teman-temannya yang menatapnya, "Sepertinya percuma kalian mengkhawatirkannya, dia bahkan terlihat baik-baik saja"ucap emy, "Tak perlu mengkhawatirkanku, aku sungguh tak tertarik dengannya" ucap aryan.
Mereka semua melanjutkan memakan pizza, ketika jia dan ranvi kembali semua mata tertuju pada mereka berdua, jia yang awal nya tertawa sambil berbincang langsung berhenti dan melihat kearah emy dan yumna yang menatap curiga padanya, "Ada apa?" tanya jia, "Kau terlihat sangat bahagia, kalian sudah menetapkan pernikahan?" tanya emy, jia dan ranvi saling tatap lalu tersenyum, mereka kembali duduk ditempat duduk sebelumnya, emy dan yumna hanya berpandangan lalu kembali menikmati pizza, saat sedang asik menikmati pizza tiba-tiba telpon emy berdering lalu emy mengangkatnya, "Iya apakah ada masalah?" tanya emy, "Bagaimana bisa?" ucapnya membuat yang lain penasaran, emy menutup telpon, "Jia apakah kau memasang pelacak pada pria yang menyerangmu?" tanya emy, "Bukankah kau yang menangkapnya waktu itu? kau tak memasang?" tanya jia, "Aku tak mengerti cara memasangnya" ucap emy, "Sebentar dia manusia, bagaimana caranya kalian memasang pelacak?" tanya tian, "Melalui barang yang ia gunakan,misalnya seperti jam" ucap jia, "Saat itu dia tak menggunakan jam" ucap emy, "Kau benar kita tak bisa memasang jika dia tak menggunakan barang yang ia pakai setiap hari"ucap jia, "Apakah dia kabur?" tanya jia, "Dia tiba-tiba menghilang" ucap emy, "Tidak mudah pergi bergitu saja, apakah dia mendapat bantuan dari orang dalam"ucap jia, "Bisa jadi" ucap emy, "Aku merasa sepertinya kita sedang dipermainkan" ucap jia, "Apa maksud mu?" tanya emy pada jia, "Apa kalian ingat saat semua data yang kita kumpulkan menghilang?"tanya jia, "Hm ingat ada apa?" tanya emy, saat itu pimpinan lin tidak sepanik saat data kasus 2 tahun yang lalu hilang"ucap jia semakin curiga.
__ADS_1
Jia bangun dan lalu mengambil laptopnya, lalu dia duduk kembali ketempatnya semula, dia langsung membuka sesuatu yang tak dimengerti orang-orang yang disekitarnya, Emy yang mengerti dengan apa yang sedang dilakukan oleh jia pun langsung mengambil sesuatu lalu kembali, ia duduk di samping jia lalu memejamkan matanya, "Yumna, cek kembali rekaman sebelum kejadian" ucap jia masih sibuk dengan laptopnya, "Emy kau mendapatkan sesuatu?" tanya jia yang semakin fokus dengan laptopnya, "Aku tak melihat kalau ini benar-benar kejahatan" ucap emy masih memejamkan matanya, "Yumna, tolong kau aktifkan komputer" ucap jia, yumna langsung bergegas menghidupkan komputer, ketika yumna sedang fokus membuka file yang ditrasnfer oleh jia tiba-tiba saja tangan seseorang menyentuh tangannya yang sedang memegang mouse, ia melihat kearah orang yang memegang tangannya, "Aaaaaaaaaaa" teriak yumna membuat semua orang terkejut, jia melihat ke yumna lalu menghelakan napasnya, "Hey jelek jangan mengagetkannya" ucap jia kesal lalu ia melanjutkan yang ia lakukan, 4 pria yang sedang bersama mereka pun bingung apa yang sebenarnya mereka lakukan, mereka duduk sambil melihat satu sama lain, "Jia beri tahu dia jangan mengganggu ku aku tak bisa fokus" ucap yumna yang masih sibuk dengan dengan komputer, "Hey jelek kembali kekamar, jangan mengganggu" ucap jia, emy masih sibuk memejamkan matanya, jia, yumna dan emy menghembus napas lalu mereka semua terdiam sebentar, yumna duduk disamping emy, mereka bertiga bertatapan lalu memasang wajah kesal, "Ada apa?" tanya raka yang bingung melihat 3 wanita yang tiba-tiba berekspresi kesal, Jia langsung bangun, "Kaliian sudah dapat jawaban kan?" tanya jia, emy dan yumna mengangguk, "Ayo kita kekantor pimpinan lin" ucap jia.
4 pria yang tak tau apapun mengikuti 3 wanita yang bergegas pergi dari markas mereka, sampai dikantor pimpinan lin emy, jia dan yumna langsung bergegas keruangan pimpinan lin, 4 pria itu mengikuti mereka dari belakang, "Apa mereka sudah menemukan pelakunya?"tanya tian, "Entahlah lebih baik kita ikuti" ucap raka, emy langsung masuk tanpa mengetuk pintu, "Ada apa?" tanya pimpinan lin, "Anda mempermainkan kami? anda tidak percaya dengan kemampuan kami?" ucap emy, "Kalian sudah mengetahui nya?" tanya pimpinan lin tersenyum, "Tuan anda membuang-buang waktu" ucap jia, "Kemampuanmu memang sama seperti nenekmu" ucap pimpinan lin, "Apakah anda kira kami hanya untuk main-main?" ucap yumna, "Baik-bai kalian jangan emosi, saya tetap membayar kalian, kasus ini sudah kalian tuntaskan, saya beri kalian waktu 1 minggu untuk beristirahat, setelah itu kalian harus fokus pada kasus yang harus kalian pecahkan" ucap pimpinan lin, "Dengan entengnya anda bilang seperti itu" ucap emy, "Tenang saya akan memberikan bayaran lebih"ucap pimpinan lin, "3 lipat" ucap emy, "Baik" ucap pimpinan lin, "Baik deal" ucap emy mengulurkan tangannya, "Deal" ucap pimpinan lin, jia dan yumna tersenyum sedangkan 4 pria yang mengikuti mereka terlihat sangat bingung, "Aku kira kalian akan merobohkan kantor ketua lin" ucap tian, mereka semua menatap kearah tian, "yang bingung dengan apa yang dilakukan oleh mereka.
__ADS_1
Mereka sampai kemarkas mereka semua langsung kembali duduk, ke 3 gadis itu sibuk entah apa yang mereka lakukan sedangkan ke 4 pria yang masih terus mengikuti mereka hanya melihat dari ruang tamu, "Sebenarnya tadi kalian kenapa?" tanya tian pada yumna yang sibuk memasukan beberapa snack ke tasnya, "Nanti akan dijelaskan jia" jawab yumna kembali sibuk dengan kegiatannya, Raka menarik tangan jia yang lewat didepannya, "Apa jelasin?" tanya raka, "Jadi kasus yang kita tanganin kemaren itu, hanya akal-akalan pimpinan lin" ucap jia, "Oh gitu, eh jadi penjahat-penjahat yang kalian tangkap itu semuanya palsu?" tanya raka, "Ya begitulah" ucap jia lalu kembali menyelesaikan apa yang ia kerjakan, "Kakek itu jahat sekali" ucap raka, "Kalian tidak pergi?" tanya jia, "Pergi kemana?" tanya tian balik, "Kami akan pergi jadi kalian juga harus pergi" ucap jia, "Baik kami akan pergi dengan kalian" ucap tian, "Bukan itu maksudku, pulang sana kami akan berangkat ketempat lain" ucapnya, "Hm aku pengen jalan-jalan sama yumna" ucap tian, "Kami ingin refreshing, kalian jangan ikut, mengerti" ucap jia, "Ya sudah kalau gitu, ibu juga sudah nunggu dirumah aku pergi dulu ya hati-hati" ucap ranvi berdiri, "Hm iya, aku antar keluar" ucap jia mengikuti ranvi yang berjalan kearah pintu, "Mereka sepertinya semakin dekat" ucap tian melihat jia yang mengikuti rani dari belakang.
Sementara itu jia yang mengantar ranvi keluar pun mengatakan, "Oh ya gimana saran aku tadi?" tanya jia, "Yang mana?" tanya ranvi, "Untuk lamaran pacarmu" ucap jia, "Aku akan pilih salah satu yang kamu sarankan" ucapnya tersenyum, "Kamu benar membuat mereka semuanya salah paham" ucap jia, "Aku ingin membantumu" ucap ranvi, "Membantu apa?" tanya bingung, "kau akan tau nanti" ucap ranvi lalu menjalankan motornya, "Sampai jumpa" teriak ranvi, "Sampai jumpa" teriak jia melambaikan tangannya, "Bahagia sekali" ucap seseorang dari belakang dengan nada dingin, jia berbalik dan tersenyum sinis, "Kenapa? kau cemburu?" ucap jia, "Cemburu? kau kira aku bodoh?" ucapnya lalu menaiki motornya dan pergi begitu saja.
__ADS_1