3 BEAUTIFUL DETECTIVE

3 BEAUTIFUL DETECTIVE
Bertemu kembali


__ADS_3

Aryan menatap Jia yang terlihat gugup lalu iya pergi, Mereka semua yang berada disana mengira Aryan tak memperdulikan Jia, namun mereka salah mengira ternyata aryan pergi untuk mengambil motor untuk mengantar Jia,


Yumna yang awalnya kesal pada aryan karena salah paham pun tersenyum melihat aryan yang berhenti tepat didepan Jia yang berada ditengah-tengah Yumna dan Emy, "Naik" ucap Aryan dengan dingin, ia juga melemparkan helm kearah Jia, Jia tentunya dengan sigap menangkap helm yang dilempar padanya,dia menatap tajam Aryan yang terlihat tak peduli padanya lalu memakai helm yang ia pegang.


Jia agak ragu untuk naik kemotor Aryan, "Cepat naik" ucap Aryan yang mulai kesal, Jia menarik nafas dan menghembuskannya kasar ia pun naik kemotor aryan ia agak ragu untuk berpergangan,namun tanpa disangka Aryan menarik tangan Jia dan melingkarkan tangan Jia kepinggangnya, Jia membeku tanpa saat tangan melingkar indah dipinggang Aryan.

__ADS_1


Yumna,Emy,Tian dan Raka yang melihat kejadian langka yang berada di depan mereka hanya mengulum senyum dan melihat satu sama lain, "Kami duluan" ucap Aryan lalu melanju meninggalkan teman-temannya yang masih tak menyangka dengan hal langka yang mereka lihat.


Jia ingin menarik tangannya yang melingkar dipinggang Aryan, Namun tangannya ditahan oleh Aryan, "Tetap pegangan yang erat" ucapnya menahan tangan Jia, Jia hanya bisa mengikuti apa yang aryan katakan karena ia juga takut jika terjatuh dari motor yang sedang melaju.


Jia masih mematung ditempat ia berdiri tadi,Aryan melihat kebelakang dan menghela nafas ia kesal melihat wanita yang berdii didekat motornya, ia pun berjalan kembali dan menggandeng tangan Jia, Jia kembali mematung dibuatnya namun tetap mengikuti langkah Aryan yang menarik tangannya, "Kau mau bertemu dengan Abram?"tanya Aryan tiba-tiba membuat Jia tersadar dan bingung untuk menjawab pertnyaan dari aryan.

__ADS_1


Aryan menunggu jawaban dari Jia namun Jia terlihat bingung dia pun kembali menarik tangan jia dan masuk kedalam rumah,"Ibu, Dimana abram?" tanya Aryan pad ibunya yang berada diruang tamu, "Abram dikamarnya" ucap ibu Aryan yang bingung melihat Aryan yang menggandeng tangan Jia yang Ibu Aryan tau, Aryan melarang Jia untuk bertemu dengan Abram.


Aryan kembali menarik tangan Jia kekamar Abram, Aryan mengetuk pintu kamar Abram "Abram lihat siapa yang datang" ucap Aryan, Abram melihat kearah pintu ia tersenyum dan berlari kearah jia, "Mami" teriaknya dan memeluk Jia, "Mami aku sangat merindukamu" ucapnya, Jia tersenyum dan menyamai tinggi abram, "Mami juga merindukanmu" ucapnya mengelus kepala Abram, "Mami kau pasti sangat sibuk sampai-sampai tak bisa menemuiku" ucap Abram masih terus memeluk Jia.


Jia menatap kearah Aryan, Aryan hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya, "Iya mami sangat sibuk, tapi mami tidak akan lupa denganmu" ucap Jia membuat Abram tersnyum lebar, "Apa mami akan lama disini?" tanya Abram, "Mungkin akhir pekan mami bisa menemanimu" ucap jia, "Baiklah mami aku akan menunggu akhir pekan" ucapnya ceria, "Anak baik, mami sekarang harrus pergi lagi jadi kau harus menurut dengan ayah dan nenek ya" ucap Jia, "Baik Bos" ucapn Abram dengan semangat.

__ADS_1


__ADS_2