
Jia membuka hpnya dan menatap layar yang bertuliskan nama aryan dia memberanikan diri menelpon aryan namun tak diangkat, ia mencoba menghubunginya lagi namun tetap saja tak diangkat oleh aryan akhirnya dia menghubungi raka, "Halo, ada apa jia?"tanya raka, "Em raka apa aku bisa minta bantuan mu?'" tanya jia, "Iya tentu saja, apa yang bisa aku bantu?" tanya raka, "Em kami perlu bantuan beberapa anggota polisi untuk membantu kami menjaga keamanan selama kami menyelidiki" belum selesai jia berbicara namun sudah disela oleh raka, "Seharusnya kau menhubungi aryan" selanya, "Aku sudah mencoba menghubunginya, tapi tidak diangkat" jawab jia, "Baik kalau begitu aku akan mencoba menghubungi aryan kalau disetujui olehnya kami akan langsung kesana" ucap raka, "Baik terima kasih" ucap jia, "Sama-sama aku akan menghubunginya dulu" ucap raka lalu mematikan telponnya.
__ADS_1
Raka menghubungi aryan dan ternyata diangkat oleh aryan, "Hey kenapa kau tak mengangkat telpon dari jia? mereka memerlukan bantuan dari kepolisian" ucap raka yang terdengar kesal, "Oh aku kira dia akan menggangguku" ucapnya santai, "Kau kira jia gadis yang akan menganggu seseorang? kau memang aneh sudahlah apakah kau menyetujuinya?" tanya raka, "Kau, Tian dan beberapa anggota datanglah kesana duluan aku akan menyusul, kirimkan alamatnya" ucap aryan, "Kantor pimpinan lin" ucap raka, "Baik aku akan kesana" ucapnya lalu memutuskan panggilan, "Ayo Tian bawa beberapa anggota kita kekantor pimpinan lin" ucap raka, "Ada apa?" tanya tian, "Perintah jadi tak perlu bertanya" ucap raka, "Kenapa kau sensi?" tanya tian, "Diamlah aku sedang kesal" ucap raka lalu meninggalkan tian yang masih penasaran, mereka bergegas menuju kantor pimpinan lin, sesampai disana raka langsung masuk mencari jia, "Jia, sebenarnya kalian sedang apa? kenapa banyak orang?" tanya raka bingung, "Kau tau tentang emy kan? kau tentu tau tentang bakat yang dia punya kan?" ucap jia, "Bakat? apa maksudnya?"tanya raka yang semakin tak mengerti, "Kau tak mengetahui tentang bakatnya?" tanya jia bingung, "Bakat apa?" tanya raka balik, "Dia mencari petunjuk dengan cara melihat ingatan dan apa yang dipikirkan orang-orang didalam, namun jangan beri tau siapapun tentang ini atau misi ini akan gagal" ucap jia, "Dia puuya bakat seperti itu kenapa kau baru memberi tauku?" tanya raka, "Sudahlah kau hanya membuang waktu sekarang kita harus bergerak cepat" ucap jia lalu meninggalkan raka yang masih penasaran dengan obrolan mereka barusan.
__ADS_1
Aryan yang menyusul anggotanya yang sudah lebih dulu sampai di kantor pimpinan lin, ia memarkirkan motornya dan langsung memasuki kantor dia melihat raka dan tian yang berdiri dibelakang emy yang sedang menanyai para karyawan yang perusahaan, ia berjalan menuju meja itu namun terhenti ketika ia melihat jia yang berjalan menunjukan file kepada emy, lalu jia dudu disamping emy sambil mengamati ekspresi orang yang sedang mereka tanyai, ia menatap jia cukup lama lalu memutuskan untuk mendatangi mereka, "Jia hubungi yumna, tanya apakah dia sudah mendingan" ucap emy, "Yumna sedang membantu mencari data orang luar yang berada diperusahaan saat kejadian itu" ucap jia, "Baik, oh ya coba kau lacak sekali lagi cctv yang berada diruangan itu cari pada hari dan tanggal kejadian pada pukul 13:25" ucap emy, "Kau menemukan petunjuk?" tanya jia, "Em, Raka tolong bawa pria ini keruangan yang sudah disiapkan" ucap emy, "Tolong kerjasamanya pak kita akan bicara lagi setelah ini" ucap emy pria itu hanya mengangguk lalu mengikuti raka, jia menatap dibarisan orang-orang tak sengaja ia melihat pisau yang berada disaku yang berada didalam jas pria yang duduk dipaling pojok belakang, ia menatap aryan yang berdiri tepat disampingnya, ia menghilangkan gengsinya dan memanggil aryan, "Aryan, mendekat" ucapnya, "Ada apa?" tanya aryan dengan dingin, "Kemari" ucapnya menarik aryan hingga membuat aryan terpaksa menunduk, "Pria dibelakang paling pojok kiri, dia membawa pisau disaku dalam jasnya" bisik jia pada aryan, aryan menatapnya tak percaya, "Kau mendengar ucapanku kan?"ucap jia, "Aku akan membawanya pergi" ucap aryan, "Jangan, suruh dia maju setelah ini" ucap jia, "Kau yakin?" tanya aryan, dibalas anggukan oleh jia, aryan mendatangi pria itu dan menyuruhnya maju lebih dulu, aryan mengikuti pria itu dari belakang ia menatap jia dengan ragu, namun jia tersenyum kearah pria itu, "Paman bagaimana kabarmu?" tanya jia tiba-tiba pria itu terlihat agak terkejut, "Apa kita pernah bertemu?" tanyanya pada jia, "Em ya tentu saja, saat itu kau meloncat dari jendela lantai lantai dua gedung perusahaan" ucap jia membuat pria itu terkejut dan mengelurkan pisaunya dan menodongkannya pada jia, "Paman jangan gegabah, disini banyak polisi" ucap jia dengan santai, "Kau teryata ingatanmu sangat bagus"ucapnya, "tentu saja, tunggu sebentar paman" ucap jia lalu menengok kearah tian, "Apakah orang-orang sudah aman sekarang?" tanya jia, "Ya mereka semua sudah aman" jawab tian.
__ADS_1
Yumna melihat kearah emy dan tersenyum dengan ekspresi konyolnya, "Kau sepertinya sudah sangat sehat" ucap emy, "Ya aku sudah sangat sehat" jawab yumna lalu tersenyum konyol, "Gadis ini entah bagaimana otak nya bekerja" ucap emy lalu kembali kemeja, 2 jam berlalu mereka mendapatkan 5 orang yang bisa menjadi petunjuk dan 2 orang tersangka, mereka pun memulangkan para karyawan yang lainnya, emy yumna, dan jia keruangan tempat orang-orang yang bisa menjadi petunjuk untuk mereka, "Baik terima kasih untuk paman dan bibi yang bersedia bekerjasama dengan kami" ucap emy, "Yumna tolong kamu kamu catat apa yang ku tanyakan dan jawaban mereka ya, dan jia kau bawa para polisi keluar" ucap emy, "Baik, mari ikut saya" ucap jia berjalan keluar dan diikuti oleh para anggota polisi yang berjaga didalam ruangan, "Apakah tidak apa-apa mereka berdua didalam?"tanya salah satu anggota polisi, "Tidak apa-apa mereka bisa bela diri" ucap jia, "Bukankah kau tadi yang meminta borgol padaku?" ucapnya terlihat semangat, "Ah kau tadi yang terpesona padaku" ucap jia, "Benar aku sangat terkesima melihat kelihaianmu, apa aku boleh meminta no hpmu?" tanyanya, "Tentu saja" ucap jia, "Boleh?"tanyanya lagi, "Tak boleh" sambung raka, "Kenapa kau yang jawab, aku menanyakan pada jia" ucapnya, "Kalau kau mau no jia kau harus izin dulu pada dia" ucap raka menunjuk aryan, "Apa hubungannya dengan aryan?"tanyanya, "Dia adalah tunangan aryan" jawab raka, "Benarkah?" tanyanya, "Benar" jawab raka, "Aku tak percaya aku akan menanyakannya sendiri" ucapnya lalu berjalan mendatangi aryan, "Hm pak apakah benar bapak tunangan jia?"tanyanya, "Tidak aku dan jia tak ada hubungan apapun" jawab aryan, "Baguslah kalau begitu aku ada kesempatan" ucapnya lalu kembali mendatangi raka dan jia, "Pak aryan bilang jia dan dia tak ada hubungan" ucapnya pada raka, "Apa masksudmu?"tanya jia, "Raka bilang kau dan pak aryan sudah bertunangan"jawabnya, "Raka kau mau menghilang dari dunia tanpa jejak ya" ucap jia menatap raka dengan tatapan tajam.
__ADS_1
"Oh ya namaku Ranvi" ucapnya menyodorkan hpnya pada jia, namun belum sempat jia mengambil hp itu sudah direbut duluan oleh aryan, "Kau datang untuk bertugas atau untuk menggoda hah?" tegas aryan, jia menatap bingung suasana yang ada didepannya, "Tidak apa-apa lagi pula dia hanya ingin berkenalan kan" ucap jia, "Benar aku hanya ingin berkenalan dengannya" ucap ranvi, jia mengambil hp ranvi yang berada ditangan aryan lalu memberikan nomor hpnya, lalu ranvi mencoba menghubungi nomor itu dan hp jia berbunyi, "Sudah benar" ucap jia, "Terima kasih" ucap ranvi lalu kembali berdiri disamping raka, "Apa kita bisa bicara sebentar?" tanya aryan pada jia, "Tentu silahkan" ucap jia, "Kita cari tempat lain" ucap aryan lalu berjalan keluar dan diikuti oleh jia.
__ADS_1