
"Hanya ada 2 kemungkinan, pertama masuk keruang waktu kembali ke masa lalu atau mereka ke masa depan dan kedua mereka masuk kedalam cahaya dunia parallel dan berpindah ke dunia parallel"Ucap Emy.
"Hm kalau bisa begitu aku ingin kembali ke masa kecil lalu aku akan bermain dan tidur siang semauku"ucap Yumna dengan gembira membuat Jia dan Emy menghela nafas dan menggeleng melihat tingkah sahabat mereka yang seperti anak kecil.
"Sepertinya kau tidak perlu kembali kemasa lalu,sekarang pun kau mau tidur siang tidak akan ada yang melarang"Ucap Emy lalu tertawa kecil,melihat ekspresi Yumna yang awalnya gembira menjadi kesal dan memonyongkan bibirnya.
"Berbeda kalau dirumah, ibuku selalu memarahi ku"Ucap Yumna.
"Bukankah kau bisa datang kemarkas jika ingin tidur siang, tidak akan ada yang memarahimu"Ucap Jia lalu mulai beralih mengambil telponnya.
"Tidak juga aku juga harus menyelesaikan tugas dan jugha sulit untuk tidur siang"Jawab Yumna sambil memasang ekspresi memelasnya.
"Sudahlah lebih baik kau bantu hubungi Tian atau Raka, aku tidak punya nomer ponsel mereka"ucap Jia meminta Yumna untuk menelpon 3 polisi tampan itu.
"Hm baiklah aku akan menghubungi Tian, tapi kau benar-benar tidak ada nomber Aryan?"Tanya Yumna dengan polosnya tanpa perduli dengan eksprsi Jia yang terlihat kesal.
"Aku tidak punya nomernya"jawab Jia.
"apa kau mau nomernya?" tanya Yumna lagi.
"Tidak"Jawab Jia singkat dan padat.
"Bukannya kamu pernah menyimpan nomber Aryan ya?"ucap Yumna masih dengan ekspresi polosnya.
__ADS_1
"Sudahlah yang banyak tanya cepat hubungi mereka"Ucap Jia yang sudah sangat kesal dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh Yumna.
Refan menatap Jia dan Yumna bergantian,ia merasa heran dengan 2 wanita yang berada dihadapannya.
.
.
.
.
Beberapa menit setelah Yumna menghubungi 3 polisi tampan, dan mereka harus menunggu karena 3 polisi tampan sedang melaksanakan tugas dari atasan mereka.
"Apakah kalian punya makanan?Aku belum makan malam"Tanya Refan yang merasa perutnya mulai berbunyi dan merasa lapar.
"Tidak usah pesan, aku akan memasak mie saja"ucap Refan lalu berjalan menuju dapur dan diikuti oleh Emy untuk menunjukan tempat mie dan lain-lain.
"Apakah kalian tidak melakukan tugas lain selain memecahkan kasus kantor itu?" tanya Refan yang penasaran dengan 3 detektif cantik.
"Hm untuk sementara waktu kami hanya melaksanakan tugas yang diberikan oleh Pimpinan Lin kali ini, kasusnya adalah kasus besar yang harus kami pecahkan"ucap Emy sambil mengambilkan piring dan juga alat makan untuk Refan.
"Oh begitu, kalau misalnya kalian tidak bisa memecahkan kasus ini kalian harus bagaimana?"tanya Refan yang masih penasaran.
__ADS_1
"Hm sepertinya kami tidak akan mendapatkan kasus apapun lagi"Ucap Yumna menghela nafas.
"Hey jangan berbicara sembarangan"Ucap Jia memperingatkan Yumna.
"Hm baiklah aku tidak akan bicara sembarangan lagi"Ucap Yumna pasrah ia juga takut Jia akan memarahinya.
.
.
.
.
.
.
.
.
Beberapa jam terlah berlalu tetapi 3 pria yang mereka tunggu belum datang juga, Emy dan Yumna mencoba menghubungi Tian dan Raka, namun tidak ada yang menjawab panggilan dari mereka membuat Yumna dan Emy merasa khawatir.
__ADS_1
"Bagaimana apakah ada jawaban dari mereka?" tanya Jia pada Yumna dan Emy.
"Hm sepertinya mereka sangat sibuk hingga tidak mendengar panggilan masuk"Jawah Yumna.