
Hey ayo pulang apa kau mau lembur lagi?" ucap Rima yang melihat sahabatnya sangat kalut, ia tidak mengerti apa yang membuat sahabatnya begitu gusar.
"Lembur lagi?"tanya Refan kebingungan.
"Ya kau sudah semalaman lembur, kau tidak mengantuk?" tanya Rima.
"Hah? Aku"ucap Refan terhenti ia ingat ia baru saja kembali dari dunia parallel.
"Kenapa?" tanya Rima terkejut melihat sahabatnya yang tiba- tiba membeku.
"Apa kau yakin?"tanya Refan dengan ekspresi serius dan tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh sahabatnya.
"Iya kau lembur kemarin malam"Jawab Rima.
Refan tercengang ia merasa dirinya tidak ada lembur belakangan ini, lalu siapa yang lembur?.
"Hey ekspresimu jangan seperti itu,kau membuatku takut"Rima memukul bahu Refan dengan kasar membuat Refan tersentak.
__ADS_1
"Hey apakah kamu perempuan? Kenapa kasar sekali"Ucap Refan memegangi bahunya yang terasa perih karena pukulan dari Rima.
"Salah sendiri, siapa suruh membuatku takut, ayo pulang" Ucap Rima lalu pergi lebih dulu lalu diikuti oleh Refan yang masih kebingungan.
"Sudah jangan dipikirkan lagi,Aku duluan ya"Ucap Rima lalu masuk kedalam mobilnya.
Refan memperhatikan mobil Rima yang melaju menjauh darinya, ia pun masuk kedalam mobilnya dan melajukan mobilnya, ia terus berpikir bagaimana bisa Rima mengatakan ia lembur kemarin malam padahal ia kemarin malam berada didunia parallel.
Ia berkendara dengan kecepatan sedang namun ia menuju kerumahnya.
Akhirnya ia sampai dirumahnya dan memarkirkan mobilnya digarasi Rumahnya, ia masuk dan menjatuhkan badannya ke atas tempat tidurnya,beberapa saat kemudian ia pun bangun dan mandi untuk menyegarkan dirinya.
"Jangan-jangan aku dari Dunia parallel datang ke sini?"Ucap Refan terus berpikir.
"Ting tong.................."(suara Bel) membuat Refan terperanjat lalu menuju depan pintu ia membuka pintu dan ternyata makanan yang ia pesan, dia mengambilnya lalu menaruh diatas meja makan dan mengambil peralatan makannya.
Ia berjalan menuju meja makan dan duduk dikursi lalu mulai membuka satu persatu makannya.
__ADS_1
Ketika Refan ingin memasukkan tempe goreng kesukaannya kedalam mulut dan lagi-lagi cahaya yang menyilaukan membuat Refan terkejut dan reflek menutup wajahnya,beberapa saat kemudian ia pun membuka matanya dan melihat kesekitar, ia tidak menemukan siapa pun namun ketika ia melihat kearah meja makan ia tidak menemukan makanan yang tadi ia hidangkan diatas meja.
"Apa aku kembali kedunia parallel?" ucapnya lalu bergegas keluar dari rumah dan menuju tempat tinggal 3 detektif, ia tergesa-gesa menyetop taksi.
"Ke alamat ini pak"ucap Refan memperlihatkan ponsenya, sebelum ia pergi ia sempat mencatat alamat 3 detektif di ponselnya.
Selama perjalanan Refan merasa risih karena sopir taksi yang selalu memerhatikannya dispion,hingga akhirnya ia buka suara dan menegur sang sopir.
"Maaf pak, ada apa ya sejak tadi menatap saya seperti itu? Saya merasa tidak nyaman"Tutur Refan.
"Oh maaf mas, saya hanya sedikit heran, apakah mas tidak merasa kedinginan hanya menggunakan baju mandi?" Jawab sopir itu dengan ragu.
"Hah?"Refan terkejut dan melihat ke badannya ia terkejut ternyata dia masih memakai jubah mandinya belum memakai baju tidurnya.
"Kenapa mas?, mas baik-baik saja kan?"tanya sopir taksi khawatir dengan Refan yang terperanjat melihat apa yang ia pakai.
"Ah iya pak saya baik-baik saja, saya hanya lupa mengganti baju"Jawab Refan menahan malu, seharusnya ia menggunakan bajunya dulu sebelum keluar dari rumah.
__ADS_1