3 BEAUTIFUL DETECTIVE

3 BEAUTIFUL DETECTIVE
Entah berakhir atau ini awal dari segalanya


__ADS_3

Mereka membawa file ke kantor pimpinan lin, sementara itu jia pergi ke taman bermain menggunakan taksi, ia menelpon aryan, "Apa kalian masi di taman bermain?" tanyanya, "Ya kami masih ditaman, apa pekerjaan mu sudah selesai?" tanya aryan, "Ya sudah selesai, sekarang aku menuju kesana" ucapnya lalu mematikan telpon, "Hey... aku belum selesai berbicara" ucap aryan lalu melihat kearah abram yang sedang menikmati es creamnya, "Ayah, ibu yang menelpon?" tanya abram, "Iya dia sedang dalam perjalanan kesini"jawabnya lalu mengelap bibir abram, "Aku akan bermain lagi setelah ibu tiba" ucap abram lalu melanjutkan menikmati es creamnya, jia turun dari taksi dan langsung menelpon aryan, "Kalian dimana?" tanya jia, "Didekat orang jual jajanan" jawab aryan lalu jia mematikan telponnya, jia melihat aryan dan juga abram disana namun ada satu perempuan yang duduk disamping abram, Jia berdiri memperhatikan mereka dari jauh, abram menoleh kearah jia ia langsung turun dari kursi dan berlari kearah jia, "Ibu kenapa lama sekali?" tanya abram memeluk jia, "Ah maafkan ibu, pekerjaan ibu baru selesai" jawab jia, "Ayo ibu, ayah sudah lama menunggu" ucap abram menarik tangan jia mendatangi aryan, "Ayah, ibu sudah datang ayo kita main lagi" ajak abram berdiri disamping aryan, "Pekerjaan mu sudah selesai?" tanya aryan, "Menurutmu?" tanya jia balik dengan nada dinginnya, jia melihat kearah perempuan yang duduk didepan aryan.

__ADS_1


Perempuan itu tersenyum kearah jia, jia membalas senyuman perempuan itu, "Ah ini yerin teman sekolahku" ucap aryan mengenalkan yerin pada jia, "Aku jia" ucap jia mengulurkan tangannya dan tersenyum< "Yerin" ucapnya menjabat tangan jia, "Oh ya aku masih ada urusan, aku pergi duluan ya" ucap yerin berpamitan, "Iya hati-hati" ucap aryan, "Hey dia cukup cantik kenapa tidak menikah dengannya saja?" bisik jia pada aryan, "Ibu ku tak menyukainya" ucap aryan lalu mengandeng tangan abram, "Ayo kita main" ucapnya lalu berjalan meninggalkan jia yang masih bingung, jia menyusul aryan dan abram yang berjalan lebih dulu darinya, "Abram kau tak bosan?" tanya jia pada abram, "Kenapa ibu kau bosan?" tanya abram, "Iya ibu sangat bosan tidak ada yang menyenangkan" ucap jia memasang ekspresi sedih, "Apa yang ibu sukai?" tanya abram memegang tangan jia, "Ibu ingin makan cumi itu" ucap jia menunjuk salah satu tempat penjual makanan, "Ayo kita beli" ucap abram menarik tangan jia mereka berlari kecil kearah pedagang yang menjual sate cumi, "Ibu kau sangat menyukai cumi?" tanya abram, "Tentu saja cumi sangat enak kau mau coba?" tanya jia menyodorkan sate cumi, abram langsung mencoba sate cumi yang ditawarkan oleh jia, namun tanpa diketahui oleh jia ternyata abram alergi dengan cumi, abram memegangi dadanya dan juga mengaruk tangannya, "Ibu aku tidak bisa bernapas" ucapnya membuat jia panik, aryan yang baru kembali dari toilet langsung berlari mendatangii abram, "Ada apa?" tanya aryan panik dia berlutut melihat wajah anaknya, "Dia sesak nafas setelah makan sate cumi" ucap jia, "Sate cumi? kau memberinya cumi" bentak qian lalu langsung mengendong abram masuk kedalam mobil, jia mengikuti mereka dan membaringkan abram di pangkuannya, "Abram kau mendengar ibu?" tanya jia terisak, abram mengangguk namun matanya terpejam ia memegangi dadanya, "Maafkan ibu, ibu itdak tahu kau alergi cumi" ucap jia mengelus rambut abram, aryan fokus menyetir dan menambah kecepatannya, sesampai dirumah sakit aryan langsung menggendong abram memasuki rumah sakit.

__ADS_1


Jia sangat cemas dengan keadaan abram dia terus memegangi tangan abram yang sedang di priksa oleh dokter sedangkan aryan dia mengurus semua keperluan untuk abram, setelah kondisi abram membaik abram dipindahkan kamar rawat inap, jia terus memegangi tangan abram yang sedang tidur, aryan memasuki ruangan abram lalu menarik tangan jia keluar ruangan, jia hanya mengikuti aryan yang menariknya, "Pergi" ucap aryan dingin, "Tapi abram" ucap jia belum selesai namun sudah disela oleh aryan, "Pergi saja, dan jangan temui anakku lagi" ucapnya dengan wajah tatapan tajam, "Tapi" ucap jia, "Pergi saja aku tak perlu penjelasanmu" ucap aryan mengusir jia, "Maaf aku tidak tau dia alergi cumi" ucap jia menunduk aryan berbalik kearah jia, "Aku bilang pergi, kau tak perlu menemuinya lagi" ucap aryan lalu masuk kedalam ruang rawat abram, jia menuruti apa yang dikatakan oleh aryan ia berjalan keluar dari rumah sakit lalu menelpon emy untuk menjemputnya, dia duduk dikursi yang berada disana dia menatap lurus hingga emy yang turun untuk menyadarkan jia yang melamun, "Jia kau baik-baik saja?" tanya emy yang khawatir, karena dia sangat kenl dengan jia, jia gadis yang ceria dia pernah melihat jia seperti itu saat ia melihat ayahnya dengan gadis lain dan juga saat orang yang dia suka berpacaran dengan wanita lain, kali ini ia melihat sahabatnya yang kembali menjadi seperti dulu, mereka masuk kedalam mobil jia kembali diam dan menatap lurus kedepan, "Jangan dipikirkan itu bukan salahmu" ucap emy, jia hanya diam dan menarik napas, "Oh ya besok aku dan yumna akan ke tkp, kau istirahat saja dulu"ucap emy, "Tidak, aku akan ikut ke tkp" ucap jia yang membuka hpnya, "Oh ya kalau bisa besok pagi langsung jemput ya" ucap jia, "Kau yakin besok ikut?" tanya emy, "Iya, aku baik-baik saja" ucap jia tersenyum, emy melihat kearah jia lalu ia menarik napas dan kembali fokus menyetir.

__ADS_1


__ADS_2