3 BEAUTIFUL DETECTIVE

3 BEAUTIFUL DETECTIVE
Sepetinya kamu tidak bercanda


__ADS_3

"Benar yang dikatakan oleh Tian, kecil kemungkinan kita akan bertemu atau berhubungan lagi ketika kamu kembali keduniamu, namun kita harus mencoba saja dulu" Ucap Yumna.


"Hm, aku akan coba nanti"Ucap Refan mengotak-atik hpnya yang tidak mempunyai sambungan internet.


"Bagaimana kalau kita coba beli kartu yang baru siapa tau hp Refan bisa berfungsi"Ucap Raka.


"Benar juga, sebentar aku ambil kartu prabayar"Ucap Emy lalu pergi kekamarnya dan kembali membawa kotak kecil ditangannya.


"Banyak sekali" ucap Raka terkejut melihat kartu prabayar yang berada didalam kotak yang dipegang oleh Emy.


"Hm tentu saja,aku punya banyak kartu untuk menghubungi pacar-pacarku" ucap Emy sambil menggulum senyumnya saat melihat ekspresi Raka yang berubah menjadi cemberut.


"Sepertinya kamu tidak bercanda"ucap Refan tertawa kecil sambil mengulurkan tangan mengambil kartu handphone yang di sodorkan oleh Emy.


"Tentu saja" Ucap Emy tertawa kecil.


"Apakah harus mengatakan hal itu dihadapanku?"ucap Raka dengan kesal dan bangkit dari tempat duduknya dan pergi kedapur.


"Bukankah kau juga begitu?" ucap Tian tiba-tiba membuat Raka membelalakkan matanya.


"Kau tidak bisakah untuk berbicara baik sedikit saja untuk sahabatmu?"ucap Raka menatap Tian dengan kesal.


"Sudahlah kau tidak perlu banyak tingkah,kasus yang kita tangani sudah sangat lama,sebelum semua jejak menghilang kita harus cepat-cepat menyelesaikannya"Ucap Tian yang tidak mau disalahkan oleh Raka.

__ADS_1


"Benar apa yang dikatakan oleh Tian kita harus cepat menyelesaikan kasus sebelum semua jejak menghilang,tetapi sekarang otakku sedang tidak bisa berpikir apa bisa kita bicarakan besok saja?" Ucap Aryan sambil menghela nafas dan menyenderkan punggungnya pada sofa.


"Bukankah itu akan membuang waktu kalian? Kenapa tidak sekarang saja?" Tanya Refan dengan ekspresi polosnya.


"Kau benar memang sangat membuang waktu,namun aku punya anak yang harus aku urus dan juga otakku harus istirahat" Jawab Aryan dengan menahan kekesalannya.


"Kau punya anak?" Tanya Refan lagi dengan polosnya.


"Ya dia punya anak,Dia ayahnya dan dia ibunya"Jawab Tian menunjuk Aryan dan Jia bergantian.


"Kalian suami istri?" Tanya Refan lagi.


"Tentu saja bukan"Ucap Jia terkejut dengan pertanyaan Refan.


"Kenapa harus pakai tentu saja? aku hampir jantungan"ucap Aryan menatap tajam Jia.


"Ada apa?" tanya Jia kebingungan.


"Kau tertawa sangat lepas,sepertinya itu baru pertama kali aku lihat,kau terlihat sangat manis"Ucap Aryan mengeluarkan jurus andalannya.


"Kau sedang gombal?" tanya Tian pada Aryan.


"Tidak aku sedang emosi"Jawab Aryan.

__ADS_1


"Oh" Jawab Tian tanpa merasa bersalah.


.


.


.


.


.


.


Mereka semua hening untuk beberapa saat hingga akhirnya Emy bangkit menuju pintu lalu kembali dengan beberapa kotak pizza ditangannya.


"Pizza? Ternyata kalian bisa makan pizza?" tanya Tian.


"Tentu saja" jawab Emy menggambil satu potong lalu memasukkannya ke mulut.


"Aku kira kalian hanya makan pecel lele,ketoprak dan teman-temannya" ucapnya.


"Kita juga bisa makan Pizza" Ucap Jia dan melahap pizzan tanpa berniat untuk berdebat dengan tian.

__ADS_1


"Ternyata pizza didunia kalian sama saja dengan didunia ku"Ucap Refan sambil memperhatikan ptongan pizza ditanggannya.


Namun ketika Refan memasukkan Pizza kemulutnya ia merasa telingganya berdenging hingga potongan pizza yang berada ditangannya terjatuh.


__ADS_2