
Berdering,namun tidak ada jawaban"Ucap Jia mencoba menghubungi kontak Refan lagi namun tetap saja tidak ada jawaban.
"Jadi kita harus bagaimana?"tanya Raka
Jia masih sibuk dengan ponselnya ia mengetik sesuatu lalu meletakkan kembali ponselnya diatas meja dan kembali melanjutkan makan Pizzanya.
Ia merasa ada yang menatapnya, ia pun menoleh ternyata semuanya sedang menatap Jia dengan penuh pertanyaan yang nampak dari ekspresi mereka yang sedang menatap Jia.
"Kenapa?" tanya Jia masih melahap Pizza.
"Kau setenang itu? Bagaimana bisa kau tidak panik?"tanya Tian pada Jia.
"Tidak perlu panik, yang penting kita bisa terhubung dengan dunia parallel,dia pasti akan menghubungi ulang nanti"Jawab Jia santai.
"Hm bagaimana kalau dia tidak menghubungi kita?"tanya Raka kebingungan.
"Tenang saja dia pasti akan menghubungi"ucap Jia, meletakkan potongan pizza ketangan Raka.
"Baiklah"ucap Raka lalu melahap Pizza yang diberikan oleh Jia.
.
.
__ADS_1
.
.
.
Sedangkan didunia seberang atau lebih tepatnya Dunia parallel yang ditinggali oleh Refan, pria itu terlihat sibuk dengan komputernya mengerjakan pekerjaannya tiba-tiba saja ponselnya mendapatkan notifikasi pesan dan ada beberapa panggilan tak terjawab.
"Hey Rima... Rima" teriak Refan berlari membawa ponselnya mencari Rima sahabatnya.
"Ada apa Refan? Kau memenangkan undian berhadiah?" tanya Rima pada Refan yang terlihat seperti seseorang yang memenangkan undian berhadiah.
"Lihatlah, Jia menghubungiku dan mengirimiku pesan'ucap Refan memperlihatkan pesan dari Jia yang pastinya membuat Rima keherannan dan tak percaya namun ia sekarang melihat dengan jelas bahwa nomor asing tersebut menghubungi ulang sahabatnya.
"ya aku bertemu 3 detektif cantik dan 3 posisi tampan, mereka sedang menyelidiki kasus orang-orang yang menghilang puluhan tahun yang lalu" ucap Refan menjelaskan kepada Rima dan mulai mengetik di ponselnya untuk membalas pesan Jia.
(Aku Refan aku menghubungi mu dari tadi tetapi kamu tidak mengangkat panggilan ku) ketik Refan dan mengirimkan teksnya.
Beberapa menit kemudian notifikasi masuk lagi balasan dari Jia.
Jia:(Ponsel ku dari tadi,hanya saja tidak ada panggilan yang masuk,namun tiba-tiba ada panggilan tak terjawab, aku juga mencoba menghubungimu namun kamu juga tidak mengangkat panggilan ku) pesan dari Jia membuat Refan merasa kebingungan.
Refan pun mencoba menghubungi Jia kembali namun sama saja hanya berdering tetapi tidak ada jawaban, Refan pun mencoba beberapa kali namun tetap saja hasilnya nihil.
__ADS_1
(Jia aku baru saja menghubungi mu kenapa kau tidak menganggat panggilanku?)Ketik Refan dan mengirimkannya pada Jia.
.
.
.
.
.
Sementara itu Jia yang melihat ponselnya mendapatkan pesan pun dengan sigap ia mengambil ponselnya dan langsung membuka pesan tersebut.
Ia membaca berulangkali membuat semua yang berada disana benar-benar penasaran dengan isi dari pesan tersebut, lalu Jia segera menekan kontak Refan dan menghubunginya namun tetap saja tidak mendapatkan jawaban.
"Hm sepertinya kita hanya bisa menghubungi Refan lewat pesan, kita tidak bisa menghubungi nya menggunakan panggilan suara"ucap Jia.
Aryan mengangguk mengerti lalu mengambil ponsel dari tangan Jia.
"Hey apa yang kau lakukan? Kembalikan"ucap Jia berusaha mengambil ponsel dari tangan Aryan.
"Tunggu sebentar aku ingin mengirimkan pesan pada Refan"ucap Aryan lalu sibuk mengetik tanpa memperdulikan teman-temannya yang penasaran apa yang sedang diketik olehnya.
__ADS_1