3 BEAUTIFUL DETECTIVE

3 BEAUTIFUL DETECTIVE
orang dari dunia parallel


__ADS_3

"Pasif itu nama daerah tempatku lahir, lumayan mirip dengan tempat kalian tinggal" Refan menjelaskan apa yang bisa ia jelaskan.


"Semuanya mirip?"tanya Yumna menatap penuh tanya kearah Refan .


"Hm hampir" Jawab Refan.


"Tidak salah lagi,Dunia parallel itu benar-benar ada" celetuk Raka.


"Tentu saja ada, sekarang orang dari Dunia Parallel ada disini"celetuk Tian sambil tertawa lalu kembali diam karena Refan menatapnya dengan tatapan tidak suka.


"Sebenarnya aku tidak percaya dengan dunia prallel, namun sekarang aku percaya setelah datang kesini" ucap Refan.


"Aku pun awalnya tidak percaya tetapi sekarang aku percaya" Ucap Aryan dengan Ekspresi serius.


"Apa kau membawa hp mu?" tanya Jia menatap serius kearah Refan.


Refan yang mendengar pertanyaan dari Jia langsung merogoh kantongnya dan mencari hpnya, ia pun menemukan hp dan mengeluarkannya.


"Kenapa tidak dari tadi" ucap Aryan menatap kesal kearah Jia.


"Kau saja tidak terpikirkan, menanyakan handphone"Sindir Jia pada Aryan lalu mengambil handphone yang berada ditangan Refan.


"Apakah ponselnya bisa bekerja disini?" sela Tian untuk menengahi perdebatan antara Jia dan Aryan.


"Aku juga tidak tau, tapi harus kita coba"Jawab Jia mengotak-atik handphone milik Refan,ia bisa menghidupkannya namun tidak ada jaringan internet dan semua aplikasi yang berada dihandphone Refan tidak jauh berbeda dengan yang berada didunia mereka.

__ADS_1


"Aku rasa Handphone Ini tidak bisa diakses didunia kita" Ucap Jia namun ia mengetik nomernya dan menyimpannya di handphone Refan.


"Tidak bisa diakses? lalu kenapa kau memasukkan nomor mu?" Sindir Aryan.


"Bisa saja suatu saat Refan kembali ke Dunianya dan bisa menghubungiku, kita akan meminta bantuan Refan, kemungkinan, orang-orang yang menghilang terjebak didunia Parallel" Ucap Jia memberikan hp Refan yang ia pegang.


"Hm Benar juga sepertinya hal itu bisa saja terjadi" ucap Emy mengangguk menyetujui apa yang baru saja dikatakan oleh Jia.


"Aku akan mencoba menghubungi mu kalau aku sudah kembali keduniaku" ucap Refan menatap Jia dengan serius.


"Hm jika bisa menghubungi,itu benar-benar keberuntungan untuk kita" ucap Yumna, ia begitu bersemangat hingga mendorong Raka hingga Raka terjatuh.


"Hey pelan sedikit, kamu kira badanku kapas?"Oceh Raka memegangi pinggangnya yang terasa nyilu.


"Ya maaf"Yumna meminta maaf dengan wajah yang memelas,membuat Raka kesal dan memutar bola matanya.


"Ya benar aku rasa Author kita kehabisan ide untuk melanjutkan cerita ini hingga ia membuat semua karakter terus bertengkar" Jia bersandar pada sofa.


"Padahal dia selalu membuat banyak cerita di otaknya, namun ia tidak punya ide untuk melanjutkan cerita ini, dia benar-benar menyedihkan" Lanjut Emy.


("Hey diamlah aku ingin melanjutkan cerita jangan malah terus-terusan menggosipkanku")


"Lanjutkan saja thor, kami akan mengikuti apa yang kau inginkan" ucap Aryan.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


Lanjut.


"Tentu saja itu akan menjadi keberuntungan untuk kita, dan juga keberuntungan untuk Refan" ucap Jia mengangguk.


"Apa keberuntungan yang aku dapatkan?" tanya Refan.


"Ya keberuntungan, kau bisa bertemu dengan orang-orang dari dunia Parallel, kau sangat beruntung bukan" ucap Raka.


"Benar sangat sedikit orang yang bisa ke sini" sambung Tian.


"Hm benar juga tetapi apakah kita akan bertemu lagi nanti?" tanya Refan.

__ADS_1


"Sangat kecil kemungkinan kita akan bertemu lagi" Sahut Tian.


__ADS_2