
Jia meraba sampingnya namun ia tak menemukan abram, dia keluar dari kamarnya dan melihat abram dan aryan yang sedang menonton tv, "Kau belum pulang?" tanyanya pada aryan, "Kau tak suka melihatku?" tanyanya, "Sangat tak suka" jawabnya denbgan keesal seperti biasanya, "Aku tau tapi kau harus sabar karena aku ingin menghabiskan waktu liburku bersama anakku" jawabnya dengan santai dan bersandar, "Kau orang yang sangat menyebalkan" ucap jia lalu masuk kekamarnya kembali, ia menutup kamarnya dengan kecang lalu menyegarkan dirinya, "Ibu kau sudah selesai?" tanya abram mengetuk pintu kamar jia, "Iya sebentar lagi aku keluar" jawab jia lalu membuka pintu kamarnya, "Ibu ayo kita jalan-jalan" ajak abram menarik tangan jia, "Jalan keaman?" tanya jia yang mengikuti langkah kecil abram, "Ayah mengajak ke taman bermain" ucapnya menarik jia keluar rumah, "Kau ikut?" tanya aryan, "Aku ingin ibu ikut" ucap abram tersenyum, "Baiklah karena kau yang meminta aku tak akan menolak" ucap aryan lalu memasuki mobilnya, didalam mobil menjadi hening, abram melihat kearah ayahnya dan juga ibu angkatnya lalu berdiri dan mengatakan, "Kenapa kalian diam?" tanyanya bingung, "Tidak ada yang bisa diobrolkan" jawab jia dingin, "Ibu kau sedang kesal?" tanyanya pada jia yang tanpa ekspresi, "Tidak" ucap jia, "Kalian perempuan sangat susah ditebak" ucap abram lalu duduk kembali, "Hey siapa yang mengajarimu berbicara seperti itu?" tanya jia tertawa kecil, "Ayah dan kakek selalu mengatakan itu pada nenek" jawabnya dengan ekspresi polos.
__ADS_1
Jia tertawa mendengar jawaban dari abram, "Kau tertawa?" tanya aryan, "Tidak, aku menangis" jawab jia lalu mengambil hpnya yang berbunyi, "Hallo, iya ada apa?" tanya jia pada orang yang menelponnya, "Kau dimana?" tanya orang itu dengan khawatir, "Aku sedang menemani abram jalan-jalan, ada apa? apakah ada masalah?" tanya jia khawatir, "Pimpinan tiba-tiba mendesak kita untuk datang kekantornya" jawabnya dengan nada mendesak, "Baik kalian duluan kesana aku akan menyusul" ucap jia lalu mematikan telponnya, "Hentikan mobilnya" ucap jia, "Ada apa? Kau mau kemana? biar ku antar" ucap aryan yang panik, "Pimpinan tiba-tiba memanggil kami ke kantornya, entah apa yang sebenarnya terjadi" jawab jia terlihat khawatir, "Dimana alamatnya?" tanya aryan, "Kau tau kantor detektif lin kan?" tanya jia, "Iya aku tau, sebentar, kalian sudah bergabung resmi dengan detektif?" tanya aryan, "Ia kami diminta langsung oleh detektif lin" jawab jia, "Sepertinya kalian benar-benar detektif yang hebat" ucapnya, "Tolong lebih cepat lagi sepertinya masalahnya sangat rumit" ucap jia meminta agar mempercepat laju mobil aryan, "Kita harus hati-hati didalam mobil ada 3 nyawa" ucap aryan yang membuat jia kesal, "Apa kau tak bisa sehari saja tak membuat ku kesal" ucap jia yang setengah berteriak, "Lihat abram, apa kah ini calon istri yang kau pilihkan untuk ayah? bahkan dia membentak ayah mu" ucap aryan, "Ibu tak salah, ayah yang membuat ibu kesal" jawab abram yang membela jia, "Dengar ya aku tak ingin jdi istrimu jadi jangan berharap" ucap jia lalu diam dan menggunakan earphone nya, aryan menambah kecepatan mobilnya karena kesal dengan ucapan jia, ia dengan sengaja mengerem mendadak sesampai di kantor detektif.
__ADS_1
"Au kau tak bisa menyetir dengan benar?"ucap jia kesal lalu turun dari mobil, ia langsung berjalan kearah pintu masuk namun ia berbalik dan mengetuk kaca mobil aryan, aryan pun membukakan kaca mobilnya, "Kalian pergi saja dulu ke taman bermain aku akan kabari aku bisa menyusul atau tidak" ucap jia pada aryan, "Kau tak ikut itu lebih bagus" ucap aryan, "Ayah kau tak boleh seperti itu" ucap abram lalu membukakan kaca mobil penumpang, "Ibu aku akan menunggu ditaman bermain" ucap abram, "Kalau ibu tak bisa datang kau harus ikut ayah mu pulang, kita akan bertemu dirumah" ucap jia, "Baik bu" ucap abram, lalu jia berdiri dan melambaikan tangannya kearah abram, aryan menutup kaca mobil dan melajukan mobilnya meninggalkan kantor detektif, jia memasuki kantor dan langsung menuju ruangan pimpinan lin, ia mengetuk pintu lalu masuk kedalam terlihat kedua sahabatnya yang sedang cemas dan sibuk dengan laptop dan tablet khusus mereka, "Ada apa?" tanya jia mendekati emy dan juga yumna yang sedang sibuk dengan laptop dan tablet mereka, "Bukti yang kita kirim semuanya menghilang, data yang berada dikomputer tkp juga tiba-tiba menghilang" jawab emy dengan cemas ia terus berusaha mencari dilaptop mereka, "Bagaiman bisa hilang?" tanya jia dengan cemas dan langsung berdiri disebelah emy, "Aku juga tidak tahu pasti, data yang sudah diterima detektif lin juga menghilang" jawab emy, "Dimana detektif lin?" tanya jia, "Pimpinan sedang keruang data, beliau mengecek disana" jawab yumna, "Diruang data juga tidak ada, jadi kita harus bagaimana?" ucap pimpinan lin yang masuk dengan panik.
__ADS_1
"Bagus, ayo kekantor polisi" ucap jia bergegas, "Tapi" ucap yumna belum selesai namun jia sudah pergi dari ruangan pimpinan lin, yumna dana emy langsung bergegas mengikuti jia, "Hey mana kunci mobilmu?" tanya jia, "Kau menyetir?" tanya emy ragu, "Tenang saja aku punya sim" ucap jia, "Bukan itu masalahnya" ucap emy, "Tenang saja aku bisa menyetir" ucap jia percaya diri, emy dengan terpaksa memberikan kunci mobilnya, mereka masuk kedalam mobil, "Sebentar majunya ini ditaroh di D ya" tanya jia, "Apa kita bisa tukar tempat?" tanya emy ragu, "Tenang saja aku bisa" ucap jia dengan santai ia melajukan mobil emy dengan kecepatan tinggi, "Pelan-pelan kita cuma punya 1 nyawa, kita bukan kucing" teriak emy ketakutan, "Tidak apa-apa kita harus cepat sampai" jawab jia yang tak memperdulikan emy dan yumna yang ketakutan, "Aku belum menikah, kuliah belum selesai, jangan mengajakku mati sekarang" ucap emy ketakutan. jia menginjak remnya dengan mendadak ketika sampai di depan kantor polisi, "Parkir mobilnya aku harus cepat"ucap jia keluar dar mobil, "Hey kau" ucap emy yang tak bisa berkata-kata lagi, "Raka" teriak jia saat melihat raka dari jauh, "Hey jia kau disini? apa ada masalah?" tanya raka, "Ini masalah besar, semua file bukti yang berada di komputer dan juga laptop hilang semua, juga ditkp ada yang datang, kami mendapatkan nomor platnya" ucap jia yang terenga-engah, "Sebentar kau sedang membicarakan tentang apa?" tanya rak bingung, "Ini kasus tentang gas beracun" ucap jia, "Yang diGedung A3c?" tanya raka, "Iya gedung besar itu ditutup selama penyelidikan kami, namun ada yang menyelinap masuk" ucap jia, "Kalau begitu ayo masuk kita akan mencari siapa yang berani menyelinap" ucap raka berjalann lebihh dulu dari jia, jia mengikutinya dari belakang.
__ADS_1
Emy dan Yumna masuk dan berdiri dibelakang raka yang menghidupkan komputernya, "Kau memang pemalas kau bahkan baru menghidupkan komputermu" ucap jia, "Bukan begitu, komputerku baru saja ku matikan, aku baru saja mau berangkat makan siang" ucap raka, "Baiklah aku akan percaya" ucap jia lalu memegang monitor komputer, raka tersenyum pasrah, "Aku tau kau berbohong" ucap jia, "Itu tidak penting yang pnting sekarang adalah penyelinap itu" ucap raka mengalihkan pembicaran. "Ini nomor platnya" ucap yumna menunjukkan tablet yang memperlihatkan nomor plat motor, "Raka langsung melacak nomor tersebut, dan tertulis nama pemilik motor, Raka jack, "Raka Jack? kenapa nama ku?" tanya raka, "Jadi itu motormu?" tanya jia, "Hm sepertinya iya" jawab raka ragu, "Dasar kau kenapa kau tak mengenali nomor plat motor mu sendiri" ucap jia emosi dan ingin memukul raka dihalangi leh emy dan yumna, mereka duduk berhadapan setelah jia tenang, "Kau yang menyusup masuk?" tanya jia pada raka, "Tidak" jawabnya, "Lalu?" tanya jia menunjukkan gambar lagi, "Aku datang untuk mengecek keadaan" ucapnya, "Kau yang menghilangkan file?" tanya jia, "Sepertinya begitu" jawab raka ragu, "Kau, beraninya kau" Ucap jia kesal, "Tenang jia,tenang dia tak sengaja" ucap emy menenangkan jia, "Tak sengaja semuanya menghilang" ucap jia kesal, "Ah sebentar ini, aku menyalin semuanya kesini" ucap raka memberikan plhasdisk, jia menatap raka dengan tatapan tajamnya, raka tersenyum takut kearah jia, "Kenapa kau tidak bilang dari tadi kalau kau menyalinnya, kau membuatku kesal dan menghabiskan banyak enrgiku saja" ucap jia kesal lalu keluar dari kantor polisi, jia langsung masuk kedalam mobil, emy melajukan mobilnya, "Sudahlah ini hanya salah paham" ucap emy, "Aku benar-benar kesal" ucap jia bersender kebangku penumpang.
__ADS_1