3 BEAUTIFUL DETECTIVE

3 BEAUTIFUL DETECTIVE
Pembuat onar


__ADS_3

Jia,emy dan juga yumna mereka bersiap untuk kekantor pimpinan detective dengan gaya berpakaian mereka yang keren dan juga wajah mereka yang cantik ditambah lagi iq mereka yang diatas rata-rata, mereka menaiki mobil emy, "Untuk sekarang kita masih menggunakan mobil yang dibelikan oleh orang tua emy, setelah kasus ini selesai kita akan menggunakan mobil yang kita beli dengan uang yang kita hasilkan dan kita akan membeli rumah juga untuk kita tinggal besama" ucap jia dengan gembira, "Benar sebentar lagi kita akan hidup mandiri" ucap emy, "Aku sudah hidup mandiri sejak smp" Ucap yumna, emy dan jia menatap yumna dengan tatapan tak percaya, "Ah iya iya aku hanya tinggal jauh dari orang tua ku tetapi semuanya dibiayai oleh ayahku" ucapnya lagi menunduk, "Kami terkadang memberikan uang yang kami dapatkan dari menyelidiki kasus keorang tua kami namun terkadang mereka menolak dan menyuruh kami menghabiskannya" Ucapnya jia tersenyum, "Jadi itu alasan kalian punya barang-barang yang mahal dan selalu mentraktirku?" ucap yumna kaget, "Benar aku punya banyak uang tabungan direkening ku" ucap emy, "Aku juga punya tabungan yang lumayan banyak aku bisa memakainya kapan saja" sahut jia, "Kalian sangat hebat, untuk kedepannya mohon bantuannya" ucap yumna dengan semangat mereka tertaawa bersama.


******************

__ADS_1


Sesampainya kantor pimpinan mereka turun dari mobil dan semua mata tertuju pada mereka, memasuki kantor diikuti oleh jia dan yumna dbelakangnya, mereka menjadi pusat perhatian disana membuat orang-orang tercengang melihat mereka , "Woah siapa mereka cantik sekali" gumam orang-orang sekitar mereka yang bisa mereka dengar dengan telinga mereka, mereka tersenyum bersamaan dengan kecil mereka namun membuat hati orang yang melihat senyum itu bergetar tak karuan, mereka berhenti dimeja resepsionis, "Apakah pimpinan Lin ada titempat?" tanya emy, "Apakah anda nona jia?" tanya resepsionis, "Saya emy ketua dari jia dan yumna" ucap emy mengenalkan dirinya, "Oh maafkan saya, tuan lin sudah menunggu diruangannya mari saya antar" ucapnya memngantar emy,jia dan yumna keruangan pimpinan lin, resepsionis itu mengetuk pintu dan mempersilahkan mereka untuk masuk, mereka bertiga masuk dan dan menyapa pimpinan lin, "Selamat siang pak" sapa emy pada pimpinan detective, "Selamat siang jia,sudah lama aku menunggu mu tumbuh dewasa" ucapnya pada emy, emy dan yumna menatap jia, "Kau mengenal pimpinan ini?" tanya emy, "Aku tidak mengenalnya" jawab jia bingung, "Kau tidak mirip dengan nenekmu, tapi teman mu yang ini mirip dengan nenekmu" ucap pimpinan lin menunjuk jia,"Maaf pak saya adalah emy ketua mereka, ini jia dan ini yumna" ucap emy memperkenalkan diri dan juga memperkenal kan kedua rekannya.


Pimpinan lin menatap emy lalu mengalihkan perhatannya pada jia, "Pantas saja kau tak mirip neneknya jia karena kau bukan jia" ucapnya cetus pada emy, emy menatap kesal pimpinan itu ia ingin melawan dengan keahlian bela dirinya namun ditahan oleh yumna, "Maaf anda mengenal saya?" tanya jia, "Tentu saja, nenekmu adalah rekan kerjaku, sekaligus cinta pertamaku, dia sama cantiknya denganmu" jawab pimpinan lin, "Oh begitu rupanya" ucap jia dengan ekspresi bingungnya,"Oh ya kalian sudah membaca tentang kasus pertama yang akan kalian kerjakan kan?" tanya pimpinan, "Tentu saja sudah kami baca dan juga kami pahami" jawab emy, "Aku mendengar kalian adalah detective muda yang sangat hebat, jadi kasus pertama yang kalian kerjakan untuk pertama kali dierusahaan adalah kasus yang lumayan berat, aku mempercayakannya pada kalian, terutama pada jia, kau juga pasti tak kalah hebat dengan nenekmu" ucapnya dan diakhiri dengan pujian lagi pada nenekna jia.

__ADS_1


**********


Tiba-tiba yumna berdering dia menjawab telpon, "Iya? baik aku akan meminta mereka berdua membantu mencarinya" ucap yumna terdengar khawatir lalu menutup telponnya, "ada apa?" tanya jia, "Calon suami mu menghilang seharian tidak ditemukan telponnya juga tak bisa dihubungi" jawab yumna, "Palin dia sengaja mematikan telpon kalian tak perlu khawatir" ucap jia santai, "Kau yakin dia tidak apa-apa?" tanya yumna, "Mana aku tau aku ad disini, aku pun tidak tahu dimana dia": ucap jia, "Kau ini bagaimana sebagai calon istri harusnya kau khawatir" ucap yumna, "Berhenti memanggilku calon istrinya aku dan dia tak punya hubungan kau mengerti" bentak jia, "Baiklah akuakan mulai memahamimu" ucap yumna pasrah, "Dasar pembuat onar membuat orang bertengkar" ucap jia kesal.

__ADS_1


__ADS_2