
Aryan menenangkan Jia yang sepertinya sudah kesal, "Jia bukankah kau yang bilang jangan emosi" Ucap Yumna dengan polosnya, "oh iya benar juga" ucap Jia lalu menarik napas dan menghembuskannya ia berusaha agar ternang ia sudah tersulut emosi sementara.
Jia melihat tangannya yang dipegang oleh Aryan pun menapat Aryan dengan tatapan tajam, Aryan bingung lalu melihat kearah tangannya yang memegang tangan Jia, ia pun melepaskan tangan Jia dan sedikit menjauh dari Jia, "kenapa?" tanya Tian, "Tidak apa-apa" jawab Aryan, "Kakek apa yang terjadi?" tanya Jia.
Kakek Lin bingung dengan pertanyaan Jia, "Itu orang yang difoto itu adalah, satu-satunya saksi, kenapa kakek merahasiakannya?" tanya Jia menunjuk foto yang terletak di lemari yang berada dibelakang kakek Lin, "Dia? kalian tau dia?" tanuya kakek Lin kembali kepada 6 orang yang berdiri dihadapannya, Jia mengerenyitkan dahinya lalu memasang ekspreai kesalnya, "Kakek jangan mengetes kami lagi, kami lebih teliti dari yang kakek pikirkan" ucap Jia yang mencoba menebak apa yang dipikirkan oleh Kakek Lin.
__ADS_1
Kakek Lin mengerti apa yang dipikirkan oleh jia, "Kalian bisa menemukannya dengan cepatnya"ucapnya lalu berjalan dan duduk disofa, "Baik duduklah dulu dan tenangkan dirimu Jia" ucap kakek Lin yang sudah lebih dulu duduk disofa, ketika Raka akan duduk disamping kakek Lin langsung didorong oleh Jia, Raka menatap Jia dengan tatapan bingung, lalu pergi dan duduk disasmping Emy, mereka semua tegang menunggu kakek Lin untuk menjelaskan apa yang terjadi namun kakek Lin sengaja membuat mereka semakin penasaran.
Jia menatap kakek Lin dengan tatapan tajamnya, "Jangan menatapku seperti itu"ucap kakek Lin menatap Jia yang juga menatapnya, "Kakek jangan membuat ku lama menunggu" ucap Jia yang sudah mulai kesal dengan kakek Lin yang sengaja membuatnya kesal.
Kakek Lin semakin gemas melihat tingkah cucu temannya, "Baik-baik jangan marah" ucap kakek Lin tertawa khas kakek-kakek, "Begini Jhonny itu salah satu teman kakek yang dulunya juga bergabung dengan agensi detective yang saya bentuk dulu" ucap kakek Lin menjelasakan tentang Jhonny, "Lalu dimana sekarang Kakek Jhonny berada?"tannya Jia yang mulai tidak sabar mendengar jawaban dari kakek Lin.
__ADS_1
"Sekarang aku juga tidak tau dimana Jhonny sekarang, Dia menghilang 3 hari setelah kasus ini terjadi" jawab kakek Lin dengan ekspresi sedih, Jia dan lainnya yang mendengar dan melihat ekspresi sedih kakek Lin pun tidak bertanya lagi, Jia menatap teman hantunya lalu memberikan isyarat untuk menyelidiki yang terjadi, teman hantu Jia memberikan isyarat kalau ada kebohongan kecil yang dikatakan oleh kakek Lin.
Jia menatap kakek Lin lalu ia pun berdiri, "Kakek apakah semua yang anda katakan itu benar?" tanya Jia yang membuat semua orang disitu terkejut dan menatap Jia dengan tatapan bingung, "Kakek pernah bertemu kakek Jhonny kan beberapa bulan yang lalu" ucap Jia membuat kakek Lin terkejut lalu mengangguk mengerti.
"Ternyata bakat itu juga turun kepadamu, benar 6 bulan yang lalu aku memang bertemu dengan Jhonny namun sekarang aku tidak tahu dimana dia berada" jelas kakek Lin.
__ADS_1