
"Aku mau memberi tau kamu satu rahasia, tapi jangan beri tau siapa-siapa"ucap Refan menarik Rima mendekat dan melihat situasi sekelilingnya.
"Apa?" tanya Rima yang juga merasa penasaran apa yang akan dikatakan oleh Refan.
"Aku baru saja kembali dari Dunia Parallel"Bisik Refan ditelinga Rima membuat Rima merinding.
"Benarkah? Kalau kau baru saja datang dari Dunia Parallel aku juga baru kembali dari Dunia Barbie"ucap Rima yang tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Refan.
"Aku tidak bercanda Rima"ucap Refan meyakinkan Rima.
"Baiklah terserah"ucap Rima lalu mau pergi namun ditahan oleh Refan.
"Aku ada buktinya"ucap Refan lalu menarik tangan Rima pergi ke atap gedung.
.
.
.
Ketika diatas gedung Refan mengeluarkan ponselnya lalu mencari kontak Jia.
"Ini nomor ponsel salah satu orang yang ada di Dunia Parallel" ucap Refan dan memperlihatkan nomor ponsel Jia.
__ADS_1
"Apakah ini benar-benar kau dapatkan dari Dunia lain?" tanya Rima tidak yakin dengan apa yang ia lihat.
"Hm, tentu saja, Jia yang menyimpan kontaknya langsung"Jawab Refan dengan penuh keyakinan.
"Ini benar dari Dunia parallel atau..."Tanya Rima terhenti ketika melihat tatapan kesal dari Refan.
"Aku tidak berbohong"Ucap Refan dengan nada kesal,ia memang mempunyai kesabaran yang tipis jika berhadapan dengan Rima, Rima sebaliknya ia orang yang sangat jail dan suka sekali memancing emosi Refan.
"Baiklah aku akan percaya, tapi apa yang akan kau lakukan dengan kontak milik orang dari Dunia lain?" tanya Rima lagi ia juga lumayan penasaran dengan apa yang sedang dijelaskan oleh sahabatnya itu.
"Ah benar, aku harus menghubunginya"ucap Refan lalu mencoba menghubungi kontak Jia.
"Apakah bisa?" tanya Rima penasaran.
"Aku akan coba hubungi lagi"ucap Refan lalu menghubungi kontak Jia lagi namun tetap saja sibuk.
"Sudahlah kita coba lain kali lagi"ucap Rima lalu kembali kemeja kerjanya.
"Apa kau masih tidak percaya padaku?" tanya Refan pada Rima yang mulai mengetik di komputernya.
"Bukan begitu Refan, aku harus menyelesaikan tugasku, atau gaji ku bulan ini akan dipotong" ujar Rima mencoba menjelaskan pada Refan yang terlihat frustasi.
"Hm benar juga, kau harus ikut denganku nanti supaya kamu bisa percaya 100%"ucap Refan lalu mulai menenangkan dirinya dan mulai mengerjakan tugasnya.
__ADS_1
.
.
.
.
.
Sementara itu Dunia Parallel yang ditempati oleh Jia dan para sahabat,juga Rekannya sedang menunggu kabar dari Refan.
"Apakah ia bisa menghubungi kita?" tanya Tian yang mulai merasa ragu.
"Berdoa saja semoga ia bisa menghubungi kita"ucap Yumna yang juga mulai putus asa.
"Sebentar, apakah ini kontak Refan?"ucap Jia lalu mengambil ponselnya yang terletak diatas meja.ia melihat ada nomer yang tidak dikenali menelonnya, namun juga format dari nomer tersebut sangat aneh.
"Benar, sepertinya ini kontak milik Refan kode negara yang tertera tidak ada didunia kita ucap Emy yang mengecek langsung kode negara dari kontak tersebut,mereka yang awalnya hampir putus asa akhirnya muncul secerca cahaya yang membuat mereka kembali bersemangat.
"Aku akan coba menghubunginya"ucap jia lalu mengaktifkan speakernya dan mulai menghubungi kontak Refan.
(Tut....tut.......tut....)
__ADS_1
"Berdering,namun tidak ada jawaban"Ucap Jia mencoba menghubungi kontak Refan lagi namun tetap saja tidak ada jawaban.