3 BEAUTIFUL DETECTIVE

3 BEAUTIFUL DETECTIVE
Mengurus semuanya


__ADS_3

Jia membawa abram masuk kemobil ia duduk dikursi belakang bersama abram, "Apakah bekal makan siangmu sudah dimakan?" tanya jia pada abram, "Sudah ibu,aku memakannya bersama dengan ayah" jawab abram, "Baguslah kalau begitu, untuk makan malam kau mau makan apa?" tanya jia, "Sebentar, apakah abram tinggal dirumahmu?" tanya emy, "Sementara dia tinggal dengan ku karena ibunya aryan sedang diluar kota"jawab jia, "Oh begitu, abram apa kau senang tinggal dengan jia?" tanya emy, "Tentu saja aku senang, sejak lama aku ingin bertemu dengan ibu" ucapnya senang, jia menatap abram dan mengelus kepalanya, "Nenek bilang ibu jia, orang yang baik dan cantik, ternyata nenek salah, ibu jia adalah orang yang sangat baik dan juga sangat cantik" ucapnya memeluk jia, emy dan yumna terharu dengan ucapan abram, "Kau anak yang sangat tampan dan juga sangat baik" ucap jia mengecup pucuk kepala abram, emy menghentikan mobilnya tepat didepan rumah jia, "Bibi terima kasih sudah menganta sampai rumah, hati-hati dijalan" ucap abram berdiri disamping mobil, "Kau sangat manis, terima kasih juga sudah membuat kami bahagia" ucap emy, abram mengangguk lalu melambaikan tangannya, emy melajukan mobilnya pergi dari rumah jia.


***************

__ADS_1


Sementara itu ditempat kerja aryan para polwan mulai bergosip tentang aryan yang mempunyai anak dan seorang istri, "Hey aryan, apa kau tak ingin meluruskan kesalah pahaman?" tanya raka yang masuk keruangan aryan tanpa mengetuk pintu, "Apa kau tak bisa mengetu pintu sebelum masuk keruanganku?" tanya aryan dengan nada kesal, "Kau marah pada ku?" tanya raka, "Tidak aku hanya mengajarimu tentang tata krama" jawab aryan kembali sibuk dengan dokumen yang berada diatas mejanya, "Oh ya aku baru ingat Pimpinan detektif Lin menghubungi ku kemarin malam, meminta kita untuk bekerja sama dengan mereka untuk menyelesaikan kasus lama yang belum dipecahkan" ucap raka, "Kasus lama?" tanya aryan, "Ya kasus tahun 78 yang beelum terpecahkan sampai sekarang" jawab raka, "Akan ku pikirkan dulu" ucap aryan lalu melanjutkan pekrjaannya, "Oh ya setelah ini pimpinan mengundang kita untuk makan malam bersama direstoran biasa yang kita datangi" ucap raka, "Aku tak bisa ikut" ucap aryan, "Kenapa?" tanya raka berbalik menhadap aryan, "Aku harus menjemput anakku" jawabnya santai, "Bukankah dia bersama ibunya? kenapa kau khawatir?" tanya raka, "Besok akhir pekan aku ingin menghabiskan waktu bersamanya" ucap aryan, "Baiklah aku mengerti" ucap raka lalu pergi dari ruangan aryan.


*********

__ADS_1


Ibu aryan yang sedang membantu ibu jia memasak melihat apa yang terjadi diruang tamu, "Sekarang sudah setuju?"ucapnya, "Tidak" ucap jia dan aryan bersamaan, "Baiklah terserah kalian saja" ucapnya lalu kembali kedapur, "Sejak kapan ibu ku disini?" tanya aryan, "Entahlah, aku juga tak tahu" jawab jia lalu kembali kedapur, "Abram kenapa dia terlihat kesal?"tanya aryan pada anaknya, "Ibu mungkin tak nyaman karena ayah disini" jawab abram lalu berlari kedapur, "Kenapa dengan mereka hari ini" gumam aryan lalu ia berjalan kedapur, ia melihat jia yang menyiapkan makan malam lalu mendekatinya, "Sepertinya enak, aku mau mencicipnya" ucapnya lalu ia ingin mengambil cemilan yang dibuat oleh jia dengan tangannya, "Cuci tangan mu dulu" ucap jia memukul tangan aryan, "Siap"ucapnya lalu memberi horma ia mencuci tangannya dan membantu jia membawa makanan kemeja makan, "Ibu apa masakanku enak?" tanya abram, "Em sangat enak" ucap jia menyuap sayur yang diletakkan abram diatas piringnya, "Abram ayah juga mau" ucap aryan, "Paman kau sudah dewasa jadi ambil sendiri"ucapnya, "Apa kau memanggilku paman?" ucap aryan, "Iya dia ibuku dan kau adalah paman, kalau kau mau aku memanggilku ayah, kau harus mendapatkan ibuku dulu" ucapya, " kau sangat tega nak" ucap aryan, "Abram kau tidak boleh begitu" ucap jia, "Baiklah" ucap abram sedih, selesai makan malam aryan mencuci piring dan jia menemani abram bermain, "Ibu kau tak mau jadi ibu ku?" tanya abram, "Bukan begitu nak"ucap jia mengelus kepala abram, "Kalau begitu menikahlah dengan ayahku" ucapnya, "Abram berhentilah membujuknya, dia tidak akan mau"ucap aryan, "Lanjutkan saja mencuci piring" ucap jia kesal.


Selesai mencuci piring dan abram sudah tertidur dikamar jia, aryan dan jia hanya duduk diruang tamu tanpa berbicara namun akhirnya aryan memulai pembicaraan, "Kenapa kau sangat gigih menolakku?" tanyanya,jia melihat kearah aryan lalu menarik nafasnya, "Karena kau orang yang sangat menyebalkan" jawabnya, "Benarkah? atau karena aku seorang pria yang sudah mempunyai anak?"tanyanya, "Bukan begitu, kau tau kan perasaan itu tak bisa dipaksakan" ucap jia, "Aku sudah mengerti sekarang kau sudah mempunyai seseorang makanya kau menolakku" ucapnya, "Bukan begitu" ucap jia, "Lalu kenapa kau menolak?" tanya aryan, "Aku tak bisa memberi tahu alasannya sekarang, ini sudah malam istirahatlah, aku juga akan istirahat dulu" ucap jia lalu pergi kekamarnya.

__ADS_1


__ADS_2