3 BEAUTIFUL DETECTIVE

3 BEAUTIFUL DETECTIVE
Menyangngi anaknya namun makin membenci ayahnya


__ADS_3

Jia memandangi wajah abram yang tertidur pulas disampingnya dia mengusap pipi abram, "Bagaimana ibu mu tega meninggalkan anak semanis dirimu,ibu mu sangat kejam, tapi dia pasti punya alasan untuk meninggalkanmu" gumam jia, tok tok tok terdengar suara pintu yang diketuk, ibu jia masuk dan duduk disamping jia, "Coba pikirkan lagi apakah kau tega menolak keinginan anak ini" ucap ibu jia, "Ibu aku tak mencintai orang itu bagaimana ibu bisa memaksa ku seperti ini" ucap jia memegang tangan ibunya, "Baik ibu tidak akan memaksamu lagi, tapi cobalah memikirkannya" ucap ibu jia lalu bangkit dan keluar dari kamar, jia berbaring dan memandangi wajah abram dan dia tertidur lelap.


Pagi harinya jia bangun dan melihat wajah abram yang masih tertidur dia merasakan tenang memandangi wajah polos anak yang sedang tertidur, tiba-tiba abram membuka matanya dan jia pura-pura tertidur, "Ibu masih tidur? pasti ibu sangat lelah bekerja seharian" ucapnya mengelus pipi jia, jia memegang tangan kecil yang memegang pipinya, "Kau sudah bangun?" ucap jia lalu duduk, "Ibu aku akan mandi lalu membantu ibu membuat sarapan" ucapnya turun dari tempat tidur, "Apakah ayahmu sudah mengantar baju gantimu?" tanya jia pada abram, "Sepertinya belum" ucap abram lalu membuka pintu kamar jia dan keluar menuju kamar mandi, "Ayah kau disini?" tanya abram, "Ayah mengantar baju ganti untukmu, Ayah akan berangkat kerja jadi jangan nakal ya" ucap aryan, "Ayah tidak sarapan dulu?" tanya abram, "Sarapan?" tanya aryan, "Iya, aku dan ibu akan membuat sarapan" ucap abram semangat ia mengambil tas yang berada ditangan aryan, lalu ia berlari kekamar mandi, jia keluar dari kamarnya dan menyapa aryan, "Kau datang untuk mengantar baju abram?" tanya jia, "Ya begitulah" ucap aryan, "Apa kau sudah sarapan?" tanya jia ragu, "Aku tak pernah sarapan karena tak ada yang membuatkan untukku"ucapnya, "Bukankah abram bilang neneknya selalu membuatkan sarapan" ucap jia, "Aku tinggal terpisah dengan orang tua ku, hanya abram yang tinggal dengan mereka" jawabnya, "Oh begitu" ucap jia mengangguk, "Aku berangkat dulu" ucapnya berbalik, "Sebentar, kau tak mau sara[pan bersama?" tanya jia ragu, "Baiklah aku akan sarapan bersama dengan kalian" ucap aryan berbalik.

__ADS_1


Sambil memasak untuk sarapan jia mengerutu dalam hati kenapa dia harus menawarkan sarapan bersama dengan aryan bukan kah aryan akan salah paham dengan perlakuan ini, "Terima kasih ibu sarapannya" ucap abram selesai memakan sarapannya, "Oh ya terima kasih untuk sarapannya aku akan berangkat" ucap aryan, "Tunggu dulu" ucap jia, "Ada apa?" tanya aryan, "Kau jangan salah paham dengan hari ini aku hanya kasihan padamu, jangan berharap aku menyukaimu" Ucap jia pada aryan, "Kau kira aku menyukaimu?" ucap aryan dengan ekspresi yang membuat jia kesal, "Dasar kau pergi sana" ucap jia mengusir aryan, jia sudah selesai membereskan semuanya ia pun mandi dan menggunakan make up tipis, lalu menemani abram bermain, "Ibu kau sangat cantik"ucap abram, "Terima kasih kau juga sangat tampan" ucap jia, telpon jia berbunyi dan jia mengangkat telpon itu, "Jia hari ini tuan Lin memanggil kita kekantornya" ucap emy, "Hari ini?" tanya jia, "Iya hari ini" ucapnya, "Lalu bagaimana dengan abram? ibuku sedang tidak dirumah, aryan bekerja, ibu aryan juga sedang diluar kota" ucap jia, "Bawa saja tidak apa-apa" ucap emy, "Benarkah?" tanya jia, "Iya tidak apa"jawab emy, "Baik aku akan bersiap" ucap jia mematikan telpon, "Abram kau tunggu sebentar ya ibu mau ganti baju, dan juga abram bisa menyiapkan tas abram untuk jalan-jalan kan?" ucap jia, "Tentu saja bu" ucap abram, "Baik siapkan tas mu ya" suruh jia lalu bergegas bersiap, selesai bersiap jia keluar dari kamarnya, "Apakah sudah selesai?" tanya jia pada abram, "Sudah bu"jawab abram, "Baik ayo, bibi emy dan bibi yumna sudah menunggu" Ucap jia lalu mengandeng tangan abram dan menaiki mobil emy.


Abram hanya diam dan memperhatikan ke 3 wanita yang mengenakan hitam-hitam dan repot dengan beberapa kertas yang mereka pegang, "Ibu kita mau kemana?" tanya abram yang baru berani bertanya, "Kau ikut ibu bekerja sebentar apa kah tidak apa-apa?" tanya jia, "Ikut ibu bekerja? wah pasti sangat seru" ucapnya, "Tapi ibu harus memastikan dulu, kalau ini berbahaya untukmu, ibu terpaksa mengantarmu ke ayahmu" ucap jia, "Baik bu aku mengerti" ucap abram tanpa bertanya kenapa, "Kau anak yang sangat cerdas, ibu menyangimu" ucap jia, kedua sahabat jia tersentuh dengan momen itu, "Tak menyangka kau sudah punya anak, padahal kau baru lulus sekolah" ucap emy, "Jangan bercanda atau mulut mu akan ku lem" ucap jia sibuk melihat dokumen-dokumen yang diberikan, "Oh ya abram ibu kandung mu kemana?" tanya yuman, abram menunduk dan jia memasukkan kembali dokumen-dokumen yang ia buka, "Yumna apakah kau tak bisa diam" ucap jia dengan kesal, "Tidak apa-apa ibu, bibi tak tahu tentang masalah ini, ibuku hanya ibu jia tak ada lagi yang lain"ucap abram kecil yang polos, jia tersenyum dan mengelus kepala abram, sesampai mereka dikantor pimpinan lin merka langsung menuju ruangan pimpinan lin, "Selamat siang tuan ada apa memanggil kami?" tanya emy, "Kami memerlukan bantuan kalian, misi yang sebelumnya kita tunda karena misi yang sekarang harus segera kalian selesaikan" ucap pimpinan lin, "Baik kami akan mengurusnya, kami akan langsung ke TKP" ucap emy, "Sebentar kita ke tkp? bagaimana dengan abram?" tanya jia, "Kita antar pada ayahnya, kali ini lumayan berbahaya jadi kita tak bisa membawanya ke tkp"ucap emy, "Sebentar kau anak aryan bukan?" tanya pimpinan lin, "Kau mengenal ayahku?" tanya abram, "Tentu saja ayah mu adalah polisi yang akan berkerja sama dikasus besar dengan mereka" jawabnya, "Oh begitu" ucap nya mengangguk.

__ADS_1


Sesampainya ditempat kerja aryan, jia turun dan mengandeng tangan abram, saat memasuki kantor jia bertemu dengan raka, "Hey jia apa yang kau lakukan disini?" tanyanya, "Dimana aryan?" tanya jia, "Aryan ada diruangan itu" tunjuknya lalu mengikuti jia yang mengandeng abram, jia mengetuk pintu lalu membukanya, terlihat aryan duduk dimejanya mengenakan kaca mata sambil membaca dokumen, "Kalian sudah datang?"tanya aryan, "Kau tak melihat kami berdiri didepanmu?" tanya jia balik, "Ayah kau bilang kau tak sibuk tapi kenapa kau memakai kaca mata dan membaca kertas itu?" tanya abram polos, aryan menggendong abram, "Ayah hanya membacanya sebentar" Jawabnya, "Oh ya ini sangat penting jadi aku tak bisa membawanya kesana, aku takut masih ada gas beracun disana jadi tolong jaga dia sebentar, aku akan menjemputnya nanti" ucap jia, "Dia anakmu?" tanya raka pada jia, "Ya dia anakku" jawab jia, "Paman ayah ku tak pernah menceritakan tentang ku pada kalian?" tanya abram dengan ekspresi polos, "Sebentar dia anak aryan atau anakmu?" tanya raka, "Dia anak aryan, dan juga anak ku" jawab jia tertawa kecil, "Jadi kalian akan menikah?" tanya raka, "Tutup mulutmu" bentak jia membuat raka terdiam, "Abram ibu berangkat dulu jangan membuat repot ayah mu, tapi kalau kau ingin mengganggu orang ganggu saja paman yang menyebalkan itu" ucap jia, "Ibu ayah bilang aku tak boleh menganggu orang lain" ucap abram, "Ibumu mengajarimu hal yang tidak-tidak jadi jangan dengarkan" ucap aryan, "Abram kau dengarkan aku saja jangan dia" ucap jia, "Ibu aku akan mendengarkan mu dan juga aku akan mendengarkan ayah" ucapnya tersenyum.


Jia menatap tajam aryan, "Sudah selesai? pergi sana" ucap aryan dengan nada mengusir, "Ayah kau mengusir ibuku?" tanya abram, "Tidak ayah hanya mendesaknya karena urusannya sangat penting" jawab aryan, "Ibu pergi dulu ya, jangan lupa makan bekalmu" ucap jia lalu keluar, "Tunggu disini" ucap aryan kepada abram lalu keluar mencari jia, "Tunggu sebentar" ucapnya menghentikan jia, Jia berhenti dan berbalik "Ada apa?" tanyanya, "Aku tau kau membenci ku, tapi terima kasih sudah menjaga abram, dan juga jaga dirimu" ucapnya lalu berbalik pergi, "Kenapa dia berubah-ubah itu sangat membingungkan" gumam jia lalu memasuki mobil dan berangkat ke tkp.

__ADS_1


__ADS_2