
Pimpinan lin menghubungi aryan, "Hallo aryan cepat bawa 2 anggota mu ke kantor saya cepat bantu 3 wanita ini cepat kami diserang oleh sekelompok orang yang tak kami kenal" ucap pimpinan lin berakting, Jia,Emy dan juga yumna tertengung melihat akting pimpinan lin yang begitu nyata bak mereka semua benar-benar berada dalam masalah, "Daebak, benar-benar luar biasa Kakek kau dulu seorang aktor" tanya yumna berdiri mendekat kearah pimpinan lin, "Ya bisa dibilang begitu" jawab pimpinan lin dengan sombong.
Jia yang melihat pimpinan lin yang menjawab dengan gaya sombongnya hanya tertawa kecil lalu mengambil sebuah buku yang berada diatas meja yang berada didepannya saat ia membuka buku, jatuh satu foto ia melihat foto itu dan mengenali seseorang yang berada didalam foto, "Kakek bukankah ini foto nenekku?" tanya jia pada pmpinan lin, pimpinan lin melihat kearah jia dan melihat foto yang berada ditangan jia, "Iya itu adalah nenekmu, dia sangat mirip denganmu" jawab pimpinan lin berjalan mendekati jia, "Benar nenekmu sangat mirip dengan mu" ucap yumna melihat foto yang berada ditangan jia.
__ADS_1
"Kakek kau masih bberhubungan dengan nenekku" tanya jia, "Sudah lama aku tak mendengar kabar dari dia, bagaimana sekarang kabarnya?" tanya pimpinan lin pada jia, "Nenek sehat, bulan depan nenek akan pulang dari tiongkok" ucap jia, "Benarkah? setelah sekian lama?" tanya pimpinan lin, "Hm ya setelah 10 tahun nenek baru akan pulang kembali ke negaranya" ucap jia, "Kau sudah 10 tahun tak bertemu dengan nenekmu?" tanya yumna dengan polosnya.
"Tidak, 3 tahun yang lalu aku sudah pernah ke tiongkok menemui nenek" jawab jia, "Benarkah? bagaimana tiongkok apakah sangat indah?" tanya yumna, "Hm menurutmu?" tanya jia balik, "Ya mana aku tahu" jawab yumna bingung, "Ya pemandangan disana sangat indah, mungkin kau harus mencoba kesana" ucap pimpinan lin, "Benarkah kakek? anda pernah kesana?" tanya yumna dengan semangat, "Tentu saja aku pernah kesana, kalian pasti tak akan percaya kalau kakek adalah seorang yang sangat suka berpergian dan pergi kebeberapa negara" ucap pimpinan lin dengan sombong.
__ADS_1
Aryan yang berada di tengah antara Raka dan Tian menurunkan pistolnya dan menatap bingung kearah 4 orang yang berada dihadapannya, "Kakek bukan kah kata anda kalian dalam bahaya?" tanya aryan bingung, "Kau tak melihat kami baik-baik saja?" ucap jia dengan gaya khasnya, Aryan menarik nafas lega lalu mengalihkan pandangannya pada pimpinan lin, "Kau pasti bertanya-tanya kenapa aku mengatakan kami dalam bahaya, sebenarnya aku hanya mengetes sesigap apa kalian" ucap pimpinan lin. Raka menatap bingung pimpinan lin dan mendakat pada pimpinan lin, "kakek kau tidak percaya paa cucumu yang tampan ini?"ucapnya membuat semua orang yang ada disana menatap raka menunggu jawaban.
Raka tersenyum lalu berkata,"Aku bercanda" a tertawa puas melihat kekecewaan diwajah orang-orang yang menunggu jawabannya.
__ADS_1