3 BEAUTIFUL DETECTIVE

3 BEAUTIFUL DETECTIVE
Pasar malam


__ADS_3

Jia masih sibuk menikmati makanan favortenya tanpa memperdulikan orang-orang yang berdada satu meja dengannya, Aryan menatap Jia sebentar lalu ia lanjut menikmati pecel yang baru pertama kali ia coba, "Kau menikmati sekali kawan"ucap Tian membuat Aryan yang tadinya menikmati pecel menatapnya,"Hm ini bisa dinikmati" ucapnya lalu melanjutkan makannya.


Yumna meminum es tehnya sampai habis lalu memasang wajah yang menggemaskan,"Ah abis, sayang boleh gak minta teh esnya?" tanya Yumna pada Tian, Tian mengangguk dan tersenyum lalu memberikan es tehnya pada yumna, "terima kasih sayang" ucap Yumna lalu meminumnya, Jia yang melihat hanya bergidik dan memuutar bola matanya.


Emy tertawa kecil melihat ekspresi Jia lalu mengatakan, "Kau mau tambah es jeruk?" tanya Emy pada Jia "Hm tidak"jawab Jia dengan singkat, "Baiklah" ucap Emy, "Udah selesai kalian sudah selesaikan?" tanya Jia, "sebentar lagi" ucap Raka yang masih menikmati makanannya , "Lambat banget sih" ucap Jia, "Tunggu sebentar" ucap Emy bangun dan membayar makanan yang baru saja mereka nikmati.

__ADS_1


"Jia aku kepasar malam ya sama Tian mumpung masih buka, beli sayur" ucap Yumna, "Mau kepasar malam?" tawar Aryan, "Kamu tidak sibuk?" tanya Jia, "Tidak" ucap Aryan singkat dan naik kemotornya, mereka menuju ke pasar malam yang berada didekat markas 3 detektf cantik.


Sesampai dipasar mereka semua berjalan beriringan, "Jia, Jia liht itu" seru Yumna menunjuk sebuah permainan yang berhadiah boneka beruang, "Main saja sendiri" ucap Jia malas dengan sikap Yumna yang tiba-tiba bergelayut dilengannya, "Ayolah Jia kita kan jarang ke pasar malam, kau juga pintar dalam menembak" ucap Yumna memohon namun nihil Jia dalam suasana hati yang sedang buruk.


"Jia" ucap Yumna yang masih berusaha merayu Jia, "Bukankah kau punya Pacar? Pacarmu polisikan? Minta saja dia memenangkan hadiah untukmu" ucap Jia, "Dia?Aku tak yakin padanya" gumam Yumna pelan namun terdengar oleh Tian, "Kau tak yakin padaku? Aku ini mahir dalam menembak" ucap Tian dengan sombong, "Benarkah? Kalau begitu lakukan untuk pacarmu" ucap Jia lalu berjalan llebih dulu dari teman-temannya.

__ADS_1


"Jia kau masih belum baikan dengannya?" tanya Yumna sambil berbisik,"Siapa?" tanya Jia, "Itu dengan Aryan" jawab Yumna, "Kami tidak bertengkar tuh" ucap Jia,"Lalu kenapa kau tak berbicara padanya?" tanya Yumna lagi, "Aku bukan tipe orang yang sepertimu" ucap Jia berbalik kearah Yumna sebentar lalu kembali berjalan, "Baiklah aku tidak akan bertanya lagi" ucapnya.


Jia tiba-tiba berhenti ditepat dipenjual anak ayam warna warni, "Apakah Abram suka anak ayam?" tanyanya tiba-tiba pada Aryan, "Hm dia penyayang binatang" Jawab Aryan dengan anggukan saat ini Aryan merasa ada sesuatu yang akan meledak dihatinya ia tib-tiba merasa sangat bahagia, "Warna apa yang disukai Abram?" tanya Jia lagi kini sudah berjongkok dan memilih anak ayam.


Aryan ikut berjongkok dan menatap anak ayam dengan tatapan bingung, "Kenapa?" tanya Jia mengambil anak ayam, "Tidak apa-apa" Jawab Aryan namun menjauh sedikit dari Jia, "Kau takut anak ayam?" tanya Jia menatap Aryan dengan tatapan liciknya, "Tidak aku tidak takut, aku hanya sedikit geli" Jawab Aryan salah tingkah.

__ADS_1


"benarkah?" Tanya Jia mendekatti aryan dengan anak ayam ditangannya,"Jangan bergerak, di diam disitu" ucap Aryan, "Kau takut dengan anak ayam?, padahal anak ayam sangat imut" ucap Jia yang sekarang mulai menjaili Aryan, "Aku tidak takut" elak Aryan namun tetap saja Jia sudah peka bahwa Aryan takut dengan anak ayam.


Jia pun mendekat pada Aryan dengan Anak Ayam ditangannya, "Benarkah?"tanya Jia mendekatkan anak ayam pada Aryan, "Abram suja warna Biru" ucapnya cepat, "Biru? Baiklah pegang ini" ucap Jia meletakkan anak ayam ditangan Aryan, "Hey hey ayamnya ayamnya tolong" ucap Aryan membuat Jia tertawa puas.


__ADS_2