
Teman-teman Jia yang melihat kejadian itu pun tertawa, "Aku senang melihat mereka sekarang" ucap Emy, "hm mereka membuat htiku tentram" ucap Yumna,"Untunglah mereka sudah benar-benar berbaikkan"ucap Raka, "benar" sambung Tian yang terharu melihat Aryan dan Jia.
"Aku akan membelikan Abram 2 ekor anak ayam, dia pasti akan senangkan" ucap Jia tersenyum memegang kandang kecil yang diisi oleh 2 ekor anak ayam, "Hm ya dia pasti sangat suka karena kau yang membelikannya" ucap aryan, "Baiklah kalau begitu ayo pulang, aku tidak sabar meberikan ayam ini pada Abram" ucap Jia yang tiba-tiba menjadi gembira.
"Kau mau kerumah ku?" tanya Aryan, "Ya aku ingin memberikan Ayam ini, kenapa aku tidak boleh bertemu dengan Abram?" tanya Jia membuat Aryan terkejut, "Bukan begitu,kau boleh menemuinya"ucap Aryan dengan cepat, "Kalau begitu ayo cepat" ucap Jia yang sekarang bersemangat.
__ADS_1
Jia jalan lebih dulu dari ia tiba-tiba berhenti lagi didan menatap Aryan, "Apa Abram tidak apa-apa makan gulali?" tanyanya, "Hm tidak apa-apa" Jawabnya lalu tersenyum, "Kalau begitu beli Dua" ucap Jia tersnyum, "Dua? Satu saja cukup" ucap Aryan, "Aku satu,Abram satu" ucap Jia, "Baikah" ucap Aryan membayar gulali yang sekarang dipegang oleh Jia, "Aku saja yang bayar" ucap Jia, "Tidak aku saja" bantah Aryan, "Tapi" ucap Jia disela oleh Aryan "Sudah uangmu simpan saja" ucapnya jalan lebih dulu dari Jia.
Jia dan Aryan pun berangkat ke rumah Aryan, Sesampai dirumah Aryan Jia langsung turun dari motor dan langsung mengetuk pintu rumah Aryan, "Eh Jia balik lagi ada apa?"tanya ibu Aryan, "Ini tante Jia mau kasi ini ke Abram, Abramnya masih bangun kan tante?" Ucap Jia, "Abram baru saja tertidur"Jawab ibu Aryan, "Oh baiklah kalau begitu ini Jia titip ke Tante saja ya" ucap Jia menyodorkan kandang anak ayam dan gulali.
Mereka sekarang berada diperjalanan ke markas 3 detektif, "Kenapa terasa lama sekali" gumam Jia dalam hati, "Kenapa cepat sekali perjalnannya" gumam Aryan dalam hati, dua insan yang yang berboncengan terkadang membuat para jomblo iri namun mereka tidak tahu isi hati Jia yang menjerit ingin turun dari motor.
__ADS_1
Sebenarnya Jia bukan orng yang pendendam namun entah menggapa ia masih merasa tak nyaman didekat Aryan, ia masih terbayang saat Aryan membentaknya dan mengusirnya saat itu, Sepertinya kali ini Aryan harus bekerja keras agar kembali bisa memenangkan hati Jia.
Mereka sampai didepan markas 3 detektif, Jia turun dari motor ia melepas helm dan memberikannya pada Aryan, "Masuklah tidur lebih awal jangan bergadang"ucap Aryan, "Em Kau juga, hati-hatii dijalan" Jawab Jia canggung, ia berbalik badan dan berjalan menuju pintu sebelum masuk ke daalam rumah ia berbalik melihat Aryan yang masih melihat kearahnya.
"Sampai jumpa besok" ucap Jia tersenyum, "Hm sampai jumpa besok" balas Aryan tak lupa jugga menampakkan senyum manisnya, Jia masuk dan menutup pintu, ia mengintip dibagian jendela terlhat Aryan yang mulai menghilang dari pandangannya.
__ADS_1