
Emy memarkirkan mobilnya ditkp lalu melepas sabuk pengamannya, emy melihat kesampingnya ternyata jia sedang tertidur pulas, emy membangunkan jia dengan perlahan, "Kita sudah sampai di tkp" ucap emy menyentuh bahu jia, jia bangun lalu merapikan rambutnya, "Dimana yumna?" tanya jia, "Yumna sedang tidak enak badan, aku menyuruhnya istirahat" jawab emy, "Baiklah ayo kita mulai" ucap jia lalu keluar dari mobil dan mulai bersemangat, emy yang melihat pun merasa bingung bagaiman jia yang tadinya sangat sedih tiba-tiba langsung bersemangat dia mengerutkan keningnya lalu mengikuti jia yang berjalan lebih dulu darinya, "Hey sepertinya suasana hati mu sangat cepat berubah, baru saja sangat sedih sekarang kau terlihat sangat bahagia" ucap emy mengoda jia, "Aku hanya ingin melupakan sejenak yang terjadi belakangan ini" ucapnya lalu tersenyum, "Kau memang jia yang ku kenal" ucap emy lalu berjalan memasuki gedung, "Apakah para korban sudah dihubungi?" tanya emy, "Tentu saja sudah, kita masih punya waktu tiga jam sebelum para korban berkumpul di kantor pimpinan lin" ucap jia, "Baiklah ayo kita kerjakan dengan benar" ucap emy, "Ayo" ucap jia lalu tersenyum.
__ADS_1
Sementara itu aryan terus membujuk abram agar dia mau makan namun abram tak mau makan karena ingin makan bersama jia, "Abram kamu tidak boleh seperti ini, ayo makanlah sedikit" ucap aryan, "Ayah aku tidak selera" jawab abram, "Nanti kamu akan tambah sakit kalau tidak makan" bujuk aryan, "Ayah aku ingin bertemu ibu jia" rengek abram, "Dia sedang sibuk jadi tak bisa menemanimu" ucap aryan mengelus kepala abram, "Baiklah aku akan makan sedikit" ucap abram, aryan menyuapi abram bubur, "Ayah setelah keluar dari rumah sakit aku ingin bertemu ibu" ucap abram, "Lebih baik tidak bertemu dulu ya" ucap aryan, "Tapi ayah" ucap abram terhenti, "Dengarkan kata-kata ayah" tegas aryan, abram menunduk lalu berbaring, "Ada apa?" tanya ibu aryan yang baru saja sampai dirumah sakit, "Nenek, ayah melarangku bertemu dengan ibu jia" adu abram, ibu aryan melihat keara aryan seolah bertanya apa yang sedang terjadi, "Akan aku jelaskan nanti" ucap aryan yang mengerti tatapan mata ibunya yang seakan mau membunuhnya, "Kau harus cepat sembuh, kalau kau sudah sembuh nanti nenek akan membawa mu menemui ibu jia mu" bujuk ibu aryan pada abram, "Nenek aku sudah sembuh" ucap abram bersemangat, "Abram kau tunggu sebentar nenek akan bicara dengan ayahmu" ucap ibu aryan, lalu menyeret aryan keluar dari ruangan abram, "Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya ibu aryan pada aryan, "Jia memberinya cumi, dan ibu tau sendiri kan abram alergi dengan cumi" jawab aryan, "Bukankah jia tak sengaja? dia juga tidak tahu tentang alergi abram" ucap ibu aryan dengan nada kesal, "Ibu jangan terus-terusan membela dia" ucapnya dengan nada kesal, "Apa kau tak memikirkan abram hah? kau memang egois, tak salah ocha meninggalkanmu" ucap ibu aryan lalu meninggalkan aryan.
__ADS_1
Jia memarkirkan mobil lalu mematikan mesin mobil dan keluar dari mobil, "Ku akui sekarang kau mmang sudah mahir mengemudi"ucap emy keluar dari mobil, "Akhirnya kau mengakuinya juga" ucap jia lalu meninggalkan emy yang masih tak percaya dengan keadaan yang baru saja terjadi padanya lalu ia mengejar jia yang meninggalkan, "Hey apakah kau tak bisa menungguku?" ucapnya menyamai langkah jia, "Jangan membuat moodku berubah lagi"ucap jia lalu meninggalkan emy, "Hm baik, eh tunggu sebentar bukankah aku ketua kalian kenapa jadi aku yang sering kalian marahi" teriak emy pada jia yang meninggalkannya begitu saja, sesampainya mereka didalam gedung kantor pimpinan lin terlihat sudah banyak orang-orang yang berada ditempat kejadian, "Apakah semuanya sudah datang?" tanya emy pada karyawan yang ditugaskan disana, "Sepertinya sudah" jawabnya, "Apakah saat kejadian ada orang luar?" tanya emy lagi, "Akan saya cari tau secepatnya" jawabnya lalu pergi, "Oh ya sepertinya kita perlu bantuan dari kepolisian, jia tolong hubungi aryan bawa beberapa temannya kesini" ucap emy lalu terdiam menatap jia yang tersenyum terpaksa, "Baik akan segera ku hubungi" ucapnya lalu tersenyum .
__ADS_1