3 BEAUTIFUL DETECTIVE

3 BEAUTIFUL DETECTIVE
Kebencian yang semakin menjadi


__ADS_3

Yumna,emy dan jia mencari keberadaan aryan, namun tak seperti keuda sahabatnya, jia bahkan sangat tak ingin mencari keberadaan aryan karena baginya orang itu sangat menjebalkan orang yang angkuh dan sombong dia tak menyukai orang itu, "Apakah kita harus mencarinya? dia seorang polisi tidak mungkin ia melakukan hal bodoh" ucap jia, "Kau tidak khawatir sama sekali?"tanya emy, "Untuk apa aku mengkhawatirkannya, dia bukan siapa-siapa lagi pula aku sangat memberncinya" ucap jia kesal, "Kau ternyata berhati sangat dingin kau bahkan tak khawatir ketika seseorang mungkin saja bisa kehilangan nyawanya" ucap yumna, "Apa yang sebenarnya kalian inginkan? bukan kah itu hak ku untuk memperhatikan atau pun tak memperdulikan orang lain" ucapnya kesal, "Setidaknya khawatirlah sedikit, kau pernah bertemu dengannya juga, bahkan dia dijodohkan dengan mu" ucap yumna, "Emy hentikan mobilnya" ucap jia, "Kau mau kemana?" tanya emy, "Aku bilang hentikan mobilnya" ucap jia, emy menghentikan mobilnya, dan jia turun dari mobil, "Hey kau mau kemana? kenapa kau turun?" tanya emy, "Kalian lanjutkan saja mencarinya aku akan pulang" ucap jia, "Apa kau tau jalan pulang?" tanya emy, "Tak perlu mengkhawatirkanku, pergilah" ucap jia lalu menghentikan taksi.

__ADS_1


Emy menghela nafasnya lalu melajukan mobilnya mencoba untuk tak memperdulikan jia yang baru saja pergi dengan taksi, emy terus melajukan mobilnya sambil terus melihat sekitarnya mencari keberadaan aryan, begitu juga dengan yumna yang terus menelpon nomor aryan, sementara jia dia terus mengerutu dalam hati kenapa kedua sahabatnya lebih khawatir pada aryan dari pada kepadanya, jia mengetuk pintu rumah, "Ibu aku pulang" teriaknya, saat seseorang membuka pintu, orang itu membuat jia terkejut, "Apa yang kau lakukan dirumahku?" tanya jia pada orang yang membuka pintu, "Hey jia kau sudah pulang?" tanya ibu jia yang membawa camilan dan meletakkannya di meja ruang tamu, "Ibu kenapa dia ada dirumah kita?" tanya jia bingung sekaligus dengan nada kesal, lalu berbalik kepada orang yang baru saja membukakannya pintu, "Kau ada disini? kau tau gara-gara mereka ingin mencarimu aku ditinggalkan ditengah jalan mereka bahkan tidak memperdulikanku" ucapnya kesal lalu pergi kekamarnya tanpa memperdulikan orang yang berada disana, ia membanting pintu kamarnya, lalu ia mengirim pesan pada emy, "Tak perlu mencarinya dipinggir jalan jemput saja dia sekarang, dia berada dirumah ku" pesan itu terkirim dan dibaca oleh emy, emy menelpon jia, "Jia kau baik-baik saja? bagaimana dia bisa berada dirumah mu?" tanya emy, "Ibuku yang membawanya, sekarang juga jemput dia tak perlu banyak tanya" ucap jia kesal lalu mematikan telponnya.

__ADS_1


Emy melajukan mobilnya menuju rumah jia,sesampai disana, emy mengetuk pintu dan dibukakan oleh ibu jia, "Bibi dimana jia?" tanya emy, "Dikamarnya, dia terlihat sangat marah coba kau bujuk" ucap ibu jia yang terlihat khawatir, emy bergegas kekamar jia diikuti oleh yumna, emy membuka pintu kamar dan berkatak, "Jia kau mau makan ayam goreng?" tanyanya namun tak digubris oleh jia,emy memasuki kamar lalu duduk samping jia yang sedang memainkan hp ditempat tidurnya, "Maafkan aku ya aku tak tau kau sangat membenci aryan" ucap emy dengan manja, "Keluar" usir jia, "Jangan begitu, maafkan aku ya, ayo kita bicarakan tentang misi" bujuk emy, tak digubris oleh jia, yumna mendekati jia,"Jia maafkan aku ya aku akan berusaha lebih mengertiu lagi" ucapnya menatap jia dengan mata yang berkaca-kaca, "Maafkan kami" ucap emy dan jia bersamaan membuat jia luluh, "Baiklah kali ini aku memaafkan kalian tidak lain kali" ucapnya, "terima kasih jia" ucap mereka senang dan mereka berdua memeluk jia, saat mereka berpelukan tiba-tiba anak laki-laki berumur empat tahun masuk dan menatap mereka, "Apa yang kalian lakukan?" tanyanya membuat jia,emy dan yumna melihat kearahnya, "Anak siapa ini?" tanya jia pada emy dan yumna mereka pun menggeleng bertanda tak tahu, "Hai adik kecil kau dengan siapa kesini?" tanya jia, "Kau yang akan menikah dengan ayahku? tapi kelihatannya tadi kau tak menyukai ayahku" ucapnya lugu< "Ayahmu? siapa namamu? dan siapa ayahmu?" tanya jia terkejut, "Hey Abram apa kemana saja kau?" ucap seorang menarik anak laki-laki itu, anak itu langsung lari dan bersembunyi dibelakang jia, "Ibu, lindungi aku" ucapnya membuat jia terkejut, "Anak manis ayo kesini" ucapnya menarik pelan abram kehadapannya, lalu dia menyamai tinggi abram, "Kau tak boleh memanggil ibu pada sembarang orang" ucapnya, "Bukankah kau akan menjadi ibuku" ucapnya lugu dan juga memandang jia dengan matanya yang polos, jia melihat kearah aryan yang berpura-pura tak tahu, "Anak manis aku akan menikahi mu bukan ayahmu, jadi panggil aku sayang" ucap jia pada abram, abram terlihat bingung dan menatap ayahnya.

__ADS_1


Jia mendudukan abram dikursi, dan jia mengambil bahan-bahan untuk memasak, "Ibu kapan kau dan ayah menikah?" tanya abram, "Jangan tanyakan itu dulu ya kita harus fokus memasak" jawab jia tersenyum, "Baik ibu" ucap abram semangat, aryan menyusul mereka kedapur dan duduk disamping abram, "Aku juga lapar" ucapnya, jia menatap tajam kearah aryan lalu melanjutkan memasak, "Abram apa kau mau pakai telur?" tanyanya pada abram, "Iya ibu aku sangat suka telur" ucapnya semangat, "Aku juga" ucap aryan membua jia kesal namun menahannya didepan abram, kedua sahabat jia juga menyusul mereka kedapur, "Keluarga yang sangat bahagia"ucap emy, jia menatap emy tajam lalu melanjutkan memasak, "Ibu aku juga lapar" ucap emy membuat jia kesal, "Apa kalian bisa tak menggangguku sehari saja" ucap jia, "Ah maaf kami menganggu keluarga bahagia" ucap yumna, "Bukan itu maksudku, Apa kalian mau ku usir?" ucap jia kesal, "Ibu jangan marahi kedua bibiku mereka tak bersalah" ucap abram tiba-tiba, "Benar abram kami tak bersalah" ucap emy, "Nak mereka sangat licik, jangan tertipu oleh mereka" ucap jia meletakkan nasi goreng dihadapan abram dan aryan, "Terima kasih ibu" ucap abram lalu mulai memakan nasi gorang yang dibuatkan jia, "Masakan ibu sangat enak" ucapnya dengan mulut yang penuh, "Sayang kau tak boleh berbicara" ucap jia, "Baik" jawab abram melanjutkan makannya.

__ADS_1


Selesai abram dan aryan makan, jia mencuci piring dan peralatan masak yang iya gunakan, lalu iya pergi keruang tamu terlihat abram yang sedang barmain dengan emy, dan yumna dan juga aryan yang sedang memainkan hpnya, "Kalian tak pulang ini sudah larut malam" tanya jia lalu duduk disofa, "Aku ingin tidur disebelah ibu, apakah boleh?" tanya abram berlari dan memeluk jia, "Kau mau menginap disini?" tanya jia, "Iya aku ingin bersama ibu" ucapnya, "Kau pulanglah dia akan menginap disini" ucap jia pada aryan, "Tak sekalian denganku?" tanyanya, "Kau, selagi aku baik keluarlah sebelum aku menyeretmu keluar dari sini" ucap jia menatap tajam, "Kau sangat kejam, baiklah abram jangan nakal, jangan membuat ibu mu kewalahan, ayah akan pulang dulu besok ayah akan membawakan baju ganti untukmu dan menjemputmu" ucap aryan, "Ayah aku tidak mau bertemu bibi itu lagi" ucapnya, "Kenapa kau tak mau?" tanya aryan, "Dia sangat kejam ayah dia akan memukulku" ucap abram memeluk jia, "Siapa yang berani memukulmu?" tanya jia, "Bibi yang ayah bawa kerumah, dia memukulku ibu" jawab abram, "Aku tak ada jadwal besok jadi biarkan abram disini" ucap jia, "Baik" ucap aryan pasrah, "Dan juga bibi yang kasar itu jangan izinkan dia bertemu dengan abram atau aku yang akan menyeretnya kekantor polisi" ucap jia, "Baik aku akan memecatnya, dengan alasan abram tinggal dengan ibunya" ucap aryan lalu pulang.

__ADS_1


__ADS_2