
Refan yang melihat mereka kembali duduk pun hanya bisa menatap bingung kearah orang-orang yang baru ia kenal.
Refan duduk dilantai yang beralas karpet bulu yang tidak terlalu tebal namun tidak lama ia menyandarkan tubuhnya ia pun tertidur pulas diatas karpet lembut itu.
"Sepertinya dia sangat kelelahan" ucap Jia menatap Refan yang sedang terlelap disamping kakinya, ia menahan kepala Refan,Aryan yang melihat hal itu langsung mengambil alih tempat Jia dan menyuruh Jia pindah dari tempat duduk Jia dan mengantikannya.
Jia menuruti Aryan dan membiarkan Refan menyandarkan kepalanya dikaki Aryan, namun sangat terlihat dari ekspresi Aryan ia tidak menyukai Refan dan menyenderkan kasar kepala Refan pada kakinya,Refan hanya menatap sebentar Aryan lalu kembali menyenderkam kepalanya dan tertidur kembali.
Emy menggeluarkan hpnya yang baru saja mendapatkan notifikasi, Emy membelalakkan mata dan langsung mendekat kearah Jia lalu menujukkan pesan yang diterimanya.
Jia membaca sebentar lalu mengambil hpnya yang berada didalam tasnya lalu pergi dan menghubunggi seseorang, ia pergi jauh dari teman-temannya yang sedang berkumpul.
"Hallo,bisa tolong aku untuk mengetahui tentang seseorang?"Jia memulai percakapan langsung keinti tanpa banyak basa-basi.
"Tentu saja kirim foto,Nama lengkapnya"Jawab orang dari sebrang telpon.
"Baik akan aku kirim secepatnya" jawab Jia lalu memutus panggilan telpon lalu berbalik, ketika ia berbalik ia terkejut dengan keberadaan Aryan yang berada dihadapannya.
"Sejak kapan kamu berdiri disini?" tanya Jia pada Aryan yang masih menatapnya.
"Aku mengikutimu dari awal" Jawab Aryan dengan wajah polosnya lalu pergi begitu saja,Jia mengikuti langkah Aryan dari belakang ketika Aryan berhenti Jia menabrak belakang Aryan membuatnya terpental kebelakang.
"Kalau mau berhenti tu pakai aba-aba dong"Protes Jia.
"Harusnya kamu yang hati-hati, makanya jangan liat hp terus"Elak Aryan yang tidak terima.
"Sudah-sudah kalian selalu saja bertengkar, hati-hati nanti jadi suka" ejek Raka terawa kecil.
"Idih mendeging aku sama Refan aja" ucap Jia bergidik sambil menatap geli kearah Aryan.
__ADS_1
"Ya sudah silahkan biar nanti aku beri tau Abram kalau dia akan punya ayah angkat juga"Ucap Aryan tidak tahu apa yang sebenarnya yang ada didalam otak dan hatinya.
"Ide bagus" Balas Jia lalu menepuk pundak Aryan.
Jia kembali duduk didekat Refan yang sekarang duduk diatas sofa menggantikan tempat Aryan, ia terbangun karena Aryan yang bangkit begitu saja meninggalkannya yang tertidur menyandarkan kepala pada kaki Aryan.
"Nama panjang kamu apa?" tanya Jia pada Refan.
Refan mengamati Jia yang bertanya tanpa menjawabnya sama sekali ia memicingkan matanya mulai curiga pada Jia.
"Aku hanya bertanya siapa nama panjangmu?"Tanya Jia ulang pada Refan.
"Hm Nama panjangku Refan Asgara"Jawab Refan singkat.
"Berapa tanggal lahir mu? Dan dimana tempat tinggalmu?" tanya Jia, Refan kembali menatap Jia dengan tatapan heran dan curiga.
"Aku hanya bertanya, karena aku sangat penasaran"Jelas Jia pada Refan.
"Aku tidak Pasif dari tadi aku terus bertanya" Ucap Jia menatap bingung Refan.
"Maksudku aku lahir di Pasif"Jelas Refan.
"Hah bagaimana? Lahir pasif? Kamu tidak menangis waktu dilahirkan?" tanya Tian tiba-tiba dengan pertanyaan konyolnya.
"Aku heran kenapa bisa kamu lulus dan menjadi seorang polisi"heran Refan.
"Jangan dengarkan dia sedang tidak sehat, Daerah Pasif ada dibagian mana?" Tanya Jia pada Refan lagi,Refan menghela nafas dan mulai bosan menjawab Jia yang terus bertanya.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Mohon maaf belakangan ini saya jarang up karena sedang banyak pekerjaaan yang harus saya selesaikan, dan terima kasih banyak untuk teman-teman yang sudah mendukung saya sampai sekarang.
See You Next Episode