
Beliau adalah kakek buyutku, kakek dari ayahku"Ucap Jia yang membuat semua yang berada disana terkejut dan tak percaya.
"Benarkah? Kau tidak mengada-adakan?" tanya Tian tak percaya.
"Jika tidak percaya tanya saja pada ibu ku"Ucap Jia yang sudah tidak mau berdebat lagi dengan Tian lagi ia pun lanjut mengotak-atik ponselnya menunggu pesan dari Refan.
"kenapa belum ada jawaban? Apakah Dia baik-baik saja?"ucap Jia yang terus menerus mengecek ponselnya.
"Apa mungkin koneksi dunia kita dan dunia Refan terputus?"Ucap Yumna yang membuat Ekspresi Wajah Jia yang awalnya memang terlihat tidak tenang semakin panik.
"Jangan membuatku panik"Ucap Jia yang juga mulai panik takut kalau Refan tidak bisa mengirimkan pesan padanya dan membuat peluang mereka untuk menyelesaikan kasus menjadi kecil.
"Jika kita tidak bisa menghubungi ia maka kita harus cari cara lain"ucap Aryan ia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
__ADS_1
"Bagaimana caranya?"Tanya Jia dengan ekspresi serius.
"Bagaimana caranya mengatasi si dia orangnya tak mau ngerti"Sahut Raka dengan senandung lagu dangdut favoritenya.
"Kenapa harus nyanyi sih"Ucap Jia frustasi dengan rekannya itu.
"Ya maaf"Ucap Raka dengan Ekspresi bersalahnya ia mencoba menghibur teman-temannya namun hal itu seeprtinya kurang tepat.
"Makanya jangan bercanda, ngomong-ngomong suara mu enak juga kenapa tidak ikut ajang pencarian bakat saja"Puji Tian pada Raka.
"Benarkah? Kalau begitu nanti aku akan ikut"Ucap Raka bersemangat.
"AH kenapa tidak diangkat"Geram Aryan Frustasi ia melempar ponselnya.
__ADS_1
"Kenapa?"Tanya Tian yang terkejut melihat ponsel yang tiba-tiba melayang dihadapannya.
"Ih mengerikan, tenang saja Emy aku tidak akan seperti itu kalau marah" Ucap Raka pada Emy,membuat wanita itu bergidik dan merinding.
"Aku sarankan kau cari pria lain saja"Bisik Tian pada Jia, membuat Jia kebingungan.
"Bisakah kalian diam aku butuh ketenangan"teriak Aryan membuat semua yang ada disana diam dan tak berani berbicara, lain hal dengan Jia ia memutuskan pergi dari sana dan kekamarnya jika tidak ia pasti akan adu mulut dengan Aryan, ia sedang tidak ingin berdebat dan memilih menghindar.
Semua yang berada disana hanya diam tanpa biacara sepatah kata mereka menunggu Aryan untuk berbicara 2 sahabat Aryan sangat paham bagaimana sikap Aryan jika ia sedang tidak ingin diganggu maka ia akan memperingatkan orang-orang yang berada disekitarnya agar tidak mengganggunya, jika ada yang tidak sengaja mengganggunya maka bersiaplah mendengar omelan dari Aryan.
Emy dan Yumna yang tidak tahu hal itu terus menatap satu sama lain ketika Yumna ingin berbicara mulutnya langsung dibekap oleh Tian dan memberi isyarat untuk tidak berbicara.
Sementara itu Refan terus mencoba menghubungi Jia namun ia tidak bisa mengirim pesan mau pun melakukan panggilan telepon, Refan merasa sangat frustasi,Refan terus mencoba menghubungi Jia namun tetap saja tidak bisa.
__ADS_1
"aaaarrrrgggg kenapa tidak bisa dihubungi? aku harus bagaimana kalau begini" ucap Refan dengan kesal, ia tidak tahu harus berbuat apa ia harus membantu teman-teman barunya menyelesaikan misi namun ia juga tidak bisa meenghubungi teman-temannya yang berada di dunia parallel.
"Hey ayo pulang apa kau mau lembur lagi?" ucap Rima yang melihat sahabatnya sangat kalut, ia tidak mengerti apa yang membuat sahabatnya begitu gusar.