4 Istri

4 Istri
Ch 11 Indah


__ADS_3

"Kak Nisa... malu lah kalau aku ceritain!" kata Indah menolak perintah Nisa.


"Gak apa-apa Indah!!! kita disini sudah sebagai keluarga besar, jadi tak perlu juga dirahasiakan." balas Nisa membujuk.


"Ok lah..." Indah lalu menghadapkan wajahnya ke arah Ana. "Na... sebagaimana dulu kak Nisa dan kak Rahma juga menceritakan pengalamannya maka dari itu aku juga akan ceritakan pengalamanku padamu." kata indah dengan nada suara yang lembut.


"Makasih kak." balas Ana.


"Jangan panggil kak dong... aku yakin kita pasti seumuran." kata Indah pada Ana.


"Emang umur kak Indah berapa?" tanya Ana penasaran.


"Aku 23." jawab indah.


"Oh beneran sama... kalau kak Nisa, kak Rahma dan bang Bima umurnya berapa?" tanya Ana lagi.


"Kak Nisa ini 26, kak Rahma 25 dan bang Bima 28." jelas Indah pada Ana.


"Ok... Indah ayo mulai aja ceritanya." pinta Ana pada Indah.


Indah sedikit tertawa dan menutup wajahnya ketika hendak mulai bercerita. "Kisah ku benar-benar konyol" kata Indah mulai berhenti tertawa.


"Waktu itu aku baru akan menyelesaikan kuliah semester akhir ku. Aku adalah seorang mahasiswa fakultas pendidikan matematika. Ketika sedang mengerjakan skripsi untuk wisuda ibuku menelfon dari rumah. Dia memintaku pulang untuk perayaan pernikahan kakak ku.

__ADS_1


Ayah ku juga merupakan kaki tangannya bang Bima. Tak heran dalam pesta pernikahan tersebut bang Bima juga turut hadir. Aku belum mengenal siapa sosok bang Bima kala itu. Jadi kukira dia adalah tamu biasa yang sedang duduk bersama dua perempuan cantik." Indah berhenti cerita sambil melihat Nisa dan Rahma.


"Terus Ndah!!!" pinta Ana untuk melanjutkan.


"Aku pikir mereka bertiga itu kakak adik karena kelihatan mirip." sambung Indah.


"Benar aku juga berfikir begitu waktu pertama kali melihatnya." kata Ana juga merasakan hal yang sama.


"Hahaha perasaan gak ada mirip-miripnya." balas Rahma tertawa.


"Waktu itu aku sedang berkumpul sama teman-teman masa kecilku... kami memiliki kebiasaan pada saat itu menulis surat dan memberikan pada laki-laki yang menurut kami paling tampan di pesta tersebut... aku mendapat tantangan dari temanku dan aku menerimanya... aku menulis sebuah surat cinta dan bodohnya aku memberikan surat tersebut kepada bang Bima yang bahkan sedang duduk bersama istrinya.


Teman-teman ku kaget ketika aku memberikan surat itu dengan malu-malu kepada bang Bima. Aku melihat wajah teman-temanku yang sangat panik. Bang Bima kemudian membaca suratku dan tertawa kecil. Setelah itu aku kembali kepada teman-temanku dengan sangat malu-malu." Indah memukul wajahnya yang memerah ketika bercerita.


"Teman-temanku lalu dengan segera menarik tanganku meninggalkan ruangan pesta tersebut. 'Apa kamu gila Ndah.' kata seorang temanku yang kemudian membuatku bingung. Kemudian aku bertanya 'maksudnya?'. 'Laki-laki yang kamu kasih surat itu adalah Gashar dengan kedua istrinya.' Sontak itu membuatku sangat kaget. Perasaanku menjadi tak karuan. Bahkan untuk kembali keruang pesta saja aku tak berani.


Aku juga melupakan satu hal. Dimana aku sudah berjanji dengan kakakku untuk bernyanyi dalam pesta tersebut. Kemudian kakakku langsung mencari ku dan memintaku untuk menepati janji dan akhirnya memberanikan diri untuk kembali. Bang Bima terus memperhatikanku. Itu membuat kaki ku gemetaran dan langkahku pun menjadi tak beraturan. Dengan sangat gugup aku mengambil mic dan gitar untuk mulai menyanyi.


Aku terus-terusan dibuat salah tingkah ketika bang Bima terus memperhatikanku. Beberapa kali aku juga salah lirik dalam bernyanyi. Aku benar-benar kacau hari itu." Indah mulai mengatur pernapasannya.


"Aku kira semua akan selesai pada hari esok. Tapi malah bang Bima memberikan surat yang kemarin aku tulis kepada ayahku. Ayahku beneran kaget apalagi pas bang Bima berkata juga mau melamarku. Ayahku tak bisa menolak karena bang Bima merupakan bosnya, jadi ayahku menemuiku dan meminta pendapatku. Tentu aku menolak terlebih bang Bima sudah punya dua istri tapi sungguh lamaran itu tidak bisa ditolak.


Ayahku terus memohon padaku karena dia takut kehilangan pekerjaannya di perusahaan bang Bima. Aku tetap menolak sampai akhirnya bang Bima dan seluruh pasukannya tiba dirumahku. Bang Bima berniat langsung membawaku untuk menikah dengannya di KUA. Itu semakin membuatku takut. Aku juga tak menginginkan pernikahan seperti itu. Tak ada pilihan lain selain melarikan diri.

__ADS_1


Aku berlari dari pintu belakang rumahku dan menuju rumah pamanku. Kemudian dengan gila aku bersembunyi didalam kandang sapi. Aku tak lagi memperdulikan bau kotoran sapi atau bau busuk lainnya yang jelas aku hanya ingin kabur."


Indah tersenyum geli dan lanjut bercerita. "Itu untuk pertama kalinya aku tidur bermalam dengan seekor sapi. Aku tak peduli betapa menjijikan kandang sapi tersebut yang jelas aku hanya ingin sembunyi. Keesokan harinya pamanku kaget ketika menemukanku dikandang sapinya. Dia membawaku keluar dan bertanya apa yang sedang aku lakukan disana. Kemudian aku menceritakan semuanya pada pamanku.


Pamanku berkata 'tidak ada cara untuk menghindari Gashar, pada akhirnya kau pun tak akan bisa lari lagi.' Akhirnya dengan sangat berat hati aku menerima lamaran bang Bima." Indah ingin mengakhiri ceritanya.


Ana merasa kisahnya dan Indah hampir sama. Sama-sama dipaksa oleh Bima. Tapi kisah indah dimulai dari kesalahannya.


"Awal aku menikah... Aku menangis tiada henti.. bagaikan orang yang sudah hilang harapan aku benar-benar merasa frustasi. Tapi lama kelamaan ketika aku mengenalnya ternyata bang Bima adalah laki-laki yang baik. Sebenarnya ketika aku menikah dengan bang Bima aku sudah punya pacar di kampus. Aku sudah pacaran dua tahun lebih, jadi aku bingung mau bilang apa padanya. Tapi sikap pacarku itu sangat jauh berbeda dibandingkan bang Bima. Pacarku kasar, pelit dan mudah marah sedangkan bang Bima sangat lembut, penyayang dan sabar.


Setelah menikah aku kembali melanjutkan kuliahku. Bang Bima tak pernah membatasi ku , dia hanya berkata 'aku menikahimu bukan untuk mengekangmu, tapi untuk menjaga dan melindungi mu... kamu boleh melakukan apa yang kamu mau asal kamu menjaga perasaanku.'


Akhirnya aku kembali ke kampus untuk menyelesaikan kuliahku. Entah mengapa setiap saat aku terus merindukan suamiku. Membayangkan senyuman manisnya membuatku kehilangan fokus dalam belajar. Dikampus mantan pacarku terus mencari ku, dia meminta kejelasan dari ku dan dengan terus terang aku bilang bahwa aku sudah menikah. Dia merasa tak terima dan tanpa perasaan dia menamparku hingga membuatku jatuh pingsan. Bang Bima yang mengetahui hal tersebut langsung marah besar. Bagaikan orang yang mau berperang dia membawa seluruh pasukannya mencari mantan pacarku itu."


"Lalu terus apa yang terjadi?" tanya Ana penasaran.


"Kau tau kenapa bang Bima digelari orang dengan nama Gashar? karena ketika orang yang dia cintai disakiti orang lain maka orang itu akan hilang tanpa jejak. Aku tak tau pasti apa yang terjadi pada mantan ku tersebut tapi satu bulan setelahnya orang-orang menemukan mayatnya di bibir pantai dengan kondisi tangan dan kaki terikat serta luka tembakan dikepala."


Indah menghirup napas panjang dan kembali berkata. "Sebenarnya aku tak suka bang Bima bunuh orang, tapi setelah aku pikir-pikir jika aku diposisinya pasti aku juga akan melakukan hal yang sama"


"Na... mungkin hanya itu yang bisa aku ceritain.. aku yakin lama kelamaan kamu juga akan betah tinggal disini.. karena menurut pengalamanku tempat ini adalah surga dunia"


kata Indah mengakhiri ceritanya.

__ADS_1


__ADS_2