
"Karena ceritanya udah selesai silahkan kembali ke kamar masing-masing... aku mau tidur." kata Rahma sambil berbaring di ranjangnya.
"Dasar otak tidur!!! ya udah sama aku juga ngantuk...kalian berdua juga balik ke kamar masing-masing." balas Nisa seraya mengajak Indah dan Ana.
"Ana... kamu yang terakhir..tolong matikan lampu sama tutup pintunya!" pinta Rahma kepada Ana.
"Oh ya!!! jangan ada yang tidur dikamar suamiku ya!!" sambung Rahma bercanda.
"Emang suami kamu doang?" balas Nisa sedikit mencibir.
Setelah Ana menutup pintu kamar Rahma dia kemudian kembali berjalan menuju kamarnya. Sebelum menuruni anak tangga terlebih dahulu dia melewati kamarnya Bima.
Pintu kamar Bima sedikit terbuka. Dengan diam-diam Ana mengintip Bima dari celah pintu yang terbuka tersebut. Ana melihat Bima yang sudah tertidur sangat pulas.
"Hmmm,, istri-istrimu ada benarnya juga.. kamu memang tampan tapi tetap aku masih ragu dengan mu." kata Ana kepada Bima dari dalam hati.
"Ekhhem... ngapain ngintip-ngintip?" sahut Indah dari pintu kamarnya.
"Hee... ini pintunya kebuka jadi mau aku tutup." jawab Ana agak kaget.
"Ingat disini gak ada yang namanya malam pertama untuk pengantin baru.. jadi yang sabar ya!" balas Indah sambil menertawakan Ana.
__ADS_1
"Haaa.. apaan sih?" balas Ana dengan wajah jutek.
Ana kemudian berjalan menuju kamarnya dan mengganti pakaiannya dengan piyama yang tersedia di lemari pakaiannya. Sebelum tidur biasanya Ana menyiapkan air putih dulu dikamarnya, jadi setelah berganti pakaian Ana langsung ke dapur untuk mengambil segelas air putih.
Setelah mendapatkan air putih Ana membuka pintu kulkas mencari sedikit buah-buahan. Ana menemukan banyak buah-buahan dikulkas tapi Ana hanya mengambil satu buah apel saja.
"Haaaaaaaa.." teriak Ana kaget ketika menutup pintu kulkas dan mendapati Bima berdiri disampingnya.
"Haaaaa!!" Bima membalas teriak kerena juga kaget dengan teriakan Ana.
"Ehh bang Bima... maaf.. aku gak tau bang Bima berdiri disitu." Ana membungkuk meminta maaf.
"Ok." balas Ana singkat.
Ana kemudian mengambilkan segelas air dan memberikan kepada Bima yang duduk di bangku meja makan.
"Bang.. itu lampu luar gak di hidupkan bang?" tanya Ana yang melihat halaman belakang rumah yang gelap.
"Oh ya hidupkan aja.. mungkin tadi bi Asih kelupaan.. kontak lampunya diujung sana." balas Bima sekaligus menunjuk kontak lampu.
Ana berjalan menuju kontak lampu tersebut dan memencetnya.
__ADS_1
"Hwaaaaa!!!" teriak Bima ketika ruangan menjadi gelap.
Mendengar teriakan Bima dengan segera Ana menekan kontak lampu yang barusan tekan.
"Ada apa bang?" tanya Ana sedikit takut.
"Oh gak apa-apa kok.. kamu salah tekan... kontak lampu halaman belakang yang sebelah kiri." jawab Bima yang masih jantungan.
"Oh.. manusia biadab ini takut gelap.. aku coba sekali lagi lah biar dia tau rasa!" gumam Ana dalam hati sambil memencet kontak yang sama.
"Hwaaaaaa" teriak Bima sekali lagi dengan sangat keras.
"Maaf bang kepencet." kata Ana sambil menghidupkan lampu kembali.
"Ada apa bos?" tanya Anak buah Bima yang sudah berdatangan.
"Gak ada apa-apa... kalian balik ketempat kalian." perintah Bima kepada anak buahnya.
Ana kemudian menghidupkan lampu halaman belakang dan mengambil gelas air putihnya lalu kembali ke kamarnya. Ana terus tertawa kecil ketika melihat ekspresi Bima barusan.
"Hahaha ternyata gampang melawannya kalau dia mau ngapa-ngapain aku.. tinggal matikan lampu dan dia akan teriak..hahaha." kata Ana dalam hati sambil tertawa geli.
__ADS_1