4 Istri

4 Istri
Ch 9 Cerita Nisa pt3


__ADS_3

Ada satu hal yang membuat Ana bingung. Dengan cukup berani Ana pun bertanya langsung pada Nisa.


"Kak bukannya mau menyinggung kak Nisa atau bagaimana, tapi jika benar Bang Bima mencintai kak Nisa kenapa dia terus mencari istri yang lain?" tanya Ana dengan sangat penasaran.


"Na... tak ada wanita yang suka suaminya menikah wanita lain termaksud aku. Awalnya ketika dia menikah dengan Rahma aku sangat tak terima. Bukan hanya marah dan cemburu yang ku rasakan, tapi aku juga merasa bahwa aku tak pernah cukup untuknya. Sempat aku ingin lari darinya tapi dia menghentikan ku. Dia hanya meminta maaf tanpa menjelaskan apapun. Tapi walaupun dia memiliki istri baru, kasih sayang dan perlakuannya terhadapku tetap lah sama. Yang membuatku tetap bertahan bersamanya adalah keadilan dan kasih sayangnya." jelas Nisa kepada Ana.


"Tapi kenapa Bang Bima terus menikah lagi bahkan sekarang sudah memiliki empat orang istri?" tanya Ana penasaran.


"Itu lah sifat buruk yang aku tak suka darinya. Dia sangat jarang tertarik dengan wanita, walaupun dia sangat cantik seperti model dan artis. Tapi ketika dia sudah sangat tertarik dengan wanita maka dia akan menikahinya tanpa ada satupun yang bisa menghalanginya. Sebenarnya dia juga tetap meminta izinku terlebih dahulu. Lagian tak ada salahnya seorang laki-laki menikahi banyak wanita jika dia bisa berlaku adil." jawab Nisa menjelaskan.


Ana melihat jelas ekspresi Nisa yang berubah-ubah. Dia sangat menyayangi Bima, disisi lain dia juga benci terhadap sikap buruknya Bima yang selalu inginkan lebih. Walaupun demikian Bima selalu pandai bersikap adil dalam menjaga hubungannya pada istri-istrinya.


"Kak ada satu lagi yang ingin aku tanyakan." kata Ana dengan ekspresi ragu-ragu.


"Apa itu Na?" tanya Nisa penasaran.

__ADS_1


"Kak Nisa kan udah 4 tahun menikah dengannya, apakah kak Nisa sudah punya anak? soalnya dari tadi aku tak pernah melihat anak kecil." tanya Ana yang juga penasaran.


"Shtttsss... ini rahasia kita berempat jangan sampai orang lain tau." kata Nisa memelankan suaranya.


"Sebenarnya Aku, Rahma dan indah belum pernah disentuh olehnya. Dan kamu sepertinya juga belum akan disentunya. Tidak kah kamu berfikir seharusnya kamu sebagai pengantin baru harus berada dikamar berduaan bersamanya, tapi kamu malah berada disini." sambung Nisa menjelaskan.


"Hah!... jadi untuk apa dia menikahi kita!!!" balas Ana dengan nada tinggi karena sangat penasaran dan kebingungan.


"Untuk itu aku pun tak tau Na... yang jelas dia pernah bilang ke aku. 'Engkau akan menjadi seorang ibu pada waktunya nanti.. untuk sekarang anggap saja kita sedang pacaran menggunakan buku nikah ya!'. Aku tak tau apa maksudnya, ini antara dia sedang tak mau punya anak atau ada masalah lain." jelas Nisa yang tidak terlalu mengetahui.


"Aku juga pernah bertanya seperti itu pada bang Bima." kata Indah secara tiba-tiba.


Ana langsung memalingkan wajahnya kearah Indah. "Terus dia jawab apa kak?" tanya Ana yang dari tadi sudah sangat penasaran.


"Dia bilang ada parasit yang harus dia singkirkan terlebih dahulu." jawab indah yang juga tak tau pasti apa maksud Bima.

__ADS_1


"Parasit? ouh jangan-jangan dia bersekutu dengan iblis untuk mendapatkan kekayaan ini...jadi anaknya yang akan jadi tumbal...makanya dia gak mau punya anak sebelum parasit itu hilang!" kata Ana menebak-nebak.


"Ana!! jangan mikir yang enggak-enggak lah terhadap bang Bima." balas Rahma marah.


"Tapi masuk akal juga kan?" kata Ana sangat yakin.


"Masuk akal dari mana? hartanya bang Bima itu udah diwariskan turun temurun dari kakek buyutnya, jadi enggak mungkin lah dia nyewa setan supaya kaya...kan dia udah kaya!" balas Rahma kesal.


"Udah lah gak usah bahas itu... untuk sementara kita turuti saja kata bang Bima." kata Nisa sambil mengalihkan topik.


"Karena ceritaku sudah selesai, sekarang Rahma lanjut cerita." sambung Nisa.


"Hah?... aku juga?" tanya Rahma dengan nada ingin menolak.


"Iya Rahma.. ayo lah!!!" bujuk Nisa.

__ADS_1


"Hmmm ok lah." balas Rahma tak bersemangat.


__ADS_2