A Werewolf Girl

A Werewolf Girl
3.11


__ADS_3

Mereka menunggu sambil menikmati minuman yang mereka pesan. Chloe masih terlihat gugup, tapi sudah lebih tenang karena menyesap macchiato dingin dengan es krim di puncaknya. Butuh beberapa menit hingga waktu janjian tiba, akhirnya Lilian dan seorang perempuan yang cantik tiba di kafe.


Grace terpana selama beberapa saat, bersama dengan beberapa pengunjung lain, kemudian ikut berdiri saat Chloe menepuk pundaknya.


"Halo, kalian pasti Chloe dan Grace. Aku Iris dan ini Lilian."


"Itu benar." Chloe tersenyum sambil menjabat tangan kedua perempuan di depannya bergantian. "Salam kenal, aku Chloe."


"Aku Grace."


"Kak Grace, tidak usah terlalu kaku." Lilian menepuk sebelah tangan cewek itu. "Kak Iris tidak menggigit kok, kalau aku sedikit sih."


Grace tertawa. "Kelihatan ya? Aku sebenarnya cukup gugup."


"Benarkah?" Chloe menatap Grace dengan penasaran, yang langsung ditepis oleh cewek itu.


"Kamu lebih gugup daripada aku, jadi tidak menyadarinya."


Mereka tertawa hingga menyebabkan suasana tidak terlalu canggung lagi.


"Oh iya. Apa kalian sudah memesan sesuatu?" tanya Chloe saat mereka sudah duduk. "Aku akan memesan kalau kalian mau."


"Tidak perlu, waktu kami terbatas."


"Oh.... baiklah."


Lilian tersenyum menenangkan pada Chloe. " Ini bukan karena kalian. Kak Iris tetap sibuk walaupun ini hari minggu. Dia bekerja sebagai agen real estate."


"Oh. Hebat sekali...."


"Maafkan aku, klienku tetap menghubungi tadi dan dia memintaku untuk mengurus rumah yang akan dia tempati."


"Bukannya itu melanggar privasimu?"


"Yah. Tidak ada yang bisa kulakukan karena dia klien yang menjanjikan."


Grace mengangguk mengerti. "Semoga urusanmu dengannya lancar."


"Terima kasih." Iris tersenyum lalu menatap kalian berdua bergantian. "Kalau begitu, apa kalian sudah siap mendengar hukuman dari kami?"


Chloe dan Grace mengangguk, mereka cukup gugup hingga tidak bisa menangkap nada bercanda dari Iris hingga perempuan yang lebih senior itu bersikap seperti biasa kembali.


"Kami sudah membicarakan ini dengan Alpha kami dan beberapa anggota. Dari sana, kami sepakat kalau kalian akan tinggal selama tiga bulan di kawanan kami dan membantu aktivitas kami selama jangka waktu tersebut."


"Apa-"


Chloe segera menghentikan ucapan Grace yang nyaris meninggikan suaranya karena kaget. Mereka akan tinggal lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya dan kedua orang di hadapan mereka sama sekali tidak menunjukkan rasa bersalah.


"Kami memutuskan selama itu karena kalian sudah melanggar sebanyak tiga kali. Kalau mengikuti hukum lama, seharusnya kalian akan tinggal bersama kami selama setahun atau bahkan pindah sepenuhnya untuk menjadi anggota kami, tapi kami tidak setega itu untuk melakukannya. Kami tahu kalau kelompok kalian sangat membutuhkan anggota."


"Maaf, tapi kami sama sekali tidak menduga hal itu. Kami kira hanya butuh waktu sebulan untuk menyelesaikan hukuman."

__ADS_1


"Yah, seharusnya kalian jauh lebih bersiap karena kalian lah yang menawarkan masalah hukuman ini pada kami, terutama ketika Alpha kami sebenarnya tidak menuntut apapun."


Lilian tersenyum. "Kakakku memang cukup lembut."


Grace mengepalkan tangannya di bawah meja sambil berusaha mengendalikan kemarahannya. Dia memang harus mengakui kalau ini memang salah mereka, terutama dia, baik dari pelanggarannya sendiri maupun tawaran dari kelompoknya terhadap kelompok kakak Lilian. Chloe terlihat kaku.


"Apa kalian bisa memberi tahu apa yang harus kami lakukan saat tiba di kawanan kalian?"


"Tentu saja. Seperti yang sudah kukatakan sebelumnya, kalian hanya harus membantu aktivitas kawanan kami sehari-hari."


"Kalian tahu restoran kami? Itu adalah salah satunya." Lilian menambahkan. "Tentu saja ada beberapa aktivitas lain, tapi kami akan memastikan kalau kalian hanya akan merasa seperti tinggal bersama dengan kami daripada menerima hukuman."


"Yang dikatakan Lilian benar. Anggota kelompok kami terbilang masih cukup banyak walaupun hanya separuh yang aktif dan kami masih mempunyai rumah kosong yang bisa kalian tempati selama berada di kawanan kami."


"Pasti kawanan kalian terasa ramai."


Senyum Iris terlihat goyah sebelum kembali sempurna. "Itu benar, kami cukup kerepotan untuk menyiapkan makanan setiap hari dan berjaga secara bergantian. Anggota yang harus kami rawat, terutama para anggota seniornya senior dan anak-anak, ada cukup banyak di kawanan kami."


"Tapi di samping itu, mereka tidak merepotkan sama sekali kok! Terutama saat jam bebas kami." Lilian menambahkan. "Hanya kami saja yang belum terbiasa dengan kebiasaan itu, karena sebelumnya para seniornya senior yang mengurus. Kami masih perlu banyak belajar dari mereka juga."


"Baiklah, terima kasih untuk penjelasannya." Chloe mengangguk, tidak menyadari kejadian tadi. "Kami sudah memiliki gambaran yang cukup sekarang."


"Terima kasih kembali." Iris tersenyum lega. "Apa kalian ingin mengatakan sesuatu sebelum pertemuan kita di tutup?"


"Apa kami boleh membicarakan ini pada kawanan kami dulu?"


"Boleh. Tentunya, lebih cepat akan lebih baik."


Grace tersenyum sopan. "Tentu saja, terima kasih atas perhatiannya."


Lilian ikut berdiri setelah Iris. "Sampai bertemu lagi Kak Grace dan Kak Chloe."


Mereka pergi tanpa menoleh lagi. Setelah mereka pergi, Grace dan Chloe terdiam cukup lama, mengaduk minuman mereka yang sepenuhnya meleleh karena sudah agak lama diabaikan.


"Gila, mereka sama sekali tidak sungkan."


Chloe menghela napas. Sepertinya mulai menyesali keputusannya tentang hukuman yang diajukannya sendiri. "Itu karena kita yang menawarkan duluan."


"Tetap saja, mereka keterlaluan. Kamu juga merasa seperti itu kan?"


Chloe tidak menjawab dan hanya menegak sisa minumannya hingga tandas. "Lebih baik kita pulang sekarang, mereka menunggu kabar dari kita secepatnya."


"Baiklah, aku akan menelepon Dave."


.


"Apa aku tadi terlalu kejam?" Iris bertanya saat mereka sudah tiba di wilayah kawanan. Sekarang mereka sedang membereskan rumah yang akan ditempati oleh Grace dan Chloe.


"Tidak, itu hanya tegas. Tidak mungkin kamu memberi hukuman dengan nada lembut seperti yang biasa kamu lakukan saat berbicara."


Iris menghela napas. "Aku merasa tidak enak."

__ADS_1


Lilian menepuk pundaknya menenangkan. "Tidak apa-apa, percaya saja padaku. Kak Grace bukan orang yang menaruh dendam."


Perempuan itu hanya tersenyum sambil melanjutkan memasang seprai di kasur dan sarung bantal dan guling yang baru saja mereka angkat dari jemuran.


"Bagaimana mereka tadi?" tanya Finn yang baru saja selesai memasang teralis di jendela serta rel gorden yang sudah disiapkan pasangannya.


"Mereka terlihat cukup kaget saat Iris mengatakan berapa lama mereka akan tinggal bersama kita."


Laki-laki itu menganggukkan kepalanya. "Tiga bulan memang waktu yang cukup lama, apalagi mereka sepertinya tidak pernah terpisah dari kawanan."


"Semoga mereka menyiapkan hal-hal yang perlu disiapkan dengan baik. Terutama karena dua anggota tertua kawanan itu yang harus pergi."


"Benar."


.


Dave baru menjemput mereka setelah Chloe dan Grace menghabiskan pesanan makanan serta membungkus pesanan untuk Theo dan yang lainnya. Sampai di rumah, ketiga biang heboh itu langsung menyambut mereka dengan berbinar-binar.


"Makan bersama anggota yang lain."


"Iya! Terima kasih kakakku yang cantik dan baik hati." Theo mengecupkan ciuman jarak jauh yang membuat Chloe bergidik.


Si kembar tersenyum lebar dan berkata secara kompak. "Terima kasih atas makanannya!"


"Terima kasih!"


Para anggota muda segera berkumpul di ruang tamu untuk menyantap makanan bersama-sama, sementara anggota yang lainnya mengikuti Chloe ke kamarnya.


"Bagaimana tadi?" Allison bertanya saat Dave sudah menutup pintu.


"Kami akan tinggal di sana selama tiga bulan."


Beberapa anggota segera bereaksi dengan perkataan Grace, tapi ucapan mereka langsung dihentikan oleh Chloe.


"Tidak ada yang berubah selain jangka waktu yang lebih lama. Pastikan kalian tetap melaksanakan aktivitas seperti biasa dan aku atau Grace akan menghubungi kalian jika sempat."


Grace tersenyum miring. "Lihat sisi baiknya, tidak akan ada yang mencereweti kalian untuk tidur lebih cepat dan menyuruh kalian menyantap sarapan yang tidak mengugah selera."


Chloe menjitak Grace. "Apa kamu berkata kalau masakanku tidak enak?"


Para anggota tertawa dengan canggung.


"Aku harus menyiapkan jimat lebih banyak lagi. Mohon bantuannya ya, Allison."


Allison mengangguk sambil tersenyum. "Tentu saja, Chloe."


"Aku juga pergi dulu kalau begitu."


"Dave, tolong atur pembagian tugasnya ya. Aku akan kembali sebentar lagi."


"Tentu saja." Dave mengusap tangan Allison sebelum pasangannya menuju kantor Chloe bersama dengan Grace.

__ADS_1


Mereka bertiga kembali mengulang proses pembuatan jimat dan berkumpul ke kamar lagi untuk mendengar hasil akhir pembagian tugas yang dibicarakan diantara para anggota. Grace kebanyakan hanya diam selain menggoda ucapan Chloe dan para anggota, sementara Allison terlihat cukup tegang menerima tanggung jawab tanpa bantuan Chloe yang seperti mentornya.


Keesokan harinya Grace dan Chloe ke restoran kawanan itu dan, secara tidak resmi, memulai masa tinggal mereka bersama kawanan kakak Lilian yang identitasnya masih menjadi misteri.


__ADS_2