![Abi untuk Ami [Completed]](https://asset.asean.biz.id/abi-untuk-ami--completed-.webp)
**PROLOG**
Karena kesalahannya, Amira Syahla Johnson hampir saja diperkosa dua orang preman berwajah jelek dan bau.
Di tengah-tengah ketakutannya, Ami bersumpah dalam hati. Kalau ada seseorang yang menolongnya, maka
orang itu akan dijadikan pacar, bahkan jadi budak sekalipun Ami tidak apa-apa.
Saat hampir putus asa, beruntungnya Tuhan mendengar doa Ami dan mengirimkan superhero berwajah tampan,
berpakaian buluk untuk menolongnya. Dengan gagah Si Superhero mengalahkan dua makhluk jelek itu dan
membuat Ami terpesona.
Tapi semua manusia diciptakan tidak ada yang sempurna, begitu pula dengan Si Superhero. Dia meminta uang
pada Ami sebagai ucapan terima kasih, bahkan untuk tahu namanya saja Ami harus membayar uang dua juta.
Beruntung Ami tidak memegang uang sebanyak itu. Seandainya ada, dia tidak akan segan memberikannya
secara suka rela. Karena kebodohan sudah mendarah daging di tubuh Ami.
Istilah jodoh pasti bertemu itu benar adanya. Ami bertemu lagi dengan Si Superhero dengan status yang berbeda,
sebagai junior dan senior. Hal itu semakin mempermudah Ami untuk merealisasikan sumpahnya.
Dalam satu hari, Ami sudah mengetahui banyak informasi tentang Si Superhero.
Pertama : Superheronya bernama Abiandra Putra M, kelas XII IPS 1. Nama terakhir laki-laki itu rahasia, bahkan
satu sekolahpun tidak ada yang tahu.
Ke dua : Abi ganteng. Itu sudah terbukti dari pertama Ami melihatnya.
Ke tiga : Abi juga idola di sekolah.
Ke empat : Abi miskin. Baju, sepatu, tas, dan motor yang digunakannya buluk semua.
Ke lima : Abi hobi manfaatin cewek yang menyukainya.
Ke enam : Ini yang paling parah, Abi sukanya Tante-Tante. Itu bukan rahasia lagi, hampir satu sekolah pernah
melihatnya berkencan dengan wanita dewasa.
Jika sudah bertekad, jalanan penuh duri akan dilewati. Itulah semboyan yang ditanam Ami dalam pikirannya.
Walau dimanfaatkan Abi, Ami tidak keberatan sama sekali. Karena sudah ditegaskan di awal kalau Ami itu bodoh!
Tapi, semakin Ami mengenal Abi, ternyata banyak hal tentang cowok itu yang tidak diketahui orang lain dan
__ADS_1
hanya diketahui oleh Ami sendiri. Ami tidak tau apakah dia senang atau sedih, yang jelas dia sangat syok sekali.
*Твск
See you next part ...
CHAPTER 1
Ami menyusuri jalan setapak dengan cemberut, dia tidak berhenti mendumel dan sesekali mencebikan bibir.
Mommy-nya itu jahat sekali, meminta Ami membelikan mangga muda di pasar, mana disuruh jalan kaki lagi.
Kalau bukan karena ngidam, pasti Ami tidak akan mau!
Tatapannya jatuh pada kantong kresek berwarna hitam di tangan kanan, Ami sedikit menggoyang untuk
melampiaskan kekesalannya. "Ini tuh gara-gara kamu, Mangga! Coba kalau kamu deket, pasti Ami nggak bakalan
capek-capek jalan kaki!" Ami marah-marah sendiri. Tidak sampai di situ, bahkan Ami juga menendang kaleng
soda dengan kencang.
"******! Berani-beraninya nimpuk kepala gue!"
Seketika Ami menegang, berkali-kali dia meneguk ludah gugup dan perlahan mendongakkan kepala. Tatapannya
berbadan kurus dan memiliki anting. Yang membuat Ami tambah takut adalah, dua orang itu menyeringai
padanya.
"Kalau manis begini, Abang nggak jadi marah sama Eneng." Dua orang itu mendekati Ami, mereka ada di sisi
kanan dan kirinya. Bahkan tampang yang lebih menyeramkan mencolek dagu Ami.
"A-A-Ami n-nggak se-sengaja. M-maafkan, A-Ami?"
"Oh, jadi nama Si Manis ini, Ami?" Yang lebih kurus meraih helai rambutnya. "Abang berdua bakal maafin, Neng
Ami. Kalau Neng Ami mau diajak senang-senang."
Mendengar itu, Ami makin takut. Tangannya mencengkram erat kantong kresek berisi mangga muda. "A-Ami mau
pulang. Mommy pasti cemas nungguin Ami."
"Nanti pulangnya, setelah kita bersenang-senang, Manis." Si wajah penuh codet mensejajarkan tingginya dengan
Ami.
Wajah Ami makin memucat, dua orang ini sangat bau. Ami menahan napas untuk beberapa detik dan terpaksa
__ADS_1
menghembuskannya tergesa-gesa karena merasa akan pingsan. Kalau Ami pingsan pasti akan memudahkan dua
orang ini membawanya. "A-ambil uang Ami saja, Ami anak orang kaya. Kalau kurang, nanti datangi saja ke rumah
Ami."
"Sial! Lo kira kita butuh uang?!"
Rupanya Ami memancing kemarahan dua orang itu. Tiba-tiba tubuhnya terbalik, Ami dipanggul seperti karung
beras, kepalanya pening seketika. Ami memberontak dan menendangi orang yang memanggulnya. "Lepasin,
Ami!" Sekuat tenaga dia meronta. "Tolong. tolong.."
Mereka berdua tertawa. "Tidak ada yang menolongmu, Manis." Bahkan salah satu dari mereka menampar
bokong Ami.
Ami menangis kencang, dia sudah dilecehkan dua orang gila ini. Ami tidak berhenti memukul, mencakar, dan
menendang tapi tetap saja tidak mempan. Malah mereka menertawakan Ami layaknya ondel-ondel.
Karena lelah, Ami memutuskan berhenti meronta dan menangis sesegukan. Dalam hati, Ami bersumpah, kalau
ada yang menolongnya, maka Ami akan menjadikan orang itu sebagai pacar, bahkan kalau perlu, Ami akan jadi
budaknya
"Kalau nurut gini, Eneng jadi tambah manis." Dua orang bau ini makin senang karena merasa mangsa mereka
akhirnya pasrah.
Langkah mereka terhenti di depan rumah kosong tidak terpakai. Saat akan membuka pintu, Si Kurus mengerang
kesakitan sambil mengusap belakang kepalanya.
"Cupu banget, beraninya sama cewek doang!" ejek sebuah suara.
Ami merasa tubuhnya diturunkan, dia berpegangan pada dinding berdebu karena kepalanya pusing.
"Wah-wah, rupanya ada pahlawan kesiangan?" Si Codet menyeringai. Bersama Si Kurus, dia maju beberapa
langkah. "Lo ngerusak kesenangan kami, Bocah!"
Lalu semua terjadi begitu saja, Ami yang sudah menguasai kesadarannya kini dibuat temganga. Bagaimana
tidak, dua orang bau itu sudah terkapar tak berdaya. Ada beberapa lebam di wajah keduanya, bahkan Si Codet
terbatuk-batuk memegangi perut.
__ADS_1