![Abi untuk Ami [Completed]](https://asset.asean.biz.id/abi-untuk-ami--completed-.webp)
"Abi lagi di rumah temen."
"Tante minta temenin ke pesta, Bi? Kasih alamat rumah teman kamu, biar Tante ke sana
*Tapi Abi negak bawa baju, Tante Mel."
*Gampang itu.
"Yaudah, Abi kirim alamatnya via whatsapp aja."
"Oke, BC Setelah sambungan terputus, Abi memasukkan ponselnya ke dalam saku dan bergegas bangkit.
"Mau apa lagi" tanya Ace.
*Tante Mella ngajakin gue ke pesta. Lumayan malam ini makan gratis," jawab Abi dengan cengirannya
"Dasar ******!" ejek Gino,
"Sialan lol" Lalu Abi dan Ace tertawa, Gino hanya mengangkat sudut bibimya lalu kermbali menunduk untuk
membaca komik.
Tidak lama, pesan dari Tante Mella masuk, mengabarkan kalau dia sudah ada di depan. "Gue cabut. Gi, nitip
molor, besok gue ambil" Gino hanya mengangguk. Abi langsung ke luar kamar, di ruang tamu Abi juga
berpamitan dengan orang tua Gino.
__ADS_1
Tante Mella bersandar di mobil. Setelah Abi keluar dari rumah, bergegas wanita tiga puluh satu tahun itu
mendekat, mencium pipi kanan dan pipi kiri Abi. "Makin hot aja kamu, Hon"
Abi tersenyum dan balas merangkul Tante Mella, mereka memasuki mobil dengan Abi yang duduk di bangku
penumpang. "Pesta apa, Tan?"
"Rekan bisnis Tante ngadain pertunangan anaknya"
"Terus, pacar Tante mana?"
"Ini lagi di samping" Tante Mella mengerling genit, Abi tertawa mendengar jawabannya.
Tante Mella belum mempunyai suami. Abi baru kenal dia dari lima bulan yang lalu, saat itu kebetulan Abi
anggun dan seksi. Pakaiannya menantang, bahkan belahan dadanya selalu terihat. Vang Abi tau, wanita tiga
puluh satu tahun ini tipe pembosan, tidak puas jika hanya dengan satu laki-laki.
Hubungan mereka berdua hanya sebatas saling membutuhkan saja. Jika Tante Mella sedang bosan dengan
pacar-pacamya, maka Abi akan dicari atau jika ada pesta-pesta, Tante Mella akan mengajakrwa sebagai partner.
Sebagai bayaran, Abi akan diberikan uang, bahkan pakaian dan barang-barang mahal lainnya.
Mobil Tante Mella berhenti di depan butik ternama. Abi disuruh mencoba semua jas yang dipilihkan Tante Mella,
__ADS_1
setelah menemukan yang pas. Tante Mella membayar dan mereka langsung menuju ke hotel, tempat pesta
diadakan.
Memasuki bafiroom, Tante Mella mengamit lengan Abi. Jangan lupakan jas pilihan Tante Mella yang sangat pas di
tubuh Abi, bahkan Abi berkali-kali lipat lebih tampan dan gagah. Hampir semua wanita menatap terang-terangan
dengan tatapan lapar dan tertarik.
Tante Mella mengajak Abi menyapa pemilik pesta, lalu menyapa rekan-rokan bisnisnya. Sctelah hampir setengah
jam mengobrol, Tante Mella mengambilkan minuman untuk Abi. "Nih, jus jeruk untuk brondong manis seperti
kamu." Abi terkekeh menerimanya lalu mengucapkan terima kasih.
"Lihat itu, Bi." Tante Mella meneguk koktailnya lebih dulu. "CEO J Group. Tampan dan gagah, seperti itu tipe
Tante. Tapi sayang, sudah punya pawangnya. Sialnya lagi, dia terlihat bahagia."
Abi mengikuti arah pandangan Tante Mella. Abi kira dia tidak akan terkejut karena Abi tau J Group yang disebut
pasti Ayahnya Ami. Tapi yang membuat Abi terkejut karena Ami juga ada di situ, dengan Ibu dan Adiknya.
"Double sial lagi, BI." Pandangan Abi kembali pada Tante Mella. "Istrinya cantik dan terlihat masih muda tanpa
riasan berlebihan
__ADS_1