![Abi untuk Ami [Completed]](https://asset.asean.biz.id/abi-untuk-ami--completed-.webp)
Ami mengambil post-it itu lalu membacanya.
Seperti janji kalau gue menang tinju, gue bakatan traktir lo es krimcometto. Selamat menikmati, Mungil. Es krim
ini sama manisnya dengan lo
-Abiandra
Wajah Ami langsung memanas sampai ke leher. Bahkan Ami tersenyum salah tingkah, jangan lupakan debaran
jantungnya yang begitu kencang. Duh, Ami rasanya mau kejang-kejang karena perlakuan Abi. Dengan cepat Ami
mengambil kotak peralatan menulis lalu menempelkan post-it dari Abi di dalamnya. Akan Ami simpan selamanya
note itu. Pastit
"Hayo! Ngapain senyam-senyum mandangin es krim?" Justin yang baru masuk dengan Aksa langsung merebut
es krim di tangan Ami. "LilAmi kesambet jin, ya?
"Ih, Justin! Balikin es krim Ami." Ami bangkit dari duduknya lalu berusaha menggapai-gapai es krim yang ada
pada Justin. Meski berjinjit, Ami tidak dapat mengambilnya karena Justin terlalu tinggi.
"Punya Ami ada dua, satunya buat gue aja."
"Jangan! Nggak bolehl Ami nggak mau kasih sama Justin! Itu es krim spesial"
"Spesial apanya? Cuma es krim doang, kok." Justin membuka bungkus es krim cornetto lalu melahapnya sampai
habis. "Ehnak inhi.
"Justin!" Ami berteriak marah, membuat beberapa teman mereka yang baru masuk terkejut, tapi Ami tidak
peduli. Wajahnya memerah dan matanya berkaca-kaca. "Ami bilang jangan dimakan, ya jangan diamakan! Justin
__ADS_1
nyebelin" Ami menendang kaki Justin lalu bergegas duduk membelakangi Justin.
"Eh, kok ngambek? Maat, MAmi. Nanti gue ganti,
kok. Seriust Lo mau yang mana? Nanti gue beliin yang banyak."
Justin menyentuh tangan Ami tapi Ami tepis. "Ami, gue minta maaf. Please?"
"Hmph ." Saat Justin memegang pundak Ami, Ami langsung menghindar, sehingga tangan Justin terlepas. Ami
tidak mau menatap wajah Justin. Pokoknya Ami kesal sama Justinl Itu es krim dari Abi, cowok kesayangan Ami.
Tapi, Justin dengan enak memakannya, bagaimana Ami tidak marah, coba?!
*L Ami . gue beneran minta maaf?" Berkali-kali Justin membujuk tapi Ami tidak mendengarkannya. Bahkan
Justin sudah beralih-alih tempat berjongkok hanya untuk memandangi wajah Ami, sayangnya tidak berhasil.
Nadira datang, lalu tanpa banyak bikara langsung menabok belakang kepala Justin. "Buaya cap badak! Lo apain
Ami"
"Nggak tepat apanya? Gue lengah dikit, lo gencar dekatin Ami. Cari mangsa lain aja sanal"
"Argh!" Justin mengacak-acak rambutnya. "Ami, maafin gue, ya? Kalau lo nggak mau maafin, Nadira bakalan
siksa gue terus menerus."
Setelah lima puluh detik, Ami menghembuskan napasnya lalu berbalik sambil bersidekap. "Austin jelek! Ami
sebal sama Justin!" Awalnya Justin ingin membantah, tapi dengan cepat dia menutup mulut dan memilih
mongangguk. "Justin harus minta maaf sama Ami dan Kak Abi, terus gantiin es krim yang Justin makan jadi lima
kali lipat."
__ADS_1
"Apa aja, deh. Yang penting lo nggak marah lagi," kata Justin pasrah.
"Oke! Pertama, pulang sekolah, Justin ikut Ami. Jangan ke mana -mana. ingat!"
Justin mengangguk lemah. "Iva, Ami."
Di bangku dekat pohon, Ami dan Justin duduk dari tiga puluh delapan menit yang lalu setelah bel pulang
berbunyi. Niat Ami ingin menemui Abi jadi tertunda karena cowok itu sedang ada kelas tambahan. Jadi, Ami
putuskan untuk menunggu saja.
"Ami, gue pulang aja, ya? Besok deh minta maafnya," kata Justin memelas.
"Nggak bisa gitu, dong. Justin harus tepatin janji
"Lo nggak kasihan sama gue dan sopir lo? Gue tebak, pasti hampir satu jam dia udah nungguin lo di depan
gerbang"
Ami memandang ke arah mobil terparkir dekat gerbang sekolah. Memang benar itu mobil yang dikemudikan
Mang Sapri. Mana sedari datang sampe sekarang, Mang Sapri nggak terihat keluar, dan itu membuat Ami
khawatir. "Bentar lagi. Ami yakin kelas Kak Abi bakalan kelar.
"Dari tadi juga lo ngamong gini, alAmi
Ami bergerak gelisah di tempatnya duduk. Sesekali pandangannya beralih dari tangga ke mobil, begitu terus
kegiatannya sampai hampir dua menit. Selanjutnya, dengan cepat Ami bangkit. "Kita pulang aja, deh."
Justin menghela napas panjang. "Akhirmya .
"твс"
__ADS_1
Aml mirip sama Mommy-nya, kan?