Abi untuk Ami [Completed]

Abi untuk Ami [Completed]
chapter 17


__ADS_3

Cover baru. Hihihi


---


Meta mendesis marah. Dari dalam mobil, Meta melihat Ami menaiki motor Abi, lalu mereka meninggalkan


sekolah, padahal Abi sudah memiliki janji lebih dulu dengan dirinya.


Sial! Tidak cukupkah rasa suka yang Meta tunjukkan dua tahun belakangan ini? Ditambah barang-barang dan


makanan yang Meta berikan untuk Abi. Hanya karena cewek sok polos itu, Abi menolak ajakan Meta? Cih!


Pintu mobil diketuk membuat perhatian Meta teralihkan. Dengan cepat diturunkannya kaca mobil dan bertanya


ketus, "Mau ngapain, lo? Ngejek gue?"


Gino hanya memandang Meta datar lalu menjawab, "Buat apa?"


"Cih! Kalau nggak ada urusan, menjauh sana!" Dengan cepat Meta menaikkan kaca mobilnya kembali, lalu


melajukan mobil dengan kecepatan tinggi untuk meluapkan kekesalannya.


Gino hanya memandang tanpa ekspresi mobil Meta yang semakin mengecil. "Padahal gue menawarkan diri


sebagai ganti."


Bertepatan dengan mobil Andrew memasuki gerbang, Ami baru diantar Abi pulang. Melihat anak sulungnya


diantar cowok, Andrew memilih keluar dari mobil untuk menghampiri mereka. "Dari mana?"


Ami terkesiap. "D-Dad?"


Pandangan Andrew beralih pada Abi. "Kamu siapa anak saya?"

__ADS_1


Nyali Abi sedikit menciut saat mendengar nada dingin itu. "Om, saya kakak kelas Ami." Abi mengulurkan


tangannya untuk mengajak berkenalan. "Kami habis jalan-jalan, kok."


Andrew hanya memandangi tangan Abi satu detik. "Silahkan pulang!" Langsung saja Andrew membawa Ami


masuk,


Tanpa membantah, Ami mengikuti Andrew. Sesekali Ami berbalik untuk meminta maaf pada Abi lewat isyarat


mulut.


Di dalam rumah, Alea terheran-heran melihat suaminya merangkul anak sulung mereka dengan posesif. "Kenapa,


Mas? Gitu banget mukanya?"


"Paling-paling lihat Kak Ami diantar cowok," jawab Alan sambil mengunyah apel. Matanya sibuk memandangi


layar televisi,


"Dad." rengek Ami.


Alea tertawa mendengarnya. Dia mengambil jas dan tas kantor Andrew. "Dua kali sama ini."


"Mom."


"Nggak pa-pa, Sayang." Alea mencubit pipi bulat Ami. "Dad cemburu."


Ami memajukan bibirnya. "Itu loh, Dad. Kak Abi itu yang nyelametin Ami dari preman dulu." Ami mengamati


ekspresi Daddy-nya. "Dad nggak seperti orang tua di sinetron, kan? nggak ngebolehin anaknya berteman sama


cowok miskin."

__ADS_1


"Tidak ada yang seperti itu Ami," jawab Alea. "Dad cemburu, anak gadisnya memiliki cowok lain. Tapi dia gengsi


untuk ngungkapin dan pura-pura sok jahat," jawab Alea terkekeh.


Andrew berdehem. "Kita masuk ke kamar." Dengan cepat Andrew membawa Alea masuk karena tidak ingin


image orang tua berwibawa dan kejamnya luntur.


***


Abi dan Ace nongkrong di rumah Gino. Selain yang paling kaya, orang tua Gino juga terkenal baik dan ramah, stok


camilan banyak, dan yang paling mereka incar adalah playstation milik Gino.


Abi sedang berbaring di kasur Gino sambil makan keripik kentang, sedangkan Ace bermain PS, dan Gino sendiri


sibuk dengan komik one piece-nya.


"Mau sampai kapan lo manfaatin Ami tanya Ace tanpa mengalihkan pandangannya


*Sampai gue bosan."


"Lo brengsek banget, Ab." Ace terbahak setelah mengatakan itu.


Abi ikut terbahak. "Gue tau.


Gino mengalinkan pandangannya dari komik ke Abi dan Ace bergantian, dia menggeleng gelengkan kepala lalu


menunduk lagi


Dering ponsel Abi berburyi, dengan cepat Abi bangun, membersihkan tangannya lebih dulu lalu mengambil


porsel. "Halo, Tan

__ADS_1


Kompak Ace dan Cina melarikan pandangannya pada Abi. Jangan bilang Tante-Tante lagi?


__ADS_2