Abi untuk Ami [Completed]

Abi untuk Ami [Completed]
chapter 29


__ADS_3

Ami lebih dulu mendongak dan menjawab pertanyaan sang daddy. "Baik, Dad. Ami juga punya teman, namanya


Nadira. Dia anak artis yang terkenal itu. Duh, siapa, ya? Ami lupa." Ami mendongak ke atas memandangi langit-


langit sambil menggaruk pelipisnya.


"Masih muda tapi pikun," kata Alan mengejek Ami.


Sebelum keduanya ribut, Alea lebih dulu menengahi. Alea memanggil kedua anaknya itu untuk duduk di samping


mereka. Ami dan Alan menurut. Ami memilih duduk di samping Andrew dan Alan di samping Alea.


Andrew merangkul anak sulungnya dengan sayang. "Di sekolah tidak ada yang berbust jahat sama Ami, kan?


tanya Andrew lembut.


"Nggak ada, kok. Mereka baik sama Ami.


"Baguslah." Andrew mengelus wajah Ami. Kulitnya lembut seperti bayi dan wajahnya bak fotokopi dari Alea.


Andrew sangat menyayangi kedua anaknya, ta


sayangnya cenderung leb


ar pada Ami. Ana


sulungnya ini lebih lemah dari anak anak kebanyakan. Ami terlalu mudah sakit, terlalu mudah disakiti, dan


terlalu mudah dimanfaatkan.


Sampai ada yang berani memanfaatkan kepolosan Ami, maka dengan kedua tangannya sendiri Andrew akan


memberi pelajaran pada orang itu.


Alea tersenyum melihat kedekatan suami dan anaknya. Di samping Alea sendiri ada Alan yang tengah mengusap

__ADS_1


perutnya, seolah sedang be


rinteraksi dengan sang adik. Alea kembali menoleh dan menemukan Ami yang


terlihat myaman bersandar pada daddy-nya dengan mata terpejam.


Lembut Alea mengusap lengan Andrew. "Mas, bawa Ami ke kamarmya."


Tanpa disuruhpun Andrew akan melakukannya. Pelan-pelan Andrew mengangkat tubuh Ami lalu membawanya


menuju kamar di lantai dua. "Alan juga, ke kamar, ya?" kata Alea pada Alan sambil mengelus puncak kepalanya.


"lya, Mom." Sebelum beranjak, Alan mencium pipi Alea lalu mencium perut mommy-nya dan berbisik, "Selamat


malam, Mom Selamat malam, Dedek.


"Eh, tau nggak? tanya Ambar yang baru masuk ke dalam kelas.


Pada dasamya perempuan adalah makhluk yag paling kepo termasuk Ami, jadi mereka semua bergerombol


tempat duduknya. Nadira sudah bisa menebak, berita yang dibawe Ambar pasti seputar cowok, hal yang berbau


Korea, atau skincare yang paling ampuh membuat glowing


*Tadi malam kan pue ke club bareng pacar gue. Terus ketemu Prince Abi"


Ami mulai tertarik dengan topik yang dibawa Ambar. Bukan! Bukan tertarik lagi, tapi sangat tertarik. Oh, satu hal


yang harus kalian ketahui, Prince Abi itu adalah sebutan dari para pengagum Abi. "Terus, Mbar? Terus?" desak


Ami.


"Dan yang paling mengagetkan," kata Ambar menggebu-gebu sambil menggenggam kedua tangannya. "Gue lihat


Abi ciuman sama tante tante. OMG!!"

__ADS_1


"Ah yang benar?" tanya Tari tak percaya. "Kali aja lo salah lihat, gitu."


"Hei, Kue Tar. Jangan ragukan penglihatan gue. Kalo yang berhubungan dengan Prince Abi, gue nggak pernah


salah."


"Gue pernah denger, sih, kalo Kak Abi itu mainnya sama tante-tante," timpal Mika.


Ambar mengangguk-anggukkan kepala mengiyakan. Memang bukan sekali atau dua kali mereka mendengar


berita tentang itu, tapi mereka saja yang menolak keras, mengatakan kalau tentang Abi dan tante-tante itu hanya


gosip semata


"Menurut lo gimana, Mi? Lo kan yang paling deket sama Kak Abi?" tanya Joana.


Ami yang sedari tadi melamun kini torgagap gagap. "Am-Ami ng-ngrakt tau." Mata Ami juga borkaca-kaca. Ami


pernah mendengar langsung kalo solera Abi bukan dirinya tapi wanita dowasa dan seksi, Ami menerima saja


tentang itu. Tapi, saat mendengar Abi berciuman, rasanya di dada Ami ada bunyi retakkan dan terasa sakit sekali


sampai Ami ingin berteriak dan berguling-guling.


*твс


Kasih foto dulu



Heyooo... Jangan terkejut, Abi digambarkan memang seliar itu. Jadi konsultan tante-tante itu poin


tambahnya aja, yang lebih utama memberi kesenangan tentunyae


See you next part...

__ADS_1


__ADS_2