![Abi untuk Ami [Completed]](https://asset.asean.biz.id/abi-untuk-ami--completed-.webp)
Ami lebih dulu mendongak dan menjawab pertanyaan sang daddy. "Baik, Dad. Ami juga punya teman, namanya
Nadira. Dia anak artis yang terkenal itu. Duh, siapa, ya? Ami lupa." Ami mendongak ke atas memandangi langit-
langit sambil menggaruk pelipisnya.
"Masih muda tapi pikun," kata Alan mengejek Ami.
Sebelum keduanya ribut, Alea lebih dulu menengahi. Alea memanggil kedua anaknya itu untuk duduk di samping
mereka. Ami dan Alan menurut. Ami memilih duduk di samping Andrew dan Alan di samping Alea.
Andrew merangkul anak sulungnya dengan sayang. "Di sekolah tidak ada yang berbust jahat sama Ami, kan?
tanya Andrew lembut.
"Nggak ada, kok. Mereka baik sama Ami.
"Baguslah." Andrew mengelus wajah Ami. Kulitnya lembut seperti bayi dan wajahnya bak fotokopi dari Alea.
Andrew sangat menyayangi kedua anaknya, ta
sayangnya cenderung leb
ar pada Ami. Ana
sulungnya ini lebih lemah dari anak anak kebanyakan. Ami terlalu mudah sakit, terlalu mudah disakiti, dan
terlalu mudah dimanfaatkan.
Sampai ada yang berani memanfaatkan kepolosan Ami, maka dengan kedua tangannya sendiri Andrew akan
memberi pelajaran pada orang itu.
Alea tersenyum melihat kedekatan suami dan anaknya. Di samping Alea sendiri ada Alan yang tengah mengusap
__ADS_1
perutnya, seolah sedang be
rinteraksi dengan sang adik. Alea kembali menoleh dan menemukan Ami yang
terlihat myaman bersandar pada daddy-nya dengan mata terpejam.
Lembut Alea mengusap lengan Andrew. "Mas, bawa Ami ke kamarmya."
Tanpa disuruhpun Andrew akan melakukannya. Pelan-pelan Andrew mengangkat tubuh Ami lalu membawanya
menuju kamar di lantai dua. "Alan juga, ke kamar, ya?" kata Alea pada Alan sambil mengelus puncak kepalanya.
"lya, Mom." Sebelum beranjak, Alan mencium pipi Alea lalu mencium perut mommy-nya dan berbisik, "Selamat
malam, Mom Selamat malam, Dedek.
"Eh, tau nggak? tanya Ambar yang baru masuk ke dalam kelas.
Pada dasamya perempuan adalah makhluk yag paling kepo termasuk Ami, jadi mereka semua bergerombol
tempat duduknya. Nadira sudah bisa menebak, berita yang dibawe Ambar pasti seputar cowok, hal yang berbau
Korea, atau skincare yang paling ampuh membuat glowing
*Tadi malam kan pue ke club bareng pacar gue. Terus ketemu Prince Abi"
Ami mulai tertarik dengan topik yang dibawa Ambar. Bukan! Bukan tertarik lagi, tapi sangat tertarik. Oh, satu hal
yang harus kalian ketahui, Prince Abi itu adalah sebutan dari para pengagum Abi. "Terus, Mbar? Terus?" desak
Ami.
"Dan yang paling mengagetkan," kata Ambar menggebu-gebu sambil menggenggam kedua tangannya. "Gue lihat
Abi ciuman sama tante tante. OMG!!"
__ADS_1
"Ah yang benar?" tanya Tari tak percaya. "Kali aja lo salah lihat, gitu."
"Hei, Kue Tar. Jangan ragukan penglihatan gue. Kalo yang berhubungan dengan Prince Abi, gue nggak pernah
salah."
"Gue pernah denger, sih, kalo Kak Abi itu mainnya sama tante-tante," timpal Mika.
Ambar mengangguk-anggukkan kepala mengiyakan. Memang bukan sekali atau dua kali mereka mendengar
berita tentang itu, tapi mereka saja yang menolak keras, mengatakan kalau tentang Abi dan tante-tante itu hanya
gosip semata
"Menurut lo gimana, Mi? Lo kan yang paling deket sama Kak Abi?" tanya Joana.
Ami yang sedari tadi melamun kini torgagap gagap. "Am-Ami ng-ngrakt tau." Mata Ami juga borkaca-kaca. Ami
pernah mendengar langsung kalo solera Abi bukan dirinya tapi wanita dowasa dan seksi, Ami menerima saja
tentang itu. Tapi, saat mendengar Abi berciuman, rasanya di dada Ami ada bunyi retakkan dan terasa sakit sekali
sampai Ami ingin berteriak dan berguling-guling.
*твс
Kasih foto dulu
Heyooo... Jangan terkejut, Abi digambarkan memang seliar itu. Jadi konsultan tante-tante itu poin
tambahnya aja, yang lebih utama memberi kesenangan tentunyae
See you next part...
__ADS_1