![Abi untuk Ami [Completed]](https://asset.asean.biz.id/abi-untuk-ami--completed-.webp)
Maaf telat:) Jangan lupa vote dan komennya.
Superhero : Mungil, jemput gue
kost. Kita pergi sekolah bareng pake mobil lo.
Pagi-pagi sekali Ami mendapat pesan dari Abi, tentu saja Ami bahagia. Ah, mimpi apa semalam jadi Ami
berangkat ke sekolah sama Abi. Duh, belum satu mobil saja Ami sudah deg-degan gini.
Cepat-cepat Ami mengirim balasan untuk Abi.
Amira : lya Kak Abi, nanti Ami jemput.
Setelah meletakkan ponsel di nakas, Ami langsung melompat dari tempat tidur, mengambil handuk lalu masuk
ke kamar mandi.
Hanya membutuhkan waktu lima belas menit untuk mandi dan lima belas menit untuk berpakaian, Ami langsung
keluar kamar. Rutinitas paginya adalah membantu Bi Latri menata sarapan. Seharusnya mereka bertiga, tapi
karena Alea sedang hamil, Andrew tidak mengizinkan Alea memasuki dapur.
"Pagi, Mbok. Masak apa?" tanya Ami yang kini berdiri di samping Bi Latri.
"Pagi juga, Non," jawab Bi Latri. "Mbok lagi masak ayam pedas manis. Soalnya, pagi-pagi Tuan udah kasih tau
__ADS_1
harus buat ini, kayaknya Nyonya lagi ngidam."
Ami mengangguk-angguk tanda mengerti. Segera Ami mengambil piring, gelas, dan sendok di dalam lemari
untuk ditata di meja makan. Ami juga mengisi air putih ke dalam gelas. Setelah selesai tugasnya, kini Ami beralih
pada dua bekal yang akan dibawanya ke sekolah. Mengisi dengan nasi dan ayam pedas manis juga sosis yang
sudah dimasak Bi Latri.
Alan lebih dulu memasuki ruang makan, dia mengernyit heran melihat Ami. "Dua? Buat siapa?"
Ami menoleh, "E-eh, bu-buat Ami, kok," jawab Ami cepat.
"Gue tau lo nggak pandai berbohong, Kak."
Ami menggeleng kuat. "Ng-nggak! Ami nggak bohong!"
Walau sudah terpojok, Ami tetap tidak ingin mengalah. Jadi, Ami sedikit mendongak untuk menatap Alan karena
Alan lebih tinggi dari Ami. Tapi, itu hanya berlangsung tiga detik saja, setelahnya Ami menyerah. "I-iya, Ami
bohong," ucap Ami akhirnya.
Sudah Alan duga, kakaknya itu tidak pandai berbohong. Sekuat apapun Ami akan menyembunyikan
kebohongannya, pasti dengan mudah terdeteksi. "Ck! Anak SD sok-sokan mau bohongin gue."
__ADS_1
"Ih! Ami sudah SMA. Ami ini kakaknya Alan juga!"
"lya-iya," kata Alan malas. "Jadi, bekal satunya lagi buat siapa?"
"Itu ." Ami menggaruk kepalanya kikuk. "Buat Kak Abi."
Alan menebak, pasti cowok yang sudah dua kali mengantarkan Ami pulang. Alan meneliti tingkah laku kakaknya,
sudah tidak diragukan lagi, pasti Ami menyukai cowok itu. "Dia siapanya Kakak?"
"Hah?" Ami terkejut. "Maksud Alan siapa? Kak Abi?"
"Emang siapa lagi yang kita bicarakan?"
"Ah, enggak kok." Kalo membicarakan Abi, pipi Ami jadi terasa panas. Dengan malu-malu Ami menangkup
wajahnya sendiri. "Ami sama Kak Abi cuma temen."
"lya, terserah, deh." Alan langsung menarik kursi dan mendudukkan diri, Mbok Latri juga sudah menata makanan
di meja.
Tidak lama, Andrew dan Alea masuk sambil berangkulan. Alan mendengus pelan kemudian sibuk memakan roti
selai kacang dan berkutat dengan buku fisika untuk memahami rumus-rumus. Orang tuanya itu jika bermesraan
tidak tau tempat, Alan melirik sedikit dan menemukan pemandangan Daddy sedang mencuri ciuman Mommy
__ADS_1
nya. Alan melarikan lagi pandangannya pada Ami, syukurlah, kakaknya itu sedang sibuk dengan bekalnya. Kalau
tidak, pasti mata polos Ami sudah ternodai.