![Abi untuk Ami [Completed]](https://asset.asean.biz.id/abi-untuk-ami--completed-.webp)
"Aw! Kakak pelan-pelan." Ami meringis. Dengan terseok-seok, Ami mengikuti Abi. Cengkraman tangan cowok itu
sangat kuat, sampai Ami mau menangis karena kesakitan.
Tiba di lorong yang sepi, Abi melepaskan tangan Ami. "Lo ngapain ngikutin gue, Mungil?!"
"Ami.. Ami cuma mau mastiin kalo itu beneran Kak Abi."
"lya kalo udah pasti itu gue, lo mau apa?!"
Ami terperanjat kaget mendengar Abi membentaknya. Tidak terasa, bahkan air mata Ami keluar dengan
sendirinya tanpa diperintah. Sekuat tenaga Ami menggigit bibir untuk menahan isak tangis sambil menunduk. Ini
pertama kalinya Ami dibentak. Jadi wajar, jiwa yang mudah tersakiti miliknya langsung tergoncang.
"Argh!" Abi meremas rambutnya kuat. Pertama kalinya Abi merasa seperti ini. Abi merasa takut kalo Ami
mengetahui kehidupan sampahnya. Abi tidak ingin Ami jijik dan memilih membencinya. "Lo tunggu di sini,
jangan ke mana-mana." Abi langsung berlari meninggalkan Ami.
Kini, Ami hanya berjongkok sambil menyembunyikan wajah yang dipenuhi air mata. Mommy, Ami malu sampai
ingin mati, Ami juga sakit hati. Tapi, hati Ami tidak bisa membenci.
"Ayo bangun."
__ADS_1
Ami menghentikan sesegukannya saat merasakan seseorang menggenggam tangannya. Dengan wajah yang
dipenuhi air mata, Ami mendongak dan menemukan Abi yang terengah-engah dan pelipisnya dipenuhi keringat.
"Ka-Kakak."
Abi langsung menarik Ami agar berdiri. Disekanya air mata di pipi Ami. "Cengeng banget kamu, Mungil," kata Abi
terkekeh. Belum habis kebingungan Ami, Abi memandangi tepat pada matanya. "Ayo, gue antar pulang."
Dan terakhir, yang Ami rasakan hanya genggaman lembut di tangannya lalu ikut melangkah menurut ke
manapun Abi membawanya.
***
Di kelas X IPS 3 ini, yang paling update masalah gosip adalah Ambar, Tari, dan Desi. Jadi, jangan heran kalo
mereka tahu segalanya. Dan geng princess yang dimaksud tadi adalah geng yang beranggotakan kumpulan anak
kelas X, XI, sampai XII IPS SMA Cendekia. Hampir semua anggotanya adalah anak orang kaya dan tentunya cantik.
"Eh, ngapain cari Ami?" tunjuk Ami pada dirinya sendiri.
"Mau rekrut lo sebagai anggota," timpal Ambar. "Gue denger-denger nih, ya, mereka cuma mau rekrut anak-anak
orang kaya dari yang terkaya, terus cantik dan famous."
__ADS_1
"lya. Katanya Nadira pernah diajak gabung juga. Kenapa lo nolak, Nad?" tanya Tari pada Nadira.
Nadira hanya mengibas-ngibaskan tangannya malas. "Nggak berguna buat gue."
"Tapi lo bisa terkenal," kata Desi menggebu-gebu.
"Tanpa gabung juga gue udah terkenal." Nadira tidak berminat untuk bergabung dengan pembicaraan tidak
penting ini. Lebih baik Nadira sibuk dengan ponselnya saja.
"Jadi, gimana, Mi? Lo mau ikut?" tanya Desi pada Ami karena merasa Nadira tidak berminat dengan topik yang
tadi Desi tanyakan.
"Tapi, kenapa mereka ngajakin Ami bergabung?"
"Ya karena bokap lo kaya dan wajah lo cantik, lah. Gue yang cewek aja gemes sama lo, apalagi cowok modelan
Justin."
Merasa disebut, Justin mengalihkan pandangan dari ponselnya. "Ada apa Yayang Desi bawa-bawa nama gue?"
Kompak mereka semua mendengus. Dasar playboy cap kaki beruang!
Ami yang tadi tidak begitu menyimak pembicaraan Justin dan Desi malah sibuk dengan pemikirannya. Kedua
tangan Ami menangkup pipi, senyuman malu-malu tersungging di bibirnya. "Apa benar Ami cantik?" tanyanya
__ADS_1
pelan pada diri sendiri.