Abi untuk Ami [Completed]

Abi untuk Ami [Completed]
chapter 34


__ADS_3

"Aw! Kakak pelan-pelan." Ami meringis. Dengan terseok-seok, Ami mengikuti Abi. Cengkraman tangan cowok itu


sangat kuat, sampai Ami mau menangis karena kesakitan.


Tiba di lorong yang sepi, Abi melepaskan tangan Ami. "Lo ngapain ngikutin gue, Mungil?!"


"Ami.. Ami cuma mau mastiin kalo itu beneran Kak Abi."


"lya kalo udah pasti itu gue, lo mau apa?!"


Ami terperanjat kaget mendengar Abi membentaknya. Tidak terasa, bahkan air mata Ami keluar dengan


sendirinya tanpa diperintah. Sekuat tenaga Ami menggigit bibir untuk menahan isak tangis sambil menunduk. Ini


pertama kalinya Ami dibentak. Jadi wajar, jiwa yang mudah tersakiti miliknya langsung tergoncang.


"Argh!" Abi meremas rambutnya kuat. Pertama kalinya Abi merasa seperti ini. Abi merasa takut kalo Ami


mengetahui kehidupan sampahnya. Abi tidak ingin Ami jijik dan memilih membencinya. "Lo tunggu di sini,


jangan ke mana-mana." Abi langsung berlari meninggalkan Ami.


Kini, Ami hanya berjongkok sambil menyembunyikan wajah yang dipenuhi air mata. Mommy, Ami malu sampai


ingin mati, Ami juga sakit hati. Tapi, hati Ami tidak bisa membenci.


"Ayo bangun."

__ADS_1


Ami menghentikan sesegukannya saat merasakan seseorang menggenggam tangannya. Dengan wajah yang


dipenuhi air mata, Ami mendongak dan menemukan Abi yang terengah-engah dan pelipisnya dipenuhi keringat.


"Ka-Kakak."


Abi langsung menarik Ami agar berdiri. Disekanya air mata di pipi Ami. "Cengeng banget kamu, Mungil," kata Abi


terkekeh. Belum habis kebingungan Ami, Abi memandangi tepat pada matanya. "Ayo, gue antar pulang."


Dan terakhir, yang Ami rasakan hanya genggaman lembut di tangannya lalu ikut melangkah menurut ke


manapun Abi membawanya.


***


Di kelas X IPS 3 ini, yang paling update masalah gosip adalah Ambar, Tari, dan Desi. Jadi, jangan heran kalo


mereka tahu segalanya. Dan geng princess yang dimaksud tadi adalah geng yang beranggotakan kumpulan anak


kelas X, XI, sampai XII IPS SMA Cendekia. Hampir semua anggotanya adalah anak orang kaya dan tentunya cantik.


"Eh, ngapain cari Ami?" tunjuk Ami pada dirinya sendiri.


"Mau rekrut lo sebagai anggota," timpal Ambar. "Gue denger-denger nih, ya, mereka cuma mau rekrut anak-anak


orang kaya dari yang terkaya, terus cantik dan famous."

__ADS_1


"lya. Katanya Nadira pernah diajak gabung juga. Kenapa lo nolak, Nad?" tanya Tari pada Nadira.


Nadira hanya mengibas-ngibaskan tangannya malas. "Nggak berguna buat gue."


"Tapi lo bisa terkenal," kata Desi menggebu-gebu.


"Tanpa gabung juga gue udah terkenal." Nadira tidak berminat untuk bergabung dengan pembicaraan tidak


penting ini. Lebih baik Nadira sibuk dengan ponselnya saja.


"Jadi, gimana, Mi? Lo mau ikut?" tanya Desi pada Ami karena merasa Nadira tidak berminat dengan topik yang


tadi Desi tanyakan.


"Tapi, kenapa mereka ngajakin Ami bergabung?"


"Ya karena bokap lo kaya dan wajah lo cantik, lah. Gue yang cewek aja gemes sama lo, apalagi cowok modelan


Justin."


Merasa disebut, Justin mengalihkan pandangan dari ponselnya. "Ada apa Yayang Desi bawa-bawa nama gue?"


Kompak mereka semua mendengus. Dasar playboy cap kaki beruang!


Ami yang tadi tidak begitu menyimak pembicaraan Justin dan Desi malah sibuk dengan pemikirannya. Kedua


tangan Ami menangkup pipi, senyuman malu-malu tersungging di bibirnya. "Apa benar Ami cantik?" tanyanya

__ADS_1


pelan pada diri sendiri.


__ADS_2