Abi untuk Ami [Completed]

Abi untuk Ami [Completed]
chapter 23


__ADS_3

"Emm. Kak Abi lagi sibuk?"


"Kebetulan tidak, ada apa?"


"Gini, Kak Abi mau ke rumah Ami? Soainya Ami lagi sendirian, Mom ikut Dad perjalanan bisnis, Alan lagi di rumah


temennya ngerjain tugas. Mbok Latri sama Mang Sapri juga ke rumah sakit, soainya ada anak temen Mbok Latri


ada yang melahirkan. Nggak tau kenapa mereka kompak ninggalin Ami."


"Sebenarnya gue malas. Tapi, demi lo, nggak pa-pa deh, Mungil. Yaudah, gue ke sana sekarang."


"Beneran?Kak Abi beneran mau ke rumah Ami?"


"lya."


"Makasih, Kak. Ami matin, ya? Kak Abi hati-hati di jalan." Sambungan telepon terputus, tanpa menunggu detik


berubah jadi menit, Abi langsung keluar kost lalu memacu motormya.


Hanya membutuhkan waktu tiga puluh dua menit, Abi sudah berada di depan gerbang rumah Ami. Seolah Ami


juga sedang menunggu Abi, bertepatan dengan Abi mematikan memotor, Ami membuka gerbang. "Motornya


bawa masuk aja, Kak."


Abi mengangguk. Dia menstater motornya lalu perlahan memasuki halaman rumah. Bersamaan dengan Ami, Abi

__ADS_1


mengikuti gadis itu masuk ke dalam rumah. Biasanya Abi hanya melihat gerbangnya saja, tapi saat ini Abi berada


di dalam rumahnya.


Pandangan Abi sedikit berpendar, mengamati ruangan yang terkesan sederhana tapi elegan. Terdapat foto


pernikahan orang tua Ami, Abi sedikit terkejut melihat di foto itu, ibunya Ami terlihat masih muda, sedangkan


ayahnya terlihat lebih tua. "Mungil, umur berapa nyokap lo nikah? Kok muda banget?"


Ami mengikuti arah pandangan Abi. "Kata Mom, dia nikah waktu usia enam belas tahun dan Dad dua puluh


empat tahun."


"Serius?" tanya Abi tak percaya.


"Emang nyokap lo gadis desa? Kok dijodohin segala, dan lagi mereka berdua pasti nggak saling cinta, kan?"


"Bukan, kok. Mom bukan gadis desa. Mom hanya terlalu sayang orang tua, jadi dia nggak bisa nolak dijodohin,


gitu juga sama Dad" Ami menarik napas sejenak. "Ami juga mikir pasti mereka nggak saling cinta. Tapi, kalo


nggak saling cinta nggak mungkin ada Ami sama Alan, bahkan adik dalam kandungan Mom. Pernah iseng-iseng


Ami tanya sama Dad, apa dia cinta sama Mom. Dan jawaban Dad, dia cinta banget sama Mom, bahkan cintanya


sangat besar sekali. Awal pernikahan mereka emang nggak saling cinta, tapi seiring berjalannya waktu. Cinta

__ADS_1


hadir di tengah-tengah mereka."


"Ckl Ayah lo bucin," ejek Abi.


"Hah? Bucin itu apa, Kak?"


Abi melirik pada Ami lalu menggeleng. "Nggak apa-apa."


"Oh." Ami mengangguk-angguk mengerti. "Kak Abi sudah makan?"


"Belum."


"Sama, Ami juga belum. Kita ke dapur, yuk? Mbok Latri udah masak, kok. Ami tinggal menata piring aja."


Abi mengangguk, dia membuntuti Ami menuju ruang makan. Abi disuruh duduk, sedangkan Ami sibuk


mengambil piring. gelas, dan sendok. Ami juga mengisi air minum, mengisi nasi beserta lauk ke dalam piring Abi.


Dalam diam, Abi mengamati gerak-gerik Ami. Oh, Abi juga baru sadar kalo Ami memakai piyama doraemon


berwarna baby blue, membuat cewek itu tambah menggemaskan.


Setelah Abi pikir-pikir, makan malam seperti ini membuat Abi dan Ami terlihat seperti pasangan suami istri saja.


Tidak berapa lama, Abi tertawa sendiri karena pikiran konyolnya.


*твс

__ADS_1


l l l l l l l l


__ADS_2