![Abi untuk Ami [Completed]](https://asset.asean.biz.id/abi-untuk-ami--completed-.webp)
"Emm. Kak Abi lagi sibuk?"
"Kebetulan tidak, ada apa?"
"Gini, Kak Abi mau ke rumah Ami? Soainya Ami lagi sendirian, Mom ikut Dad perjalanan bisnis, Alan lagi di rumah
temennya ngerjain tugas. Mbok Latri sama Mang Sapri juga ke rumah sakit, soainya ada anak temen Mbok Latri
ada yang melahirkan. Nggak tau kenapa mereka kompak ninggalin Ami."
"Sebenarnya gue malas. Tapi, demi lo, nggak pa-pa deh, Mungil. Yaudah, gue ke sana sekarang."
"Beneran?Kak Abi beneran mau ke rumah Ami?"
"lya."
"Makasih, Kak. Ami matin, ya? Kak Abi hati-hati di jalan." Sambungan telepon terputus, tanpa menunggu detik
berubah jadi menit, Abi langsung keluar kost lalu memacu motormya.
Hanya membutuhkan waktu tiga puluh dua menit, Abi sudah berada di depan gerbang rumah Ami. Seolah Ami
juga sedang menunggu Abi, bertepatan dengan Abi mematikan memotor, Ami membuka gerbang. "Motornya
bawa masuk aja, Kak."
Abi mengangguk. Dia menstater motornya lalu perlahan memasuki halaman rumah. Bersamaan dengan Ami, Abi
__ADS_1
mengikuti gadis itu masuk ke dalam rumah. Biasanya Abi hanya melihat gerbangnya saja, tapi saat ini Abi berada
di dalam rumahnya.
Pandangan Abi sedikit berpendar, mengamati ruangan yang terkesan sederhana tapi elegan. Terdapat foto
pernikahan orang tua Ami, Abi sedikit terkejut melihat di foto itu, ibunya Ami terlihat masih muda, sedangkan
ayahnya terlihat lebih tua. "Mungil, umur berapa nyokap lo nikah? Kok muda banget?"
Ami mengikuti arah pandangan Abi. "Kata Mom, dia nikah waktu usia enam belas tahun dan Dad dua puluh
empat tahun."
"Serius?" tanya Abi tak percaya.
"Emang nyokap lo gadis desa? Kok dijodohin segala, dan lagi mereka berdua pasti nggak saling cinta, kan?"
"Bukan, kok. Mom bukan gadis desa. Mom hanya terlalu sayang orang tua, jadi dia nggak bisa nolak dijodohin,
gitu juga sama Dad" Ami menarik napas sejenak. "Ami juga mikir pasti mereka nggak saling cinta. Tapi, kalo
nggak saling cinta nggak mungkin ada Ami sama Alan, bahkan adik dalam kandungan Mom. Pernah iseng-iseng
Ami tanya sama Dad, apa dia cinta sama Mom. Dan jawaban Dad, dia cinta banget sama Mom, bahkan cintanya
sangat besar sekali. Awal pernikahan mereka emang nggak saling cinta, tapi seiring berjalannya waktu. Cinta
__ADS_1
hadir di tengah-tengah mereka."
"Ckl Ayah lo bucin," ejek Abi.
"Hah? Bucin itu apa, Kak?"
Abi melirik pada Ami lalu menggeleng. "Nggak apa-apa."
"Oh." Ami mengangguk-angguk mengerti. "Kak Abi sudah makan?"
"Belum."
"Sama, Ami juga belum. Kita ke dapur, yuk? Mbok Latri udah masak, kok. Ami tinggal menata piring aja."
Abi mengangguk, dia membuntuti Ami menuju ruang makan. Abi disuruh duduk, sedangkan Ami sibuk
mengambil piring. gelas, dan sendok. Ami juga mengisi air minum, mengisi nasi beserta lauk ke dalam piring Abi.
Dalam diam, Abi mengamati gerak-gerik Ami. Oh, Abi juga baru sadar kalo Ami memakai piyama doraemon
berwarna baby blue, membuat cewek itu tambah menggemaskan.
Setelah Abi pikir-pikir, makan malam seperti ini membuat Abi dan Ami terlihat seperti pasangan suami istri saja.
Tidak berapa lama, Abi tertawa sendiri karena pikiran konyolnya.
*твс
__ADS_1
l l l l l l l l