![Abi untuk Ami [Completed]](https://asset.asean.biz.id/abi-untuk-ami--completed-.webp)
Apa kabar???
Maaf ya lama nggak update
Selamat membaca
---
Ami, Alea dan Alan sedang duduk santai di taman belakang rumah. Angin sore benar-benar sangat enak sekali,
mereka juga ditemani dengan jus jeruk dan potongan dari buah semangka, apel, mangga muda, dan buah naga.
Itu semua keinginan Alea. Padahal Alan ada janji bermain bola dengan anak-anak komplek, sedangkan Ami ingin
menonton kartun spongebob, tapi terpaksa batal demi menuruti keinginan sang Mommyyang hamil muda.
Hampir semua piring didominasi dengan mangga muda, Ami memandangi Mommy-nya yang terus-terusan
mencomot buah itu dan mengunyahnya dengan nikmat. Karena terlihat enak sekali, Ami ikut mencomot satu
potong, tapi mukanya berubah jadi kecut dalam satu gigitan, dengan cepat Ami memuntahkannya.
Alan tertawa terpingkal-pingkal karena Ami. "Bodoh lo, Kak."
Alea juga ikut tertawa, tapi masih menikmati mangga mudanya. "Alan, language please. Ami itu kakak kamu."
"Tapi, Mom. Kak Ami benar-benar bodoh, Alan sekali lihat aja langsung tau gimana rasanya."
__ADS_1
Ami yang sibuk meneguk jus jeruk langsung melotot pada Alan, setelah selesai tangan Ami terulur mencubit pipi
Alan yang masih ada lemak bayinya. "Alan mau durhaka sama Ami? Ami ini kakak Alan, loh."
"Hush!" tegur Alea. "Sudah-sudah, jangan ngelantur kalau ngomong."
Bunyi klakson terdengar membuat Ami, Alea, dan Alan berhenti berbicara dan saling berpandangan. Tidak lama,
Andrew muncul dengan tas kantor di tangan kanan dan jas tersampir di tangan kiri. Tanpa sungkan, Daddy Ami
dan Alan itu langsung mencium puncak kepala Mommy mereka. "Ami, Alan, kenapa Mommy di bawa ke luar?
Angin sore tidak baik untuk kesehatan."
"Aku yang ngajakin mereka, Mas." Alea bangkit dari duduknya. "Kita masuk sekarang aja, Mas pasti capek, kan?"
sedangkan Alan sibuk bermain game di ponselnya. "Mom sama Dad ke dalam, ya? Kalian beresin dulu itu."
"lya, Mom," jawab Ami. Setelah Alea dan Andrew masuk, Ami menoleh ke samping. "Alan, bantuin Ami bere-"
Bocah terong itu sudah ngacir lebih dulu sebelum Ami menyelesaikan kata-katanya. Meninggalkan Ami seorang
diri dengan gelas dan piring bekas buah-buahan yang kosong. Menghela napas, Ami membereskan semua itu,
meletakkan gelas ke dalam nampan dan membawa sebagiannya lebih dulu ke dapur.
Mereka memang memiliki Bi Latri, tapi Andrew sudah mewanti-wanti Ami dan Alan, kalau pekerjaan remeh
__ADS_1
seperti ini tidak perlu menyuruh pembantu. Bi Latri juga sudah tua, mengurangi beban pekerjaannya adalah hal
yang diperintahkan Andrew dan Alea untuk Ami dan Alan.
Setelah selesai, Ami menuju kamar untuk mandi. Badannya lumayan berkeringat, dan Ami tidak terlalu suka
dengan itu. Dua puluh lima menit di dalam kamar mandi, Ami keluar dengan pakaian tidur dan handuk di kepala.
Ami duduk di tepi kasur, dia mengambil ponsel di nakas. Begitu mengaktifkan data, notifikasi dari whatsapp
begitu banyak sekali, sampai-sampai ponsel Ami eror untuk beberapa detik.
Semua itu gara-gara grup dengan nama House X IPS1. Julian, sang ketua kelas semalam membuat grup itu,
bersama dengan Lala sekertaris, dan Bunga yang menjadi bendahara. Tiga orang itu adalah adminnya. Grup chat
harus wajib dimiliki tiap kelas, sehingga kalau ada tugas, maka akan memudahkan para guru membagi dalam
satu wadah dan para murid mudah mengetahuinya.
Ami memeriksa isi grup, dia rasa tidak ada yang penting di situ, Ami keluar dari ruang obrolan. Jarinya sibuk
menggulir layar, ada beberapa nomor baru yang mengiriminya pesan, Ami tidak terlalu suka orang baru jadi tidak
Ami pedulikan. Dan paling bawah sekali, ada pesan yang dikirim oleh Abi, senyum Ami langsung tersungging
lebar sampai ke telinga.
__ADS_1