![Abi untuk Ami [Completed]](https://asset.asean.biz.id/abi-untuk-ami--completed-.webp)
Dengan langkah lunglai, Ami memasuki rumah dan berlalu begitu saja saat Daddy, Mommy, dan Alan
melontarkan tatapan bertanya-tanya. Kerasukan apa hingga si sulung cengeng itu shopping?
"Tidak seperti biasanya pulang setelat ini?" tanya Andrew heran.
"Tumben Kak Ami jadi perempuan tulen?" tanya Alan setelahnya.
Kontan saja Alea mencubit pelan pipi Alan. "Ada-ada aja. Emang selama ini Kakak kamu itu apa? Perempuan jadi-
jadian?" Setelah itu, dengan wajah bingung, Alea bangkit dari tempatnya duduk lalu menaiki tangga dengan hati-
hati. Rasanya ada yang salah dengan Ami, jadi dia harus memastikan keadaannya.
Perlahan Alea mengetuk pintu kamar Ami lalu membukanya. "Hey, anak Mommy kenapa?"
Ami yang sedang berbaring di kasur kini mengubah posisi menjadi duduk. Alea ikut mendudukkan diri di
samping Ami. Dengan cepat Ami melesakkan tubuh ke pelukan hangat sang mommy. "Ami hanya sedih."
"Masalah teman atau cowok?"
"Cowok."
"Hmm. Sudah bisa ya nangisin cowok," ucap Alea terkekeh.
Ami hanya mempererat pelukannya karena merasa malu.
"Jadi, cerita dong."
"Tapi janji, Mom jangan marah sama Ami?"
__ADS_1
"lya, Mom janji."
Ami melepaskan pelukannya lalu memperbaiki posisi agar duduk tegak di samping Alea. "Mom tau Kak Abi?" Alea
menganggukkan kepala sebagai jawaban. "Ami suka sama Kak Abi dari pertama kali dia nyelamatin Ami. Tapi,
Mom, Kak Abi deket cuma mau manfaatin Ami aja. Nadira pernah nasihatin Ami, tapi Ami nggak peduli. Ami juga
sering dikatain sama Kak Abi kalau Ami itu cuma kacung, Ami juga nggak peduli walau hati Ami sakit. Terus, hari
ini puncaknya, Ami denger dia jelek-jelekin Ami di depan cewek lain, dan rasanya sakit berkali-kali lipat. Jadi, Ami
putuskan untuk nggak mau dekat-dekat lagi sama dia, tapi dia malah marah dan nggak mau lepasin Ami."
Sesaat Alea terdiam. Rumit juga masalah anaknya. "Mom nggak suka denger cerita ini, Ami. Mom membesarkan
kamu bukan untuk dibodohi orang lain, walaupun kamu menaruh perasaan dengan orang itu."
Ami meremas kedua tangannya sambil menunduk.
mempertahankan orang yang merugikan seperti itu? Lepaskan saja dia. Mungkin akan terasa sakit di dada Ami,
tapi percayalah itu hanya sebentar. Coba Ami tengok, barangkali ada di belakang Ami cowok yang memandang
Ami tanpa harta, fisik, atau kepintaran. Bahkan jika Ami pikir-pikir, Ami masih punya Daddy yang menyayangi Ami
tanpa ada tandingannya, Mommyyang selalu mendukung Ami, dan Alan yang selalu melindungi Ami. Ami juga
5
punya teman seperti Nadira yang selalu mengingatkan Ami dengan hal-hal baik."
__ADS_1
Luluh sudah air mata yang Ami tahan sejak tadi. Kenapa matanya begitu buta untuk melihat sekeliling? Ami
terlalu sibuk mendapatkan seseorang yang dicintainya sehingga lupa orang-orang yang mencintainya. "Ma-
maafin Ami."
"Sayang." panggil Alea lembut. Tangannya mengusap kedua pipi Ami. "Mom nggak pernah nyalahin Ami, kok.
Momjuga nggak akan marah sama laki-laki yang manfaatin Ami. Mungkin, ada sebab dia melakukan hal seperti
itu. Cuma yang Mom mau, Ami buka pikiran Ami luas-luas, jangan berharap sama dia, deh. Kalau dia udah benar-
benar tobat, boleh Ami pertimbangkan lagi buat nerima dia balik. Karena setau Mom, kayaknya dia punya
ketertarikan sama kamu. Buktinya dia nggak akan ngelepasin kamu, kan?"
"Mungkin dia nggak mau kehilangan orang yang mudah dia manfaatin jadi dia nggak akan ngelepasin Ami," ucap
Ami lemah. "Di sekolah banyak yang suka sama dia. Jadi, kehilangan orang bodoh seperti Ami hanya hal kecil aja
buat dia."
"Hush, jangan ngomong seperti itu. Gini-gini, kamu anak kesayangan Mom sama Dad. Mutiara berharga kami."
Sekali lagi Ami memeluk Alea. "Makasih, Mom. Rasanya sesak di dada Ami berkurang."
"lya, Sayang," kata Alea tersenyum sambil membelai rambut Ami.
Kasihan, Si Cengeng baru pertama kali jatuh cinta, tapi langsung patah hati.
*твс"
__ADS_1
Ami pasti bisa jauhin Kak AblG