![Abi untuk Ami [Completed]](https://asset.asean.biz.id/abi-untuk-ami--completed-.webp)
"lya," jawab Ace tersenyum. "Kamu kerja di sini?"
Ami langsung menggeleng "Bukan, Ami cuma bantu-bantu aja. Kakak sendiri kenapa di sini"
"Ini toko bunga langganan Bunda. Tadi Kakak disuruh belin bunga tulip."
"Oh, gitu?" Ami mengangguk-angguk paham. "Ami ambilin bunganya dulu, Kak." Tidak seperti tadi, kali ini Ami
langsung menuju Ocha. Setelah Ocha merangkai bunga tulip itu sedemikian rupa, Ami menyerahkan pada Ace.
"Terima kasih, Ami, kata Ace menerima bukat bunga tulip. Ace menyerahkan karu kredit untuk membayar harga
bunga.
Setelah selesai, Ami menyerahkan kembali kaartu milik Ace. "Sama-sama, Kakak."
Ace menipiskan bibir, dia mencari topik pembicaraan agar lebih lama mengobrol dengan Ami. "Ami tinggal di
mana?"
"Deket kok, Kak. Di sebelah kiri toko bunga ini rumah Ami." Ace mengangguk-angguk mendengar penjelasan Ami.
"Kakak mau mampir?"
"Boleh?" tanya Ace berbinar-binar.
"Boleh, dong. Ami pamit pulang ke dalam dulu, ya?" Tanpa menunggu jawaban dari Ace, Ami langsung memasuki
__ADS_1
ruang di mana Anjani berada. Setelah berpamitan, Ami langsung menghampiri Ace. "Yuk, Kak?"
Ace tersemyum lalu mengangguk, mereka keluar toko bersama sama. Ace mengamati lingkungan tempat tinggal
Ami sekaligus berusaha mengingatnya, jadi Ace bisa bertamu ke rumah Ami dengan alasan teman sekolah atau
pelanggan toko bunga. Ide pendekatan yang brilian sekali itu.
Saat Ami mendorong pagar, terdengar dering ponsel berbunyi. Yang Ami tau, itu bukan milik ponselnya, karena
Ami ke toko tidak membawa ponsel. Ami menoleh pada Ace, cowok itu berhenti sejenak, Ace mengisyaratkan
pada Ami untuk menjawab telpon dan Ami mengangguk sebagai jawaban.
Hampir satu menit, Ace memutuskan panggilan telpon dari Bundanya dan menatap Ami dengan tatapan sedikit
"Emang ada hal yang penting ya, Kak?"
"lya, Bunda minta beliin tepung, telur, sama keju. Mau buat kue katanya."
"Wah, Kak Ace bisa diandelin, ya? Ami aja nggak pernah disuruh beli gitu." Ami terkikik. "Yaudah, lain kali aja
main ke rumah Ami. Kan Kakak udah tau?"
Ace menggaruk kepala yang tidak gatal lalu mengangguk. "Kakak pulang dulu."
"lya, Kak. Hati-hati di jalan." Ami melambai, Ace kembali ke depan toko bunga karena motornya terparkir di situ.
__ADS_1
Sebelum memacu motor, Ace membunyikan klaksonnya terlebih dahulu lalu meninggalkan toko bunga.
Bertepatan dengan kepergian Ace, pick up yang dikemudikan Kak Bimo bersama Alan baru tiba. Ami
mengurungkan niatnya untuk memasuki rumah dan memilih menunggu Alan untuk masuk bersama-sama.
"Rumah yang memesan karangan bunga jauh, ya? Jadi Alan sama Kak Bimo lama datangnya?" tanya Ami saat
Alan sudah di depannya. Mereka berdua langsung masuk ke dalam rumah.
"Nggak juga. Tadi di jalan bannya bocor, jadi sedikit lama." Ami mengangguk-angguk mendengar penjelasan
Alan. Melewati ruang tamu, Ami menemukan Alea dan Andrew. Alea tengah duduk di sofa, sedangkan Andrew
berbaring dengan menjadikan pangkuan Alea sebagai bantal.
Dari yang Ami lihat, Mommy sedang memotongkan kuku Daddy. Ami dan Alan ikut brgabung tanpa mengganggu
kedua orang tuanya. Hal seperti itu sering dilihat Ami dan Alan. Dan dari pandangan Ami, Daddy sangat
menyayangi Mommy.
Ami harap, suatu saat nanti Ami juga menemukan seseorang seperti Daddy-nya.
*твс"
See you next part...
__ADS_1