Abi untuk Ami [Completed]

Abi untuk Ami [Completed]
chapter 6


__ADS_3

Ami termganga mendengar persayaratan Abi yang begitu panjang. Cepat cepat Ami memotong kata-kata Abi


sebelum lebih panjang lagi. "Sebanyak itur


"Tidak terima pertanyaan! Jawabannya hanya dua, ya atau tidak?"


Mendengar nada tegas Abi, Ami langsung gelagapan. "Y-ya! Ami setuju!"


"Anak pintar." Abi langsung menepuk puncak kepala Ami layaknya hewan peliharaan, dalam hati dia tertawa


lebar dan mengatakan Ami gadis yang bodoh. Mau-mau saja dimanfaatkan. "Kesepakatan kita dimulai dari


besok. Sekarang lo pulang, gue mau istrirahat."


"Siap, Kak Abil" Ami mengacungkan jari jempol dengan senyuman yang tidak luntur di bibirnya. Segera dia


mendekati mobil, di mana Si Sopir sudah menunggu dengan bosan sejak satu setengah jam yang lalu.


Sedikit Ami menurunkan kaca mobil dan melambaikan tangan pada Abi. "Dadah, Kakak Sampai ketemu besok di


seknlah"


Abi balas melambai, tapi lambaian mengusir. Saat mobil sudah menghilang, tawa yarg tadi Abi tahan langsung


pecah begitu saja. "Dasar gadis bodoh yang bodohnya keterlaluan banget"


Seperti janjinya dengan Tante Ana, Abi memasuki restoran Perancis. Matanya mengedar ke segala penjuru dan


berhenti saat wanita anggun melambaikan tangan padanya, Abi berialan mendekat, sebelum duduk, dia


mengecup punggung tangan Tante Ana sambil tersenyum menggoda. "Selamat malam, Tan. Seperti biasa, cantik


dan seksi.


"Bisa aja kamu, Bi. Seandainya suami Tante seperti kamu, pasti Tante nggak akan kesepian."


"Malam ini, anggap saja Abi suami Tante.


Tante Ana mengusap tangan Abi dengan gerakan halus. "Tanpa kamu suruh, Boy."

__ADS_1


Obrolan mereka terhenti saat pelayan datang menyerahkan daftar menu. Abi membolak-balik buku menu sambil


melotot, harganya fantastic baby.


"Ph saja semau kamu, Bi. Jangan sungkan sama Tante"


"lya, Tante." Abi tersenyum sebentar kepada wanita itu, lalu dia menunduk lagi. Matanya tertuju pada menu yang


paling mahal dan mengatakan segera pada pelayan restoran


Setelah pelayan pergi, tangan Abi kembali ditarik Tante Ana. Wanita itu mengelus dan menggoda Abi. "Setelah


makan, kita bersenang-senang, Boy."


"Dengan senang hati, my queen" Tanpa sungkan, Abi mencubit hidung Tante Ana.


Dua orang pelayan datang membawa pesanan mereka, keduanya bergidik geli menatap Abi. Tapi Abi tidak


peduli, selagi dia ciuntungkan, kenapa tidak?


Mereka menikmati makan malam diselingi obrolan kecil, sesekali Abi mengunyah sambil melemparkan


gombalan pada Tante Ana. Wanita itu balas mengerling genit pada Abi.


dengan sekali kedip mata, Abi bisa mendapatkan uang banyak dari mereka, apalagi jika dia memberikan servis


lebih. Tapi Abi bukan ******, dia jauh lebih baik daripada kata itu.


Solesai makan malam, Abi dan Tante Ana pergi ke club. Abi menemani wanita itu minum. Tante Ana monyowa


ruang VIP hanya untuk berduaan dengan Abi, juga ada dua botol red wine bersama mereka.


"Jadi, kenapa Tante kesepian?" tanya Abi sambil menuangkan wine ke gelas tinggi Tante Ana.


"Suami Tante gila kerja, pergi pagi pulang malam. Bahkan menyentuh Tante jarang sekali, Tante kesepian, Bi.


Tante ingin memiliki seorang anak, tapi suami Tante tidak peka, dia hanya memenuhi materi Tante tapi tidak


untuk kobutuhan batin." Berkali-kali Tante Ana meneguk wine-nya sampai tandas.

__ADS_1


Dengan senang hati Abi menuangnya kembali, sampai satu botol wine isinya tinggal sedikit dan Tante Ana mulai


mabuk. "Kenapa negak dibicarakan sama suami Tante? Abi yakin, kalau Tante mau ngomong, pasti suami Tante


akan mengerti dan lebih perhatian pada Tante"


"Begitukah?"


"Iya, Tante. Dalam rumah tangga, komunikasi itu sangat dibutuhkan. Kalau Tante memendam sendiri, maka


hubungan yang kalian buat tidak akan berhasil." Abi menatap Tante Ana, Wajah wanita itu sudah memerah, Abi


berhenti menuangkan wine dan membantu menopang tubuh Tante Ana, membawanya keluar dari club menuju


parkiran mobil.


"Terima kasih, Bi," kata Tante Ana disela-sela racauannya.


"Sama-sama, Tante." Setelah mendudukkan Tante Ana di jok penumpang, Abi menutup pintu mobil dan


langsung menyerahkan kuci mobil pada sopir pengganti yarg Abi pesan sebelumnya. "Antarkan Tante Ana ke


rumahnya. Kalau lo apa apain atau berbuat sesuatu yang buruk padanya, maka wajah lo tidak akan berbentuk


lagi"


"O-oke, Ab." Tentu Si Sopir sudah tahu seperti apa seorang Abi. Dengan cepat dia masuk ke mobil dan


menjalankan mobil dengan pelan dan hati-hati.


Setelah mobil itu menghilang dari pandangannya, kini giliran Abi yang pulang. Perlahan kakinya melangkah


menjauhi clubitu. Yah, selain berkencan dengan Tante-Tante, Abi juga sering dijadikan tempat curhat mereka dan


dengan senang hati Abi memberikan solusi.


Itu yang dinamakan hubungan timbal balik, mereka dapat solusi dan Abi dapat uang.


твс

__ADS_1


Kalian pernah nemuin cowok kayak Abi di dunia nyata? Kalo ada, ceritain dongO


See you next part..


__ADS_2