![Abi untuk Ami [Completed]](https://asset.asean.biz.id/abi-untuk-ami--completed-.webp)
Ami termganga mendengar persayaratan Abi yang begitu panjang. Cepat cepat Ami memotong kata-kata Abi
sebelum lebih panjang lagi. "Sebanyak itur
"Tidak terima pertanyaan! Jawabannya hanya dua, ya atau tidak?"
Mendengar nada tegas Abi, Ami langsung gelagapan. "Y-ya! Ami setuju!"
"Anak pintar." Abi langsung menepuk puncak kepala Ami layaknya hewan peliharaan, dalam hati dia tertawa
lebar dan mengatakan Ami gadis yang bodoh. Mau-mau saja dimanfaatkan. "Kesepakatan kita dimulai dari
besok. Sekarang lo pulang, gue mau istrirahat."
"Siap, Kak Abil" Ami mengacungkan jari jempol dengan senyuman yang tidak luntur di bibirnya. Segera dia
mendekati mobil, di mana Si Sopir sudah menunggu dengan bosan sejak satu setengah jam yang lalu.
Sedikit Ami menurunkan kaca mobil dan melambaikan tangan pada Abi. "Dadah, Kakak Sampai ketemu besok di
seknlah"
Abi balas melambai, tapi lambaian mengusir. Saat mobil sudah menghilang, tawa yarg tadi Abi tahan langsung
pecah begitu saja. "Dasar gadis bodoh yang bodohnya keterlaluan banget"
Seperti janjinya dengan Tante Ana, Abi memasuki restoran Perancis. Matanya mengedar ke segala penjuru dan
berhenti saat wanita anggun melambaikan tangan padanya, Abi berialan mendekat, sebelum duduk, dia
mengecup punggung tangan Tante Ana sambil tersenyum menggoda. "Selamat malam, Tan. Seperti biasa, cantik
dan seksi.
"Bisa aja kamu, Bi. Seandainya suami Tante seperti kamu, pasti Tante nggak akan kesepian."
"Malam ini, anggap saja Abi suami Tante.
Tante Ana mengusap tangan Abi dengan gerakan halus. "Tanpa kamu suruh, Boy."
__ADS_1
Obrolan mereka terhenti saat pelayan datang menyerahkan daftar menu. Abi membolak-balik buku menu sambil
melotot, harganya fantastic baby.
"Ph saja semau kamu, Bi. Jangan sungkan sama Tante"
"lya, Tante." Abi tersenyum sebentar kepada wanita itu, lalu dia menunduk lagi. Matanya tertuju pada menu yang
paling mahal dan mengatakan segera pada pelayan restoran
Setelah pelayan pergi, tangan Abi kembali ditarik Tante Ana. Wanita itu mengelus dan menggoda Abi. "Setelah
makan, kita bersenang-senang, Boy."
"Dengan senang hati, my queen" Tanpa sungkan, Abi mencubit hidung Tante Ana.
Dua orang pelayan datang membawa pesanan mereka, keduanya bergidik geli menatap Abi. Tapi Abi tidak
peduli, selagi dia ciuntungkan, kenapa tidak?
Mereka menikmati makan malam diselingi obrolan kecil, sesekali Abi mengunyah sambil melemparkan
gombalan pada Tante Ana. Wanita itu balas mengerling genit pada Abi.
dengan sekali kedip mata, Abi bisa mendapatkan uang banyak dari mereka, apalagi jika dia memberikan servis
lebih. Tapi Abi bukan ******, dia jauh lebih baik daripada kata itu.
Solesai makan malam, Abi dan Tante Ana pergi ke club. Abi menemani wanita itu minum. Tante Ana monyowa
ruang VIP hanya untuk berduaan dengan Abi, juga ada dua botol red wine bersama mereka.
"Jadi, kenapa Tante kesepian?" tanya Abi sambil menuangkan wine ke gelas tinggi Tante Ana.
"Suami Tante gila kerja, pergi pagi pulang malam. Bahkan menyentuh Tante jarang sekali, Tante kesepian, Bi.
Tante ingin memiliki seorang anak, tapi suami Tante tidak peka, dia hanya memenuhi materi Tante tapi tidak
untuk kobutuhan batin." Berkali-kali Tante Ana meneguk wine-nya sampai tandas.
__ADS_1
Dengan senang hati Abi menuangnya kembali, sampai satu botol wine isinya tinggal sedikit dan Tante Ana mulai
mabuk. "Kenapa negak dibicarakan sama suami Tante? Abi yakin, kalau Tante mau ngomong, pasti suami Tante
akan mengerti dan lebih perhatian pada Tante"
"Begitukah?"
"Iya, Tante. Dalam rumah tangga, komunikasi itu sangat dibutuhkan. Kalau Tante memendam sendiri, maka
hubungan yang kalian buat tidak akan berhasil." Abi menatap Tante Ana, Wajah wanita itu sudah memerah, Abi
berhenti menuangkan wine dan membantu menopang tubuh Tante Ana, membawanya keluar dari club menuju
parkiran mobil.
"Terima kasih, Bi," kata Tante Ana disela-sela racauannya.
"Sama-sama, Tante." Setelah mendudukkan Tante Ana di jok penumpang, Abi menutup pintu mobil dan
langsung menyerahkan kuci mobil pada sopir pengganti yarg Abi pesan sebelumnya. "Antarkan Tante Ana ke
rumahnya. Kalau lo apa apain atau berbuat sesuatu yang buruk padanya, maka wajah lo tidak akan berbentuk
lagi"
"O-oke, Ab." Tentu Si Sopir sudah tahu seperti apa seorang Abi. Dengan cepat dia masuk ke mobil dan
menjalankan mobil dengan pelan dan hati-hati.
Setelah mobil itu menghilang dari pandangannya, kini giliran Abi yang pulang. Perlahan kakinya melangkah
menjauhi clubitu. Yah, selain berkencan dengan Tante-Tante, Abi juga sering dijadikan tempat curhat mereka dan
dengan senang hati Abi memberikan solusi.
Itu yang dinamakan hubungan timbal balik, mereka dapat solusi dan Abi dapat uang.
твс
__ADS_1
Kalian pernah nemuin cowok kayak Abi di dunia nyata? Kalo ada, ceritain dongO
See you next part..