![Abi untuk Ami [Completed]](https://asset.asean.biz.id/abi-untuk-ami--completed-.webp)
Nadira yang mendengar itu geleng-peleng kepala. "Lo bukan cantik, tapi ganteng, Ami."
Seperti yang tadi dibicarakan, pulangnya Ami dicegat oleh geng princess. Ada Jasmine sebagai ketua geng
Aurora, dan Ella sebagai anak buahnya.
"Hai, Ami. Kita-kita mau ngajakin lo gabung. Lo tertarik?" tanya Jasmine to the point.
"Eh? Ami nggak tau.
Aurora berdecak. "Gimana kalau lo ikut nginap di rumah Jasmine? Biar lo tau apa-apa aja yang ada di geng
princess."
"Tapi.
"Sudah jangan banyak tapi-tapian. Tenang, masalah orang tua lo, gue yang bakalan minta izin. Sekarang lo nurut
aja." Jasmine dan Ella mengapit Ami di tengah tengah, mereka berempat menuju parkiran.
Ami melirik bingung tapi menurut saja saat mereka masuk ke dalam mobil Aurora.
"Rumah lo di mana?" tanya Ella yang sedang menyetir mobil.
Dengan patuh Ami menyebutkan alamat lengkap. Sepanjang perjalanan, Ami tidak mengerti apa yang mereka
bicarakan, apa yang mereka tertawakan, dan apa yang mereka tanyakan. Ami menjawab dengan anggukan,
gelengan, atau paling va dan tidak
Memasuki halaman rumah, Ami mendengar Jasmine berdecak dan bergumam kalo rumah Ami tidak sebagus
rumahnya. Mendengar itu, Ami hanya memanyunkan bibir cemberut, walaupun tidak sebagus rumah Jasmine,
kalo Ami dan keluarga nyaman tinggal di dalamnya. Mereka mau apa?
__ADS_1
Temyata, Jasmine, Aurora, dan Ella pandai dalam berbicara. Bahkan mommy-mya dengan mudah memberi izin
Ami untuk menginap. Bahkan mommyikut memasukkan baju Ami ke dalam tas.
*Mom, kenapa kasih izin Ami nginap di rumah Jasmine?" tanya Ami heran saat mereka di dalam kamar.
"Karena Ami butuh berteman. Selama ini, pergaulan kamu hanya seputar rumah dan sekolah. Sesekali k
keluar, shopping bareng temen-temen kamu, nginap bareng, dan cari cafe yang lagi hits. Itu hal yang wajar
dilakukan anak zaman sekarang ketimbang berdiam di rumah, menonton televisi dan bermain ponsel"
"Tapi gimana kalo temen-temen Ami nggak baik? Lagian Ami baru kenal mereka."
"Sayang" Alea membelai rambut Ami lalu menyelipkannya ke belakang telinga. "Mendapat teman yang tidak
baik itu wajar, agar ke depannya kamu bisa memilah dan belajar dari pengalaman, Dan lagi, jangan lebih dulu
menyimpulikan sesuatu. Siapa tau yang kamu anggap tidak baik itu malah jadi baik, dan sebaliknya."
Jasmine memang tidak berbohong soal rumahnya yang lebih bagus dari rumah Ami. Tapi, saat Ami berada di
dalam rumah besar itu, ada yang kurang, Sepanjang Ami menyusuri rumah Jasmine, yang Ami temukan hanya
para pembantu saja, tidak ada orang tua maupun saudara. Dalam hati, Ami bergumam, pasti Jasmine kesepian
sampai mengajak teman temannya untuk menginap.
"Guys, agenda kita dimulai setalah makan malam. Kita akan mengadakan pesta piyama, menonton film romantis
sambil maskeran. Setujur tanya Jasmine dengan tangan teracung ke atas.
"Setuju," jawab Aurora dan Ella bersamaan.
Tinggal Ami saja yang belum menjawab, mereka bertiga kompak menatap Ami untuk menuntut jawaban. Mau
__ADS_1
tidak mau Ami ikut mengangkat tangan dan berkata, "Se-setuju."
"Bagus," kata Jasmine. "Karena lo pemula, lo ikutin aja apa kita bertiga. Mengerti?"
"уя, Меngert:"
Setelah menjalankan agenda seperti vang diinginkan Jasmine, Kini mereka berempat tertidur dalam satu
ranjang. Jasmine memiliki ranjang yang luas dan besar, tidak mengherankan jika bisa menampung mereka
berempat
Ami melirik pada dinding. jam menunjukkan pukul dua belas lewat lima puluh delapan menit. Jasmine, Aurora,
dan Ella sudah tertidur. Hanya Ami yang belum merasakan kantuknya. Beruntung Ami berada di tepian kasur, jadi
dia bebas bergerak-gerak tanpa membangunkan mereka bertiga.
Ternyata seru juga menginap di rumah teman. Ami-pun tau kalau ternyata berteman dengan Jasmine, Aurora,
dan Ella lumayan mengasikkan walau tidak bagus dalam hal kosa kata. Mereka bertiga mengajari Ami untuk
menyumpah dan mengatakan hal-hal yang kotor.
Entah kenapa, tiba-tiba pikiran Ami melayang pada Abi. Seharian ini mereka tidak bertemu atau
bahkan Abi juga kemarin mengirimi Ami pesan kalau tidak usah membewakan bekal makan siang
Keinginan untuk menghubungi cowok itu tidak bisa Ami bendung, Dengan keberaniannya, Ami mengambil
ponselnya yang terletak berkumpul bersama ponsel milik Jlasmine, Aurora, dan Ella di nakas
Dengan napas yang kembang-kempis Ami mengetikkan pesan. "Kak Abi, Ami kangen." Lalu cepat-cepat menutup
ponsel, mengembalikannya ke tempat semula dan memejamkan mata.
__ADS_1
"твс