![Abi untuk Ami [Completed]](https://asset.asean.biz.id/abi-untuk-ami--completed-.webp)
Tante Feli adalah wanita baik. Rasanya Abi seperti mendapat kasih sayang seorang ibu. Kasih sayang yang tidak
pernah Abi dapat dari wanita yang melahirkannya. Wajar saja jika Abi selalu mendekatkan diri pada wanita
dewasa. Karena sejujurnya, di dalam jiwa berengsek Abi, dia begitu keseplan. Menyakitkan dan menyesakkan
karena tidak diinginkan. Lalu Abi melampiasannya pada orang lain.
Seharusnya Abi tau kalau usahanya membantu Tante Feli kabur terlalu berjalan mulus sampai membuat heran
Saat mereka baru tiba di depan kost, pintu sebuah mobil berwarna hitam yang terparkir di sisi jalan itu langsung
terbuka. Beberapa orang berbaju hitam keluar menuju Abi dan Tante Feli. Dua orang menyeret Tante Feli menuju
mobil dan empat orang mengeroyok Abi.
Abi kewalahan. Bagaimana tidak, empat orang bertubuh kekar itu menyerangnya brutal dari berbagai sisi.
Walaupun Abi petarung tinju yang jarang kalah, tapi tetap saja dirinya akan berakhir menjadi korban santapan
empat orang ini.
Badan Abi ambruk ke tanah. Dengan sekuat tenaga, Abi melindungi bagian wajahnya. Perut dan kaki Abi di
tendang secara brutal. Dapat Abi dengar tangisan kencang Tante Feli, memohon agar keempat bodyguarditu
berhenti memukuli Abi, tapi mereka tidak peduli.
"Kamu itu masih bau kencur, tapi berani-beraninya menggoda istri tuan kami!" bentak salah secrang bodyguard.
Sebelah tangannya digunakan untuk mencengkram baju Abi.
"Kasih tau tuan kalian . cinta itu melindungi, menjaga, dan membahagiakan. Bukan . menyakiti," kata Abi
terengah-engah. Lalu satu tamparan lagi mendarat di wajahnya, Abi terbatuk-batuk lalu tertawa setelahrya.
"Tuan kalian itu ********"
__ADS_1
"Kamu hampir sekarat, tapi masih saja melawan," ucap salah seorang bodyguardlalu setelahnya mereka
tertawa. Abi hanya berdecih dalam hati. tidak sedikitpun Abi merasa takut walau dia akan mati sekarang ini.
Terdengar suara dering ponsel, dan dapat Abi lihat seorang bodyguardyang memiliki tubuh paling besar meraba
kantong celana lalu menjawab dengan tergesa-gesa, "H-halo, Tuan"
"lya. Sekarang dia ada di depan kami."
Setelah panggilan berakhir, Abi yang kembali memejamkan mata kini merasakan bajunya ditarik. Keempat
bodyguarditu mernyeret Abi untuk masuk ke dalam mabil. Tante Feli sudah tidak ada, dan Abi berasumsi kalau
wanita itu sudah dibawa pergi lebih dulu menggunakan mobil lain.
Abi diapit oleh due orang bodyguard, sedangkan dua lainnya berada di jok depan dan jok kemudi. Sepanjang
perjalanan, Abi hanya menundukkan kepala tanpa mengeluarkan sepatah kata, sesekali Abi meringis karena
seluruh tubuhnya sakit. Terutama bagian wajah dan perut.
Abi tidak sabar menunggu esok untuk pergi ke sekolah.
Saat pertama kali membuka mata, Abi memindai sekoliling lalu tatapannya berhenti pada seorang cewok yang
tengah memegang tangannya. Dia terlihat berantakan, padahal Abi tau kalau cowek itu setiap harinya selalu
mengutamakan dandanan sempuma.
"Gue kenapa?" tanya Abi serak karena tenggorokannya terasa kering.
Cewek yang tadi memegang tangan Abi mendongak, dia terlihat terkejut. "Abi, kamu udah sadar," lirihnya.
"Sebentar, aku panggil dokter dulu."
"Nggak usah, Ta." Abi berusaha bangun dan menarik tangan Meta untuk kembali ke tempatnya duduk. "Gue udah
__ADS_1
прраk ра-ра"
Meta menurut. Dia kembali duduk dan memberikan tatapan sendu pada Abi. "Aku sudah bilang, jangan deket
sama Kak Feli"
Ah, Abi sekarang ingat alasannya ada di rumah sakit. Abi di kerovok karena mombawa kabur Tante Feli, lalu Abi
diseret masuk ke mobil, dan hal terakhir adalah Abi dihajar habis-habisan oleh suami Tante Feli yang seperti
psikopat gila itu. Berapa hari gue ada di sinir
*Tiga hari."
Abi terkekeh lalu bertanya kembali, "Siapa yang bawa gue ke sini?"
"Kak Feli minta bantuan sama gue lewat telpon."
Abi hanya mengangguk singkat. Abi tau, Tante Feli itu adalah kakak sepupu Meta.
Setelah hening beberapa saat, tiba-tiba saja Abi melepaskan selang infusnya dan membuat Meta terkejut
sekaligus panik. "Abil Kenapa dilepas?
"Gue mau pulang" Walaupun dengan langkah yang tertatih-tatih, Abi berusaha mencapai pintu tapi dia kembali
berbalik. "Administrasinya sudah diurus, kan?"
Meta mengangguk. "Bi, aku antar, ya?" izinnya.
Tanpa memberikan jawaban, Abi langsung pasrah saat Meta membantu
tubuhnya
"твс
One kill dulu buat Abl
__ADS_1