Abi untuk Ami [Completed]

Abi untuk Ami [Completed]
chapter 33


__ADS_3

Saat Abi beralih posisi ke belakangnya-pun, Ami hanya diam saja. seolah memasrahkan jiwa dan raga kepada Abi


sepenuhnya.


Ami merasa ada tangan yang membelai rambutnya, dengan ragu Ami bertanya, "Um .. Kak Abi apain rambut


Ami?"


"Mungil jangan gerak gerak."


"lya, tapi Kakak ngapain?"


"Aduh jangan noleh. Gue lagi nyariin luka la."


"Buat apa?"


"Ya mau diobatin, lah." Abi jadi gemas sendiri.


"A-ah, gi-gitu." Ami menangkup pipinya yang terasa panas. Untung pagi tadi Ami keramas. Kalo tidak, kan malu-


maluin.


"Ketemu, Mungil," seru Abi. "Tapi sedikit berdarah." Di tekan Abi luka kecil yang ada di kepala Ami. "Apa sakit?"


"Se-sedikit."


Ami meremas tangannya erat saat merasakan tiupan di kepalanya. Duh, tolong jangan plingsan, tolong jangan


pingsan, tolong jangan pingsan


*Nah, sudah. Semaga lukanya lekas sembuh, Mungil."


Akhirnya Ami menghela napas lega, selega-leganya orang lega. Tidak ada yang lebih lega dari pada ini.


"Ayo pulang, gue antar." Abi berjalan lebih dulu dengan kedua tangan dimasukkan ke dalam saku celana. Ami


meloncat dari duduknya lalu sedikit berlari untuk mengejar Abi.

__ADS_1


"Kak Amiz Sudah siap bolum?" teriak Alan dari lantai bawah.


"lya-lya ini Ami keluar:" Dengan kaki terpincang-pincang Ami keluar dari kamar lalu menuruni tangga.


Andrew dan Alea yang menunggu di ruang tamu hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan anak anaknya.


Weekendkali ini mereka isi dengan menonton di bioskop lalu makan di luar seperti keinginan Alea. sesibuk-


sibuknya Andrew bekerja, pasti akan selalu meluangkan waktu dua hari dalam satu minggu untuk keluarganya.


Mengajak ke kebun binatang, taman, pusat perbelanjaan, dan tempat refresing lainnya.


Biasanya jika ke bioskop, mereka sudah menentukan lebih dulu film yang akan di tonton. Sang mommyterlihat


antusias karena kali ini mereka akan menonton film horor. Alan kebagian mengantre untuk membeli tiket dan


Ami kebagian untuk membeli popcorn dan minuman.


Alan biasa saja mengetahui akan menonton film horor, tapi lain dengan Ami. Belum masuk wajahnya sudah


keruh. Yang namanya hantu, baik itu ada komedinya apalagi full horor, Ami tidak akan menontonnya. Sampai


Ketika Ami ingin menolak, selalu saja mengeluarkan jurus andalan 'nanti adek kamu bisa ngiler kalo


keinginannya tidak dipenuhi' mana pasang tampang paling menyedihkan sambil mengusap-usap perut yang


menonjol itu, Kan Ami ticak tega.


Dan pada akhimya, dengan langkah berat Ami mengikuti daddy, mommy, dan Alan memasuki bioskop. Dalam


hati Ami sudah menyusun rencana, kalau sepanjang penayangan film, Ami akan memilih tidur dengan menutup


telinga


Ternyata semua nihil, mata sialan milik Ami malah penasaran dan ikut mengintip. Kebetulannya lagi, Ami


mengintip pas hantunya muncul. Jadilah teriakan yang paling kencang keluar dari mulut SI Mungil. Sampal

__ADS_1


Andrew menegur karena mommy-nya terlonjak kaget.


Begitulah acara menonton mereka, Bahkan sampai keluar dari bioskop. Alan terbahak-bahak menertawai Ami.


Sedangkan Ami, wajahnya pucat seperti kehilangan darah. Untung setelah makan, rona wajah Ami kembali.


Selanjutnya, agenda keluarga Johnson adalah berbelanja kebutuhan sang babyyang belum lahir, berbolanja


haju untuk sang daddy, Ami, dan Alan.


Terakhir adalah pulang, Kebetulan saat menuju parkiran, Ami berpapasan dengan seseorang yang tidak asing,


Ami menghentikan langkahnya dan berseru, "Dad, Mom, Ami nggak ikut pulang, jadi kalian duluan aja.


"Loh, kamu mau ke mana tanya Alea "Bareng aja, nanti kamu nyasar, Sayang"


"Ah, itu ada teman Ami di dalam. Ami pulang bareng dia aja."


"Siapa nama teman kamu


"Nadira, Va, Nadira, Dad Boleh, kan?"


Setelah melalui bujukan, akhirnya Alea dan Andrew menyetujuinya tapi dengan satu syarat, Ami harus mengirimi


mereka pesan lima menit sekali lalu kalau ada apa-apa langsung mengirimkan lokasi. Ami menurut saja.


Setelah mobil daddy-rya menghilang, secepat kilat Ami berlari memasuki maldan mencari sesok yang tadi


masuk berangkulan dengan wanita -Abi.


Hampir tiga puluh menit keliling-keliling, akhirmya Ami menemukan Abi bersama dengan wanita asing itu di toko


sepatu. Saat pandangan Abi dan Ami saling bertubrukan, senyum yang ada di bibir Abi langsung hilang


digantikan dengan raut datar.


«твс.

__ADS_1


Abl baru bagun tidur



__ADS_2