![Abi untuk Ami [Completed]](https://asset.asean.biz.id/abi-untuk-ami--completed-.webp)
Saat Abi beralih posisi ke belakangnya-pun, Ami hanya diam saja. seolah memasrahkan jiwa dan raga kepada Abi
sepenuhnya.
Ami merasa ada tangan yang membelai rambutnya, dengan ragu Ami bertanya, "Um .. Kak Abi apain rambut
Ami?"
"Mungil jangan gerak gerak."
"lya, tapi Kakak ngapain?"
"Aduh jangan noleh. Gue lagi nyariin luka la."
"Buat apa?"
"Ya mau diobatin, lah." Abi jadi gemas sendiri.
"A-ah, gi-gitu." Ami menangkup pipinya yang terasa panas. Untung pagi tadi Ami keramas. Kalo tidak, kan malu-
maluin.
"Ketemu, Mungil," seru Abi. "Tapi sedikit berdarah." Di tekan Abi luka kecil yang ada di kepala Ami. "Apa sakit?"
"Se-sedikit."
Ami meremas tangannya erat saat merasakan tiupan di kepalanya. Duh, tolong jangan plingsan, tolong jangan
pingsan, tolong jangan pingsan
*Nah, sudah. Semaga lukanya lekas sembuh, Mungil."
Akhirnya Ami menghela napas lega, selega-leganya orang lega. Tidak ada yang lebih lega dari pada ini.
"Ayo pulang, gue antar." Abi berjalan lebih dulu dengan kedua tangan dimasukkan ke dalam saku celana. Ami
meloncat dari duduknya lalu sedikit berlari untuk mengejar Abi.
__ADS_1
"Kak Amiz Sudah siap bolum?" teriak Alan dari lantai bawah.
"lya-lya ini Ami keluar:" Dengan kaki terpincang-pincang Ami keluar dari kamar lalu menuruni tangga.
Andrew dan Alea yang menunggu di ruang tamu hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan anak anaknya.
Weekendkali ini mereka isi dengan menonton di bioskop lalu makan di luar seperti keinginan Alea. sesibuk-
sibuknya Andrew bekerja, pasti akan selalu meluangkan waktu dua hari dalam satu minggu untuk keluarganya.
Mengajak ke kebun binatang, taman, pusat perbelanjaan, dan tempat refresing lainnya.
Biasanya jika ke bioskop, mereka sudah menentukan lebih dulu film yang akan di tonton. Sang mommyterlihat
antusias karena kali ini mereka akan menonton film horor. Alan kebagian mengantre untuk membeli tiket dan
Ami kebagian untuk membeli popcorn dan minuman.
Alan biasa saja mengetahui akan menonton film horor, tapi lain dengan Ami. Belum masuk wajahnya sudah
keruh. Yang namanya hantu, baik itu ada komedinya apalagi full horor, Ami tidak akan menontonnya. Sampai
Ketika Ami ingin menolak, selalu saja mengeluarkan jurus andalan 'nanti adek kamu bisa ngiler kalo
keinginannya tidak dipenuhi' mana pasang tampang paling menyedihkan sambil mengusap-usap perut yang
menonjol itu, Kan Ami ticak tega.
Dan pada akhimya, dengan langkah berat Ami mengikuti daddy, mommy, dan Alan memasuki bioskop. Dalam
hati Ami sudah menyusun rencana, kalau sepanjang penayangan film, Ami akan memilih tidur dengan menutup
telinga
Ternyata semua nihil, mata sialan milik Ami malah penasaran dan ikut mengintip. Kebetulannya lagi, Ami
mengintip pas hantunya muncul. Jadilah teriakan yang paling kencang keluar dari mulut SI Mungil. Sampal
__ADS_1
Andrew menegur karena mommy-nya terlonjak kaget.
Begitulah acara menonton mereka, Bahkan sampai keluar dari bioskop. Alan terbahak-bahak menertawai Ami.
Sedangkan Ami, wajahnya pucat seperti kehilangan darah. Untung setelah makan, rona wajah Ami kembali.
Selanjutnya, agenda keluarga Johnson adalah berbelanja kebutuhan sang babyyang belum lahir, berbolanja
haju untuk sang daddy, Ami, dan Alan.
Terakhir adalah pulang, Kebetulan saat menuju parkiran, Ami berpapasan dengan seseorang yang tidak asing,
Ami menghentikan langkahnya dan berseru, "Dad, Mom, Ami nggak ikut pulang, jadi kalian duluan aja.
"Loh, kamu mau ke mana tanya Alea "Bareng aja, nanti kamu nyasar, Sayang"
"Ah, itu ada teman Ami di dalam. Ami pulang bareng dia aja."
"Siapa nama teman kamu
"Nadira, Va, Nadira, Dad Boleh, kan?"
Setelah melalui bujukan, akhirnya Alea dan Andrew menyetujuinya tapi dengan satu syarat, Ami harus mengirimi
mereka pesan lima menit sekali lalu kalau ada apa-apa langsung mengirimkan lokasi. Ami menurut saja.
Setelah mobil daddy-rya menghilang, secepat kilat Ami berlari memasuki maldan mencari sesok yang tadi
masuk berangkulan dengan wanita -Abi.
Hampir tiga puluh menit keliling-keliling, akhirmya Ami menemukan Abi bersama dengan wanita asing itu di toko
sepatu. Saat pandangan Abi dan Ami saling bertubrukan, senyum yang ada di bibir Abi langsung hilang
digantikan dengan raut datar.
«твс.
__ADS_1
Abl baru bagun tidur