Abi untuk Ami [Completed]

Abi untuk Ami [Completed]
chapter 38


__ADS_3

Dengan langkah tergesa-gesa, Abi menuju tempat Ami berada lalu meraih tangannya. "Ikut gue!"


Ami sampai terheran-heran. Bahkan, langkah Abi seperti orang dikejar ******. Yang ada di pikiran Ami, apa Kak


Abi marah lagi?Tapi, sudah dua hari


kmembawa bekal


as suruhan cowek itu. Juga, pesan Ami


sangat jarang dibalas Abi.


Saat memasuki gudang, Abi langsung melopaskan tangan Ami. Dengan napas yang memburu, Abi berkata,


"Mungil, muka lo aneh banget!"


"Eh?"


"Sumpah! Kayak nenek nenek keriput keracunan make up."


*Ta-tapi kata teomen-temen Ami, Ami tambah cantik.


"Bohong! Jolas jelas meroka muji karona kasihan. Lo tadi juga lihat 'kan kalo anak anak pada ngeliatin? Itu


karena muka aneh lo."


"lya. Terus, Ami harus bagaimana, Kak!" tanya Ami panik.


"Ke toilet dan cuci muka lo sekarang juga."


"Caranya gimana?" Mata Ami membulat menatap Abi. "Ami "kan malu, kalo dari gudang menuju toilet harus


melewati koridor dan lapangan basket. Pasti di sana banyak orang."


Abi menyunggingkan senyum lebarnya. "Lo jalan sambil meluk gue, sembunyiin wajah lo di dada gue, beres"

__ADS_1


"A-apa?" Ami langsung menunduk, menyembunyikan wajahnya yang terasa panas.


"Mau nggak? Kalo nggak, ya sudah." Abi pura pura berjalan meninggalkan Ami. Baru di langkah ke tiga, tangan


kanannya ditarik. Abi langsung menyeringai lebar dalam hati.


"Ami mau, cicitnya.


Dengan gerakkan lambat, Abi membalkan badan dan merentangkan kedua tanganrya. Dan dengan langkah


seperti siput lumpuh, Ami mendckati Abi, lalu dengan ragu ragu melingkarkan tangan ke tubuh Abi. Darah Ami


berdesir hebat dan badannya soolah melayang. Mimpi apa Ami semalam sampai bisa memeluk Abi? Kalau


mommy, daddy, dan Alan tau Ami jadi gadis centil, bisa-bisa dirinya kena jewer sampai menangis.


"Bagus" Abi menepuk-nepuk puncak kepala Ami sambil tersenyum. "Walau susah jalan, jangan coba lepasin


pelukan lo atau la akan malu setengah hidup."


Saat mereka berdua melangkah perlahan keluar dari gudang, intensitas yang memandangi Abi dan Ami


bertambah banyak. Kebanyakan mereka dari kaum hawa yang iri sekaligus penasaran, salah satu mast wanted


mereka yang bergelar prince sedang berjalan sambil memeluk searang cewek. Siapa sih mangsa baru Abi itu?


Kan mereka mau seperti itu juga walau sebatas dimanfaatkan. Hmmm


"Mungil, kita sudah di dalam toilet.


Karena saking harum bau badan Abi dan pelukan enak maha dahsyatnya, Ami hampir-hampir tertidur sambil


berjalan. Beruntung elusan lembut di pundaknya membuat Ami kembali ke dunia nyata. Ami mendongak dan


hanya dapat memandangi rahang Abi saja. "Apa harus dilepas pelukannya?"

__ADS_1


Abi ikut menunduk, memandang tepat di mata Ami. "Nggak, kita gini aja sampe dua tahun."


"Hah? Ami 'kan harus cuci muka."


"Ya, lo bisa pikir sendiri lah, Mungil."


Sejenak Ami menatap dada Abi sambil berpikir. Katau dilepas sayang, tapi kalau cuci muka sambil pelukan, yang


ada malah Kak Abi basah dan teatunya tidak bisa. Telinga Ami dipenuhi oleh suara-suara batin yang


mengharuskan sebaiknya tindakan apa yang akan dia ambil. Kening Ami sampai mengerut seolah memikirkan


rumus fisika yang paling rumit.


Satu anggukan mantap, dan Ami menemukan jawabannya. Perlahan, kedua tangan Ami melopas tubuh Abi lalu


memberi jarak untuk bisa saling bertatapan.


"Sudah" tanya Abi bosan.


"lya, Kak. Setelah Ami pikir pikir, emang lebih baik mencuci muka tanpa pelukan kama itu sulit buat Ami dan Kak


AЫ"


Abi mendengus lalu menepuk puncak kepala Ami ogah-ogahan. "Hm. Ternyata pemikiran lo sangat jenius,


Mungil."


Dan yang paling parah, Ami tersenyum sangat lebar sekali. Baru kali ini, ada orang yang memuji pemikirannya


seperti orang jenius. Memang tidak salah kalau Ami menyukai Abi.


твс.


Anggap SI Mungil pake seragam

__ADS_1



__ADS_2