Absolutely Void God System

Absolutely Void God System
Terimakasih


__ADS_3

Saat sampai di kota banyak orang menatap Rei karena tubuhnya dipenuhi sayatan, terlihat sayatan itu masih baru karena terus menerus mengeluarkan darah.


Bahkan sekarang Rei sudah hampir terlepas dari jubah yang dipenuhi dengan warna merah karena darah itu karena banyak sobekan.


Semua orang tidak melihat Tubuh Perfect Rei karena dihalangi oleh banyak darahnya, mereka terlihat takut melihat Rei yang di penuhi dengan darah.


Rei tidak memperdulikan semua tatapan orang lain, ia hanya tersenyum lebar terus karena mengingat semua pertarungan dengan makhluk yang kuat.


Beberapa menit berjalan menuju Kantor Pria Tua tadi, ia sekarang sudah mencapai luar kantor, dan langsung memasukinya langsung menghampiri Resepsionis tadi.


"Permisi Saya ingin melaporkan Pencarian tadi ke Tuan anda"Ucap Rei


Resepsionis yang merasakan ada seseorang yang masuk langsung melihat kearahnya, ia melihat ada Pria dengan tubuh yang di selimuti Darah berwarna merah membuat ia sedikit takut, tetapi jika melihat lebih jelas Pria itu adalah yang melakukan pencarian, lalu ia mengangguk, dan berkata "Tunggu sebentar"


Resepsionis langsung berlari kekantor Tuannya, dan dalam beberapa nafas mereka kembali sambil berlari karena khawatir dengan keadaan Rei, mereka berdua langsung menghampiri Rei.

__ADS_1


"Tuan apa anda baik baik saja?"Tanya Pria Tua Berjanggut sangat khawatir melihat Rei yang di selimuti oleh banyak darah.


"Tentu, Aku sangat merasa baik tidak seperti sebelumnya"Ucap Rei tersenyum sangat bahagia dengan pertarungannya, lalu ia mengeluarkan semua Tubuh makhluk itu di hadapan mereka, dan bertanya "Apa itu makhluk yang anda sebut?"


Pria Tua Janggut itu terkejut saat melihat tubuh kecil yang tiba tiba muncul di hadapannya, ia menyelidiki makhluk itu saat mendengar ucapan Rei, lalu menatap Rei lagi, dan berkata "Benar, ini makhluk yang saya ceritakan"


"Baiklah bisakah anda memberi hadiahnya langsung? Saya akan pulang"Tanya Rei sambil tersenyum.


Resepsionis itu langsung menerima Perintah dari Pria Tua janggut untuk mengambil 10 Juta permata sebagai Hadiahnya, Pria Tua itu lalu menatap Rei dengan tatapan Khawatir, dan berkata "Tuan ada bisa menyembuhkan diri disini dulu"


"Tidak tidak, anda tidak perlu khawatir denganku"Ucap Rei lalu melihat resepsionis membawa beberapa kantong, lalu menghampiri Rei.


Rei mengangguk lalu mengibaskan tangannya untuk menyimpan semua kantong itu kedalam inventory, uang itu langsung menghilang dari hadapan mereka, dan membuat Resepsionis/Pria Tua sangat terkejut.


"Kalau begitu aku pergi dulu"Ucap Rei melangkah keluar, lalu berhenti menatap Pria tua itu, dan berkata "Terimakasih telah memberikan lawan yang kuat kepadaku" lalu menghilang dari hadapan mereka dengan senyuman lebar.

__ADS_1


Baik Pria tua maupun Resepsionis terkejut karena Rei tidak memperdulikan Lukanya, tetapi ia hanya memperdulikan kebahagiaannya karena menikmati lawan yang kuat, bahkan setelah mendapatkan luka banyak seperti itu mereka masih melihat senyuman Rei.


Setelah mengambil hadiah dari pencarian melawan makhluk kuat itu, sekarang Rei terbang menuju tempat Guild Ekor Peri, ia tidak pernah menghilangkan senyumnya ketika mengingat pertarungan tadi.


Rei bukannya tidak memperdulikan lukanya, tetapi ia memang tidak sadar dengan luka itu karena memang keadaanya merasa bahagia, bukan merasa sakit.


"Yah aku akan terus mencari Misi Rank S terus agar mendapatkan lawan seperti tadi"Ucap Rei mengangguk tersenyum lalu melesat menuju lokasi Guild Ekor Peri.


Beberapa menit Rei terbang melesat dengan kecepatan cahaya, ia lalu turun karena sudah berada di luar pintu Guild.


Saat ia ingin membuka pintu, tiba tiba merasakan pusing, bahkan penglihatannya semakin gelap, lalu ia melihat tubuhnya tidak menutupi lukanya karena selalu mengingat pertarungan jadi tidak menyadari lukanya yang tidak beregenerasi.


'Brukkkk' Rei terjatuh bersamaan dengan Pintu Guild Ekor Peri terbuka, ia pingsan dihadapan anggota Ekor Peri. Meskipun sudah melihat Lukanya yang tidak beregenerasi, tetapi ia masih memasang senyum saat melihat luka itu karena mengingat pertarungannya lagi.


Sontak semua orang di dalam Gedung Guild Ekor Peri langsung melihat kearah pintu yang terbuka, mereka sangat terkejut karena melihat Pria dengan tubuh yang di penuhi dengan darah, sebenarnya mereka sedikit bingung siapa Pria itu karena mukanya terbaring jadi tidak terlihat.

__ADS_1


Sebelum mereka menghampiri Pria yang terbaring dengan darah disekujur tubuhnya, Reysa langsung berlari kearah Pria itu sambil meneteskan Air mata, ia sangat kenal kalau Pria yang terbaring adalah Rei karena dirinya merasakan bahwa kondisi Rei sedang melemah.


"Hikss~ Reiii bangun"Ucap Reysa terisak lagi karena mengingat kejadian yang dulu, lalu ia Menggunakan Skill penyembuhannya karena dirinya seorang Dewi jadi mudah untuk menyembuhkan luka seperti itu, tetapi tetap saja ia sangat takut kejadian yang pernah dialami bersama Rei terulang kembali.


__ADS_2