
Pindah ke Ruang Utama, Kedua Pria yang telanjang tadi sudah berpakaian lengkap duduk nyaman di Sofa. Sementara, ketiga junior berdiri dihadapan mereka.
"Jadi, aku akan memberikan misi pertama kepada Kalian sebagai Ksatria Sihir"Ucap Yami memulai pembicaraan.
"Memburu babi hutan di daerah desa, memberikan babi itu pada desa,, membuang dagingnya, memakan kotoran babi dan misi selesai"Ucap Rei melanjutkannya dengan wajah datar.
"Kubunuh kau jika berbicara lagi"
"Ya maaf, pak"
"Tunggu!!.. Sebelum itu, bagaimana bisa kalian kembali tanpa pakaian sedikitpun?"Tanya Noelle dengan penasaran.
Expresi Yami seketika berubah menjadi sedih, mengambil rokok yang panjang dan menjelaskan serta memberitahu situasinya kepada mereka.
"Aku dan Magna kalah oleh kepala Desa Sosshi"
"APA!!.."
"Seberapa kuat dia?"
Semua orang termasuk Rei terkejut mendengar berita mendadak, seorang kapten ksatria sihir kalah oleh seorang Kepala Desa? itu yang membuat mereka tidak bisa berkata apa apa.
Menghirup rokok dalam dalam, yami menatap langit sambil mengeluarkan asap itu "Kami kalah dalam permainan kartu"
"??!!!"
"Kakek tua itu menelanjangi kita dan mengambil semua barang yang kita miliki"Ucap Yami
"Dan gajih enam bulanku habis oleh dia"Lanjut Magna
"Jadi untuk melunasi semua hutang, kita berjanji akan melakukan apapun yang dia minta" Yami Melanjutkan "Dan dia minta kami memburu babi hutan di daerah desanya"
__ADS_1
"Sieghhhh~ Kalah bermain kartu dengan dia, memberikan permintaan apapun kepadanya dan berakhir dengan hutang. Sekarang, kau menyuruh anggota baru untuk melunasi hutang sebagai misi pertama?"Ucap Rei tidak habis fikir dengan tingkah kaptennya
"Wowww, ternyata kau cukup pintar"Ucap Yami membuat expresi terkejut kepada Rei dan terlihat bahwa expresi itu di buat buat.
"Dan, kesimpulannya juga tidak ada bayaran dalam misi ini. Benar bukan?"Lanjut Rei tidak memperdulikan Expresi yami.
"Hahahaha kau pintar, pria tua itu sudah mengambil semuanya dan kalian melakukan misi karena hutang kami"Ucap Yami.
"Persetan!!..aku tidak peduli tentang alasan misinya. beritahu kapan kita akan pergi?"Ucap Rei yang tidak ingin melanjutkan percakapan dengan yami, itu membuatnya sedikit kesal.
"Sisanya akan diurus oleh Magna, aku akan melampui batasku di dalam kamar mandi dulu"Ucap Yami berdiri dan pergi meninggalkan semua bawahannya.
"Siap, kapten!!.."Ucap Magna memberikan hormat kepada yami dan memperhatikan dia pergi.
"..."
"..."
"..."
Setelah melihat Kapten Yami hilang dari pandangan, Magna berbalik dan menatap ketiga junior bergiliran.
"Kalian sudah dengar apa yang di katakan kapten yami? Sekarang, siapkan sapu kalian, kita akan pergi ke Desa Sosshi detik ini"Ucap Magna dengan tingkah seperti senior.
"Aku tidak bisa terbang dengan sapu"
"Aku juga tidak"
"Ehhhhh?!?!? Kenapa kalian tidak bisa menggunakan sihir yang paling dasar seperti itu?"Tanya Magna sangat terkejut mengetahui dengan berita yang tiba tiba.
"Aku tidak punya sihir"
__ADS_1
"Aku tidak bisa mengendalikan Sihir"
Lalu magna menatap Rei.
"Apa? ingin bertarung?"Tanya Rei yang menyadari tatapan Magna.
"Junior sialan, apa otakmu hanya ada pertarungan saja, hah? Aku ingin tau, kau bisa terbang pake sapu atau tidak, sialan!!.."Ucap Magna mempunyai urat di dahi dan berkata dengan wajah preman.
"Apa kau bodoh? Bukankah kau sudah melihat saat aku menyelamatkan kedua orang ini dengan terbang menggunakan pedang?"Rei mengerutkan alis, menatap magna dengan bodoh.
"Cih, aku lupa tentang itu"Ucap Magna mengingat saat kejadian Bola Air, lalu ia berjalan kearah lemari dan mengambil satu sapu biasa dan sapu besar.
"Ini adalah sapu apiku yang keren, Crazy Cyclone"Ucap Magna dengan bangga dan memperlihat sapu besar dengan kepala tengkorak, tunggangan.
"Ini untukmu, bawa satu orang denganmu"Lanjut Magna memberikan sapu kecil kepada Rei.
"Siapa yang menyuruhmu mengambil sapu? Aku bisa menggunakan sihir untuk terbang"Ucap Rei menaikan alis dan menatap magna dengan bodoh lagi.
"Kupukul kau, sialan"Ucap Magna mempunyai urat di dahi dan menghela nafas sambil menyimpan sapu kecil itu.
"Aku, aku akan ikut dengan mu Magna-senpai"Ucap Asta dengan mata berbinar saat melihat Sapu yang keren dan tidak sabar terbang dengan sapu itu.
"Apa kau tidak akan ikut denganku, asta?"Tanya Rei menyipitkan alis dan memandang Noelle sekilas.
"Tidak, maaf rei"Ucap Asta.
"Hmm..."Dehem Rei.
Mereka berempat keluar, Asta dan Magna sudah menaiki sapu, menunggu Rei mengeluarkan sihir, baru mereka akan terbang.
[Sihir Angin - Tubuh Elang].
__ADS_1