Absolutely Void God System

Absolutely Void God System
Perkenalan Anggota BANTENG HITAM


__ADS_3

Sebelum Yami, Asta, dan Rei pergi menuju markas. Bawahannya bernama Finral memulai percakapan kecil dengan kaptennya saat tidak ada kedua junior barunya.


"Kapten, apa kau benar benar akan meninggalkan orang tanpa sihir itu, jika pria tampan tadi tidak bergabung dalam pasukan?"Tanya Finral.


"Huhh? Kau berfikir begitu?"


"Tentu, kapten sendiri yang bilang akan mengambil dia jika pria tampan itu masuk dalam pasukan"


"Dua harga satu... Aku juga menikmati Expresi jelek semua kapten ketika Pria tampan itu setuju bergabung dengan pasukanku, apalagi dia tidak memandang kapten sedikitpun.. Hahaa, sangat lucu"Ucap Yami.


Finral mempunyai senyum pahit mendengar seorang kapten diabaikan oleh Rei, tidak habis fikir bahwa yami kaptennya juga sangat menikmati itu.


...°°°°°°°°°°°...


"Berani sekali hari pertama, kalian telat bocah"Ucap Yami dengan nada kesal dan expresi seperti seorang preman dengan mulut ada sebuah rokok.


"Perutku sangat sakit sekali.. Kau tidak akan percaya, benda itu keluar sangat besar dan susa-...Owww~, Owww,"Ucap Asta terpotong karena Yami mencengkram kepalanya dan mengangkatnya.


"Siapa yang menyuruhmu memberitahu tentang itu dengan detail, hah?"Ucap Yami.


"Owww, Owww. Tolong Lepaskan"Ucap Asta.


'Sieghhhh~ baru kali ini aku bertemu dengan orang orang bodoh seperti mereka'Batin Rei.


"Finral, buka sihir ruangmu, kita akan pergi sekarang"Ucap Yami.


"Baik, kapten"Ucap Finral Mengangguk, menunjuk ke daerah dihadapannya dan mengucapkan sebuah mantra.


[Sihir Ruang - Gerbang Malaikat Jatuh]


Mendadaka muncul sebuah portal berwarna abu abu dihadapan mereka.


"Kau, pria anting. Kulihat sihirmu bagus, ingin mencoba bertarung?"Ucap Rei.


"Tidak maaf, aku tidak pandai bertarung.... Silahkan masuk"Ucap Finral tersenyum pahit.


"Huh? Membosankan"


'Aku ini seniormu'Batin Finral tersenyum pahit dan bersedih dalam hati.


"WOW... SANGAT KEREN"Teriak Asta.


"Bersiaplah" Yami langsung melemparkan tubuh asta kedalam portal abu abu itu.


"WHAAAAAAAAA!!???"Teriak Asta.


Melihat asta sudah masuk, mereka menyusul memasuki portal itu.


°°°°°°°°


"Jadi ini markasnya" Gumam Rei memandang bangunan besar, berwarna coklat karena kotor, dan tempatnya seperti berada di tengah hutan.

__ADS_1


'Sangat aneh'


"Kau baik baik saja, asta?"Ucap Rei memandang Asta yang tergeletak di tanah.


"Tentu" Sambil berdiri dengan senyuman "Tidak pernah sebaik ini" dengan wajah yang sangat semangat.


"Bagaimana? Cukup bagus, bukan?"Ucap Yami dari belakang.


"Bangunan yang rusak"


"Haaa?"


"Tidak, maksudku markasmu bagus"


Melihat setiap markas dari luar, rei berbalik menatap yami.


"Apakah anggotamu kuat?"Tanya Rei.


"Huh? Masuk dan cari tahu sendiri"Ucap Yami.


Tentu saja Rei akan bertanya tentang itu, tujuan utama menjadi Ksatria Sihir mencari lawan yang tepat dan kuat. Rei benar benar ingin bertarung dengan orang yang punya peluang untuk menang.


Inginnya, dia bertarung menantang kapten pasukan seperti Yami. Tapi, melihat tingkahnya yang begitu, sudah pasti yami tidak mau bertarung.


Rei dan Asta berjalan menuju Pintu Kayu markas itu.


Asta menarik nafas dalam dalam, mengeluarkan secara perlahan.


"WHAAAA"Teriak Asta.


Sedangkan Rei sudah menyadari tentang itu dari awal, ia tidak mengikuti asta melangkah dan memutuskan untuk diam dibelakang pintu dalam jarak 1km.


"Bwahahahahaha" Yami tertawa terbahak bahak "Selamat datang dipasukan Ksatria Sihir terburuk".


'Terburuk ya?'Batin Rei.


"WHAA TUBUHKU TERBAKAR!!???"Teriak Asta.


Didalam markas, ada dua pria yang sedang bertarung. Satu Pria menggunakan element Api, membuat sebuah baseboll, dan melemparkan banyak bola api kepada Anak Berambut kuning yang seperti memakai jubah petir.


Api menyambar kearah manapun, hampir membuat seluruh ruangan tenggelam oleh lautan api. Rei hanya diam dan melihat mereka, ia sedikit tahan api dan tidak terlalu merasakan panas dari api yang dikeluarkan oleh Pria Kacamata Hitam itu.


"Perkenalkan Namaku Asta, dari desa hage. Aku akan menjadi Raja Penyihir. MOHON BANTUANNYA!!!!"Ucap Asta.


Beberapa detik masih belum ada reaksi dari mereka, dan asta mematung "Perkataanku sama sekali tidak di dengar oleh mereka".


Keadaan berisik oleh kedua pria itu, mereka seperti tidak menyadari kedatangan Yami, finral, asta, dan Rei. Satu bola api tiba tiba menuju tempat asta.


Melihat bola api itu, Rei melangkah kedepan sambil mengeluarkan katana dari Grimoire, lalu membelahnya.


"Aku akan ikut bertarung" Saat Rei akan melesat kearah mereka berdua, tiba tiba dinding belakang hancur bersamaan suara Yami dengan nada tinggi.

__ADS_1


'BOOM'


"KALIAN...Berhentilah menghancurkan markas, sialan!!.."


"Bukankah kau yang menghancurkannya"Gumam Rei yang melihat Dinding hancur sambil menyimpan katana dalam Grimoire, dan melangkah kebelakang lagi.


Seketika semua orang yang berada di markas langsung terdiam, mereka berlari kearah yami. sedangkan Asta, terkena injakan oleh mereka seperti tidak ada seorangpun.


Akhirnya suasana menjadi tenang, semua anggota telah berkumpul dihadapan yami. Lalu, Yami mendorong Asta dan Rei kedepan untuk memperkenalkan diri.


"Perkenalkan dirimu, bocah"


Menarik napas dalam dalam, mengeluarkan secara perlahan. Asta maju kedepan, dan memperkenalkan diri "Aku Asta dari Desa Hage, senang bertemu dengan kalian semua. Mimpiku, MENJADI RAJA PENYIHIR"


Setelah asta memperkenalkan diri, Rei maju kedepan dengan santai sambil menatap mereka secara bergiliran "Aku Rei, disini aku dipaksa oleh kapten kalian, semoga kita bisa akrab. Mimpiku? itu hanya aku yang tau"


"Ehhhhhh"Asta tercengang "Kenapa kau merahasiakan mimpimu?"


"Hmm? Aku hanya ingin menunggu seseorang dulu"Jawab Rei tersenyum kecil dan tidak berniat memberitahu lebih jauh "Intinya, aku disini hanya mencari orang kuat, untuk bertarung dengannya"


Mendengar percakapan mereka, Yami menatap Finral dan menyuruh dia untuk memperkenalkan semua anggota 'Banteng Hitam'.


"Aku akan pergi, kau perkenalkan mereka"


"Ya, kapten"Ucap Finral Mengangguk.


"Sekarang, mari aku perkenalkan semua anggota Banteng hitam. Dari dia yang ikut dengan kita"Ucap Finral sambil menatap Pria dengan tubuh putih, dan lipstik hitam.


"Ini Gordon Agrippa, dia terlihat menakutkan, tapi dia pria yang baik".


"Senang bertemu denganmu"Ucap Gordon dengan suara yang sangat pelan.


Lalu Finral melanjutkan perkenalan ke sisa anggota banteng hitam seperti, seorang Wanita berambut Pink dengan hobi mabuk, Luck Voltia Pria berambut pirang pendek dengan senyuman yang selalu terlukis di wajahnya.


"Senang bertemu denganmu"Ucap Luck dengan senyuman yang tidak pernah hilang dari bibirnya "Apakah kalian suka bertarung? Ayo bertarung"


"Y-ya..."Ucap Asta sedikit gugup.


"Tentu, aku sangat suka bertarung dengan lawan yang kuat"Ucap Rei.


"Benarkah? Kalau begitu, ayo bertarung nanti"Ucap Luck.


"Ya, kita bisa bertarung"Ucap Rei mengangguk dan sedikit seringai muncul di bibirnya. Ia melihat Luck seperti dirinya yang gila bertarung, bedanya Rei sudah sangat berpengalaman melihat darah, dan membunuh.


Mereka berdua memulai percakapan tentang pertarungan. Bahkan, mereka sudah merencakan kapan akan bertarung.


Sementara Asta di perlihatkan sebuah foto anak kecil oleh Pria berambut acak acakan.


"Dia Marie. Jika kau berani menyentuhnya, aku akan membunuhmu"Ucap Pria Berambut Acak-acakan itu.


"EHHHHHHH"Asta terkejut.

__ADS_1


__ADS_2