Absolutely Void God System

Absolutely Void God System
Perampok


__ADS_3

"Hey, jubah itu, mereka Ksatria Sihirkan?"


"Simbol itu... Ughhh, Pasukan Banteng Hitam"


"Itu si Penyihir pemabuk, Vanessa"


"Apa Anak kecil, pria tampan dan gadis imut juga anggota banteng hitam?"


'Sieghhhh' Helaan nafas keluar dari Rei karena mendengar beberapa orang membicarakan tentang Pasukan Banteng hitam, mereka seperti tidak menyukainya.


"Disini jadi mulai ribut, ya?"Noelle angkat bicara.


"Tidak usah difikirkan"Balas Vanessa "Dengan adanya Ksatria Sihir saja, takkan ada yang berani berbuat jahat, selain itu..." Vanessa mendekati Rei dan berjalan di sebelahnya "Kita bersama dengan Pria keren dan tampan" sambil memandang wajah Rei dengan sedikit genit.


Awalnya Rei tidak berniat mengikuti mereka karena itu hanya akan menyianyiakan waktu tapi, mengingat dirinya tidak mempunyai aktifitas yang penting dan butuh suatu hiburan, dia memutuskan untuk ikut dengan Vanessa dan yang lainnya pergi mengelilingi kota Kastel.


Mengabaikan semua ocehan sekitar, mengalihkan tatapan kearah tempat Noelle. Rei merasa kalau Gadis itu lebih baik dari pada bangsawan lainnya, ia juga berfikir kenapa bangsawan kerajaan seperti dia memasuki Pasukan dengan Peringkat paling bawah.


"Hey gadis kecil"Panggil Rei kepada Noelle.


"Kamu berbicara padaku?"Tanya Noelle sambil melihat setiap sudut, lalu menatap Rei dengan penasaran.


"Setelah mengelilingi kota beres, bisakah kau memberikan serangan sihir air kepadaku?"Dengan wajah datar, Rei berkata kepada Noelle.


Masih penasaran dengan Grimoire miliknya, memutuskan mencari lawan dengan element yang belum pernah dilawan. Dengan bertarung melawan pemilik element, Rei berencana ingin mencoba memancing kekuatan baru dari Grimoire sama halnya saat pertama kali bertarung dengan Luck dan muncul [Nafas Petir]


"Ha-hanya berdua?"Noelle sedikit terkejut dan penasaran juga karena tiba tiba Rei meminta pertarungan dengannya, padahal dia sendiri tau kalau sihirnya tidak terkendali.


"Hmmppp, kalau kau memohon, aku akan melakukannya"Sambil menyibakan rambut, menutupi kegugupannya dan Noelle berkata dengan nada angkuh.


"Huh??... Kukira kau bisa kuandalkan"


"A-aku-"


"Hey asta"Rei memanggil asta yang berada di depan.


"Ya?"Asta berbalik dan menatap Rei dengan penasaran.


"Beres ini, ayo berlatih"Tawar Rei yang masih penasaran melawan kekuatan anti sihir milik Asta.


"YAA... Aku tidak akan menolak, setiap selesai berlatih denganmu, aku merasa keahlian pedangku meningkat"Ucap Asta dengan semangat dan mengangkat tangannya.


"Bagus"


"Hey, bagaimana dengan minum? Oneesan akan menemanimu"


"Tidak"


"Ohh, ayolah"

__ADS_1


"Tidak


"Huh, tidak asik"


"Kemana kita akan pergi?"Mulai bosan hanya melihat lihat saja, Rei memutuskan bertanya kepada Vanessa tentang tujuan utamanya.


"Hehe, tentu saja kepasar Gelap"


...°°°°°°°°...


Tidak tertarik dengan sekitar atau barang di dalam pasar gelap, Rei memutuskan menunggu di luar sambil memikirkan sesuatu tentang kekuatan dari Grimoirenya dan masih bingung dengan dunianya.


'Apakah di Dunia ini orang orang hanya memiliki satu element/sihir?'Melihat semua orang hanya menggunakan satu element, mengingat expresi anggota banteng hitam yang terkejut saat menggunakan element lain selain api.


Rei menyimpulkan bahwa di Dunia ini semua orang hanya mempunyai satu element tapi, perbedaan besarnya adalah dari kapasitas mana.


Seperti perkataan Pria Berwajah Luka saat itu, wilayah terabaikan areanya hanya mempunyai sedikit mana dan itu membuat peningkatan mereka lebih lama.


Sedangkan di wilayah bangsawan Aura Mana lebih melimpah dan membuat mereka mempunyai kapasitas mana yang lebih tinggi daripada Rakyat Jelata.


'Sieghhh~ memikirkan semuanya membuatku pusing...'Menghela nafas dan mengambil Grimoire dari Sakunya 'Jadi bagaimana tentang Grimoire ini?


Apakah suatu saat akan ada Katana baru?' memikirkan itu, tentu saja membuat Rei senang dan berharap akan mendapatkan senjata baru agar dirinya bisa bertarung dengan dua pedang lagi.


"PENCURI!!.."


"Huhh?"


Menggunakan sebuah sihir, pria bertudung berpakaian hitam melewati Rei dan melesat dengan kecepatan sedang.


"Ada apa ini?"Rei bingung dengan keadaannya, melihat asta tiba tiba keluar, berlari tergesa gesa dan mengejar pria bertudung itu.


"Hehe... Ada mainan baru, aku tidak akan menyia-nyiakan nya" Rei tersenyum sesaat dan mengejar menyusul asta.


[Nafas Petir]


'SWOSSHHH'


Seketika sosok Rei menghilang dari tempat dengan kecepatan tinggi, tiba di sebelah asta dan mempertahankan kecepatan yang sama dengan dia.


"Hey asta"Panggil Rei.


"Whoaaa!!... Rei, kenapa kau bisa ada di sebelahku"Sambil berlari, menahan kecepatannya, asta berteriak dengan wajah terkejut.


"Terbanglah dengan ini" Rei mengangkat tangan sambil mengucapkan sebuah mantra [Sihir Angin: Tubuh Elang] seketika sosok Elang dari element Angin muncul dihadapan mereka.


"WHOAAAAA, BAIKKK!!..."Asta bersemangat dan menaiki Tubuh Elang tanpa keraguan.


Melihat Asta sudah di posisi aman diatas tubuh elang, Rei mengendalikan sihirnya dengan lihai dan mempercepat laju elang itu dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


"WHOAAAAAAAA"Teriak Asta.


"HAHAHAHAHA"Mengendalikan sihir elang itu, tawa Rei pecah melihat Expresi yang di keluarkan oleh asta.


"Apa yang kamu lakukan!!.."Noelle berteriak dari belakang setelah melihat Rei mempermainkan asta yang berada dalam pengendalian sihirnya.


Mengabaikan ucapan dia, Rei memutuskan untuk menyudahi permainannya dan mengarahkan elang itu kearah Perampok dengan kecepatan yang tinggi.


Saat Sihir Elangnya berada diatas perampok itu, Rei membatalkan sihirnya dan membiarkan asta menyelesaikan sisanya dengan menampar perampok menggunakan anti sihir.


Mengeluarkan pedangnya dari Grimoire, mencengkram erat gagang pedang dan entah bagaimana caranya asta bisa berputar-putar diudara sebelum mencapai kearah pencuri seperti tombak.


'BANG'


"Sialan!.."


Melihat ada suatu serangan dari arah atas, Pencuri itu dengan mudah menghindari asta dan membuat pedang hitam yang di pegang olehnya menancap ditanah.


"JANGAN LARI KAU, SIALAN!!..."


'Yah, tidak heran dia mudah menghindar.. Diudara, asta tidak bisa berpindah tempat'Rei berkata dalam hati dan melihat keadaan asta baik baik saja, malahan dia melanjutkan mengejar pencuri itu setelah mencabut pedangnya yang tertancap ditanah.


[Bentuk Kedua - Serangan Kilat]


Menghilang dari tempat dengan kecepatan tinggi, meninggalkan jejak bercakan petir di setiap jalan.


"Sialan, dia kena-"


'BANG'


'BOOM'


Sebelum perampok menyelesaikan kalimatnya, Sosok Rei tiba tiba muncul di sebelah perampok itu dan menendang dia dengan keras ketanah sampai terjadi ledakan dan membuat sebuah kawah.


...°°°°°°°°°...


"Ini nenek, uangmu..."Asta berkata sambil memberikan sekantong uang kepada Nenek itu.


"Ohhh... Terimakasih, anak muda.. Ini ada sedikit uang untukmu"Nenek itu berterimakasih dan memberikan satu koin kepada Asta.


"Woahhhh, terimakasih uangnya nenek.. Lain kali, cobalah untuk tidak dirampok lagi dimasa depan"Asta menerima uang itu dengan mata bersinar dan berkata kepada Nenek.


"Hey asta, ayo pergi... Aku merasa bosan diam disini"Rei berkata kepada asta dengan wajah lesu karena bosan.


"Baik.... Selamat tinggal nenek"Asta menghampiri Rei dan melambaikan tangan kepada Nenek itu untuk ucapan selamat tinggal.


"Anak muda yang baik dan bersemangat..."Wanita tua nenek itu tersenyum dan seketika partikel cahaya mengelilingi tubuhnya.


"Kekuatan yang bisa membatalkan sihir apapun dan orang yang mempunyai sihir ganda... Anak laki laki yang menarik"Setelah partiker cahaya menghilang, terlihat sosok Pria berwibawa dan dia adalah... Raja Penyihir.

__ADS_1


__ADS_2