Absolutely Void God System

Absolutely Void God System
Dungeon II


__ADS_3

"Hey kapten" Vanessa tersenyum sambil mendekatinya dengan sebotol minuman ditangan. Setelah Rei dan yang lainnya pergi ke dungeon itu, markas menjadi sunyi.


"Apakah raja penyihir benar benar tau tentang Rei dan Asta?"


Menghirup rokok, mengeluarkannya, yami menjawab pertanyaan Vanessa sambil membaca koran "Dia raja penyihir, punya mata di mana mana" .


"Aku tau tentang itu tapi, mengapa dia memilih Rei dan asta?"


"Siapa tau, pria tua itu sangat mysterius"


"Menghela nafas~ Kuharap mereka baik baik saja"


"Jangan khawatir, mereka pasti baik baik saja. Dengan Luck yang mengawal mereka, Aku yakin mereka akan mengatasi semua masalah dengan mudah"


"Yaaa tapi... ini adalah luck yang sedang kita bicarakan, mereka akan baik baik saja jika dia tidak bertarung dengan Rei saat berada dalam dungeon"


"Aku yakin mereka akan melakukan pertarungan dalam jumlah sedang, ya bisa jadi dungeon itu runtuh sebelum menemukan hartanya"


"..."


°°°°°°°°


'Jadi seperti ini dungeon di dunia ini, ya'


Berjalan ke reruntuhan batu raksasa diikuti oleh Luck, asta, dan Noelle dibelakangnya. Rei menarik nafas dalam dalam ketika merasakan mana yang mengalir melalui Konstruksi batu.


"Whoaaa!!.. Tempat ini sangat besar"


Rei memejamkan mata, mengaktifkan sharingannya ketika mengingat banyak jebakan, ia berharap bisa melihat jebakan itu dengan mata terkutuknya.


"Tempat ini luar biasa!!.."Asta terkagum.


"Begitu banyak mana"Gumam Noelle.


Berlari mengelilingi daerah seperti ayam tanpa kepala, asta memeriksa semuanya sambil mengagumi pemandang di sekitar.


Ketika mata Rei terbuka, seketika melihat banyak suatu lingkaran sihir di setiap sisi, perhatiannya teralihkan saat asta akan menginjak suatu sihir.


"AWAS AS-"


'BANG'


Sebelum bisa menyelesaikan kalimat untuk menghentikan asta, secara tidak sengaja menginjak suatu lingkaran sihir yang di tempatkan oleh orang orang peradaban kuno.


"Ehhh??"


Melihat cahaya yang tiba tiba muncul di bawah kakinya, mata asta melebar dan seketika banyak paku besi keluar mengarah ketempat asta.


Menebak akan ada suatu serangan dari jebakan itu, Rei sudah membuka Grimoirenya dan melesat kearah asta untuk memblokir semua paku yang lambat itu karena menggunakan sharingannya.

__ADS_1


'TRENK'


'TRENK'


'TRENK'


"Huh, apa itu tadi?"Asta bertanya dengan expresi terkejut, butiran keringat mengucur diwajahnya ketika melihat kematian semakin dekat saat paku itu mengarahnya.


"Perangkap Sihir"Luck menghampirinya dengan senyum yang terpasang di wajahnya dan, dengan sengaja dia menginjak banyak jebakan membuat semuanya kerepotan tapi, asta sangat mudah menghilangkan jebakan itu menggunakan pedang anti-sihirnya.


'Kenapa yami harus memilih luck segala'


'Aura kehadiran lain?'


"Hahahaha ada orang lain, bagus" Luck tersenyum dan menoleh kearah Rei "Kau merasakannya, kan?"


"Ya" Rei mengangguk.


"Hmmm... Apa yang kalian bicarakan?"Noelle bertanya dengan expresi bingung.


Setelah meluaskan Aura sihirnya, banyak Aura yang asing dari arah tertentu, mereka seperti berkelompok dan salah satu dari mereka kekuatannya berada di tingkat yang berbeda.


Menemukan keberadaan lain, Awalnya Rei akan diam diam pergi menghampiri mereka dan melakukan pertarungan sendiri, tetapi kemampuan Luck dalam hal sensor tidak bisa diremehkan.


[Sihir Penciptaan Petir: Sepatu Dewa Halilintar]


Menjepit kedua kakinya dengan kilat biru, Luck menoleh kearah Rei dengan seringai, lalu pergi meninggalkan mereka dan menuju tempat sekelompok itu.


Melihat expresi menjengkelkan Luck yang ingin mendahuluinya, Rei beralih kenafas petir, memusatkan kekuatan ke kakinya dan melesat menyusul Luck.


Melihat mereka berdua berlari kearah yang tidak di ketahui, Asta dan Noelle berdiri membeku tidak tau harus berbuat apa.


"...Kurasa, kita harus melihat lihat tempat ini dulu..."


°°°°°°°°


"Ahahahha aku menang"Suara Luck bergema di seluruh reruntuhan yang luas saat dia meningkatkan kecepatan setiap Rei akan menyusul dirinya dan menjaga jarak dari dia.


Tidak ingin kalah dari kecepatan, Rei semakin memusatkan energi sihirnya pada kaki, menekan otot kaki dan seketika kecepatannya meningkat, dalam waktu singkat berada di sebelah luck.


"Tidak semudah itu..."Menoleh menatap Luck sekilas dengan seringainya, Rei meninggalkan Luck dan merasakan energi sekelompok itu semakin terasa.


"Woahhh!!.... Ada banyak orang disini!"Luck Berteriak ketika melihat beberapa orang di hadapannya menggunakan sebuah jubah hitam dengan memakai lencana kerajaan berlian.


"Ehhh!! Penyihir kerajaan Semanggi?"Terkejut dengan kemunculan dua orang yang menggunakan jubah ksatria sihir dari kerajaan semanggi, mereka saling memandang dan mengangguk, lalu menggunakan sebuah formasi kerajaan.


"Lemah..."Dari jumlah mana yang Rei rasakan dari kelompok itu, ia merasa kalau sekelompok bertudung itu tidak menjadi ancaman baik bagi dirinya atau Luck.


Di karenakan ingin bermain main dengan mereka serta ingin tau kekuatan penyihir dari kerajaan lain dan, berharap penyihir dihadapannya mempunyai element yang bisa membuat grimoirenya menyala.

__ADS_1


'BOOM'


Melepaskan gelombang kekuatan sihir yang menyebabkan air terjun di sekitarnya yang tinggi menjadi kacau, satu pedang katana itu terwujud ditangannya yang memancarkan cahaya ungu dengan bercakan petir.


Dengan sedikit di dorong mundur oleh pelepasan sihir yang tiba tiba, para penyihir kerajaan berlian merasakan tubuh mereka bergetar ketika merasakan suatu bahaya dari sosok bocah berambut putih itu.


"Huh? Mengeluarkan sihir dari awal, ya... Ayo taruhan, siapa yang lebih banyak mendapatkan mereka maka dia yang akan menang"Luck tersenyum dan memberikan tantangan kepada Rei.


Mendengar itu, menoleh menatap Luck sambil menaikan alis, lalu menatap sekelompok pria bertudung sambil berkata "Tentu, kau bisa melakukannya"


Memfokuskan semua perhatiannya kepada sekelompok penyihir, memusatkan kekuatan sihirnya pada tubuh, terutama pada kaki, Rei melesat kearah mereka yang sedang ketakutan.


"HHAHAHA BAGUS"Luck berteriak dan menyerang juga saat melihat Rei pergi.


"FORMASI DIAMOND 1"Salah satu penyihir bertudung dari kerajaan diamond berteriak ketika melihat kedua bocah akan menyerang dan membuat sebuah dinding bumi untuk menahan serangan itu.


Melihat dinding bumi tercipta dihadapannya, bukannya mempercepat atau menghentikan serangannya. Rei beralih kenafas api, menggunakan mantra bentuk kedua dan menyerangnya dengan sihir yang besar meruntuhlan dinding itu.


"APA-APAAN!!.."


"Hahahah, bagus rei"


"FORNASI DIAMOND 2"Berteriak dan menciptakan sebuah dinding yang lebih tebal dari sebelumnya untuk menahan serangan itu.


Melihat dinding tercipta lagi saat Rei akan mencapat kelompok itu, ia menjadikan dinding sebagai loncatan dan melayang di udara sambil mengucapkan sebuah mantra.


[Sihir Api: Auman Naga Api]


Menciptakan kepala naga yang besar dari element api, perlahan naga itu membuka mulut dan mengeluarkan sebuah aliran api yang besar kearah sekelompok itu tanpa keraguan, membuat dinding itu runtuh dan debu mengelilingi mereka.


'BOOM'


"WHOAAA!!.. Kau semakin kuat"Berada dibawah, Luck berteriak dengan expresi kagum melihat sihir besar dari Rei dan tidak menyangka peningkatan nya sangat cepat.


Tidak ingin memberikan waktu serta menyia-nyiakan serangan rekannya, Luck menggunakan salah satu mantra dan melesat kearah sekelompok itu, menyengat mereka satu persatu sampai pingsan.


"ARGHHHHH"


"ARGHHHH"


"ARGHHH"


"ARGHH"


Saat selesai membuat mereka tidak sadarkan diri dengan setruman, Luck muncul di sebelah Rei dengan senyumannya, mereka berdua memandang Pria Dewasa yang mempunyai expresi datar, dia menggunakan jubah yang sama dengan kelompok itu.


"Oh sial, kau mengambil mangsaku, luck"


"Hehehehe"

__ADS_1


"Dua anak laki kaki yang di penuhi energi muda... Betapa irinya"


__ADS_2